Analisa Budidaya Itik, Peluang Usaha Rumah Tangga Menjanjikan

Posted on

Analisa Budidaya Itik, Peluang Usaha Rumah Tangga Menjanjikan Begitu Musiran (54) masuk kandang, itik-itik itu pribadi berhamburan menghampirinya. Dengan cekatan, puluhan itik pribadi mencocor kuliner yg dibawa sang majikan. Setelah kenyang, mereka menyingkir dan Musiran pribadi membawa ember makanan itu keluar sangkar.

Itulah kegiatan rutin Musiran, rakyat Dusun Bogoran, Trirenggo, Bantul. Tiga puluh tahun telah ia membudidayakan itik buat memenuhi kebutuhan famili. Jumlah itik yg beliau kembangkan telah mencapai 1.110 ekor.

Pengembangan itik diarahkan untuk 2 hal, produksi telur dan bibit. Untuk telur, peternak menjual dengan sistem butiran. Tiap buah dihargai Rp 1.100. Untuk bibit, ia jual Rp 3.500 per ekor. "Bibit adalah itik yg baru saja menetas. Pembeli sanggup membeli bibit saat masih berwujud telur dengan harga Rp 1.200 per butir," pungkasnya, Selasa (24/5).

Dalam sehari, jumlah telur yang terkumpul mencapai 660 buah atau setara Rp 726.000. Dari jumlah itu, Musiran harus menyisihkan lebih kurang Rp 500.000 buat porto pakan. Jadi, keuntungan bersih dari telur itik mencapai Rp 226.000 per hari. Untuk pakan, Musiran menghabiskan 190 kilogram konsentrat yang dicampur katul dan nasi aking.

Di Bogoran terdapat 25 rakyat yang berbagi usaha serupa. Mereka tergabung pada Kelompok Ternak Itik Gurun Sahara. Jumlah populasi total itik mereka mencapai tiga.000 ekor. Guna menjaga lingkungan agar nir kotor & berbau, mereka mengandangkan itik secara berkelompok.

Ada enam sangkar yg tersedia. Kandang itu berlokasi di sekitar sungai mini . Tujuannya supaya perkembangan itik lebih maksimal . "Itik paling senang berada pada sungai. Makanya, lokasi kandang sengaja kami pilih berdekatan menggunakan sungai," istilah Suhardi (40), peternak yg berbagi 200 ekor itik.

Ribuan itik itu tentu membutuhkan sistem keamanan yang memadai. Para peternak menerapkan sistem ronda bergiliran. Ronda terbukti efektif menjaga keamanan. "Selama ini belum terdapat masalah pencurian karena ronda rutin tiap malam," ujar Suhardi.

Awalnya budidaya itik hanya digeluti 1-2 orang. Setelah usaha terbukti mendatangkan output, warga lain tertarik. Mereka membuatkan bisnis tadi secara serius. Tak hanya sebagai usaha sampingan, budidaya itik sudah menjadi asal penghasilan pokok masyarakat. "Baru kurang lebih setengah tahun ini aku mengembangkan itik dan ternyata hasilnya lumayan," kata Suparno, yg mempunyai 450 ekor itik.

Suparno merupakan pegawai negeri sipil (PNS) di Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Bantul. Ia mengaku output beternak itik melebihi penghasilan sebagai PNS. "Saya memutuskan ikut beternak karena melihat poly peternak yang sukses," tuturnya.

Telur dan bibit itik produksi Dusun Bogoran umumnya diambil para pedagang dari luar kota seperti Purworejo & Kutoarjo, Jawa Tengah. Mereka tak pernah risi menggunakan permintaan pasar karena selama ini produksi mereka selalu terserap. Untuk itik yg dewasa atau telah memasuki usia nonproduktif, peternak jua tak risi lantaran sejumlah pedagang bebek goreng menantinya.

Sekarang peternak justru khawatir ketika isu flu burung mencuat. Isu itu menciptakan permintaan telur dan daging drop. "Kami berharap flu burung sudah mereda lantaran kami pula sudah aktif memberi vaksinasi," ucapnya.

Berdasarkan data Dinas Peternakan Kelautan dan Perikanan Bantul, pencapaian aktivitas vaksinasi unggas pada Bantul tahun ini baru mencapai 52 persen. Dari total populasi unggas 580.000 ekor, baru 304.000 ekor yg divaksinasi. Kenyataan ini seharusnya sebagai perhatian poly pihak. Jangan hingga flu burung mewabah lagi….

Itik dikenal jua dengan kata Bebek (bhs.Jawa). Nenek moyangnya dari menurut Amerika Utara merupakan itik liar (Anas moscha) atau Wild mallard. Terus menerus dijinakkan sang insan hingga jadilah itik yg dipelihara kini yang diklaim Anas domesticus (ternak itik).

Secara internasional ternak itik terpusat di negara-negara Amerika utara, Amerika Selatan, Asia, Filipina, Malaysia, Inggris, Perancis (negara yg mempunyai trend tropis dan subtropis). Sedangkan pada Indonesia ternak itik terpusatkan pada daerah pulau Jawa (Tegal, Brebes dan Mojosari), Kalimantan (Kecamatan Alabio, Kabupaten Amuntai) dan Bali serta Lombok.

Klasifikasi (penggolongan) itik, berdasarkan tipenya dikelompokkan pada tiga (3) golongan, yaitu:

Itik petelur seperti Indian Runner, Khaki Campbell, Buff (Buff Orpington) & CV 2000-INA;

Itik pedaging seperti Peking, Rouen, Aylesbury, Muscovy, Cayuga;

Itik ornamental (itik kesayangan/hobby) seperti East India, Call (Grey Call), Mandariun, Blue Swedish, Crested, Wood.

Jenis hibrida yang diternakkan, khususnya di Indonesia ialah jenis itik petelur seperti itik tegal, itik khaki campbell, itik alabio, itik mojosari, itik bali, itik CV 2000-INA dan itik-itik petelur unggul lainnya yg merupakan produk dari BPT (Balai Penelitian Ternak) Ciawi, Bogor.

MANFAAT BUDIDAYA ITIK

Untuk bisnis ekonomi kerakyatan berdikari.

Untuk mendapatkan telur itik konsumsi, daging, dan jua pembibitan ternak itik.

Kotorannya mampu menjadi pupuk tanaman pangan/palawija.

Sebagai pengisi aktivitas dimasa pensiun.

Untuk mencerdaskan bangsa melalui penyediaan gizi warga .

PERSYARATAN LOKASI

Mengenai lokasi kandang yg perlu diperhatikan merupakan: letak lokasi jauh menurut keramaian/pemukiman penduduk, mempunyai letak transportasi yg mudah dijangkau dari lokasi pemasaran & kondisi lingkungan sangkar, mempunyai iklim yg kondusif bagi produksi ataupun produktivitas ternak. Itik dan kondisi lokasi tidak rawan penggusuran dalam beberapa periode produksi.

PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA

Sebelum seorang peternak memulai usahanya, harus menyiapkan diri, terutama pada hal pemahaman tentang pancausaha beternak yaitu: (1). Perkandangan; (2). Bibit Unggul; (3). Pakan Ternak; (4). Tata Laksana & (lima). Pemasaran Hasil Ternak.

Penyiapan Sarana dan Peralatan

Persyaratan temperatur sangkar ? 39 ? C.

Kelembaban sangkar berkisar antara 60-65%

Penerangan sangkar diberikan buat memudahkan pengaturan sangkar supaya tata sangkar sesuai dengan fungsi bagian-bagian sangkar

Model sangkar terdapat tiga (tiga) jenis yaitu:

kandang buat anak itik (DOD) oada masa stater bisa dianggap juga kandang box, menggunakan berukuran 1 m 2 bisa menampung 50 ekor DOD

kandang Brower (buat itik remaja) diklaim model kandang Ren/kandang kelompok menggunakan ukuran 16-100 ekor perkelompok

sangkar layar ( buat itik masa bertelur) modelnya sanggup berupa kandang baterei ( satu atau 2 ekor pada satu kotak) sanggup jua berupa kandang lokasi ( grup) dengan ukuran setiap meter persegi 4-lima ekor itik dewasa ( masa bertelur atau buat 30 ekor itik dewasa menggunakan berukuran kandang tiga x dua meter).

Kondisi sangkar dan perlengkapannya

Kondisi sangkar nir harus berdasarkan bahan yang mahal tetapi relatif sederhana asal tahan usang (kuat). Untuk perlengkapannya berupa tempat makan, tempat minum & mungkin perelengkapan tambahan lain yg bermaksud positif pada managemen

Pembibitan

Ternak itik yang dipelihara harus sahih-benar merupakan ternak unggul yang telah diuji keunggulannya pada menghasilkan output ternak yang dibutuhkan.

Pemilihan bibit & calon induk

Pemilihan bibit ada 3 ( tiga) cara untuk memperoleh bibit itik yang baik adalah sebagai berikut :

membeli telur tetas menurut induk itik yg dijamin keunggulannya

memelihara induk itik yaitu pejantan betina itik unggul buat mendapatkan telur tetas kemudian meletakannya dalam mentok, ayam atau mesin tetas

membeli DOD (Day Old Duck) dari pembibitan yg telah dikenal mutunya juga yg telah mendapat rekomendasi berdasarkan dinas peternakan setempat.Ciri DOD yang baik adalah nir cacat (tidak sakit) menggunakan warna bulu kuning mengkilap.

Perawatan bibit dan calon induk

Perawatan Bibit

Bibit (DOD) yang baru saja datang menurut pembibitan, hendaknya ditangani secara teknis agar tidak salah rawat. Adapun penanganannya sebagai berikut: bibit diterima & ditempatkan dalam sangkar brooder (indukan) yang telah dipersiapkan sebelumnya. Dan hal-hal yg perlu diperhatikan pada brooder adalah temperatur brooder diusahakan yg anak itik beredar secara merata, kapasitas sangkar brooder (box) buat 1 m? Bisa menampung 50 ekor DOD, loka pakan & tempat minum sinkron menggunakan ketentuan yaitu jenis pakan itik fase stater dan

minumannya perlu ditambah vitamin/mineral.

Perawatan calon Induk

Calon induk itik terdapat dua macam yaitu induk buat produksi telur konsumsi dan induk buat produksi telur tetas. Perawatan keduanya sama saja, perbedaannya hanya pada induk buat produksi telur tetas harus ada pejantan dengan perbandingan 1 jantan buat 5 ? 6 ekor betina.

Reproduksi & Perkawinan

Reproduksi atau perkembangbiakan dimaksudkan buat menerima telur tetas yg fertil/terbuahi menggunakan baik oleh itik jantan. Sedangkan sistem perkawinan dikenal ada 2 macam yaitu itik hand mating/pakan itik yang dibuat sang insan & nature mating (perkawinan itik secara alami).

Pemeliharaan

Sanitasi dan Tindakan Preventif

Sanitasi kandang mutlak dibutuhkan dalam pemeliharaan itik dan tindakan preventif (pencegahan penyakit) perlu diperhatikan sejak dini buat mewaspadai timbulnya penyakit.

Pengontrol Penyakit

Dilakukan setiap ketika & secara hati-hati serta menyeluruh. Cacat & tangani secara serius apabila ada indikasi-tanda kurang sehat dalam itik.

Pemberian Pakan

Pemberian pakan itik tersebut dalam tiga fase, yaitu fase stater (umur 0?8 minggu), fase grower (umur 8?18 minggu) dan fase layar (umur 18?27 minggu). Pakan ketiga fase tersebut berupa pakan jadi dari pabrik (secara praktisnya) dengan kode masing-masing fase. Cara memberi pakan tersebut terbagi pada empat gerombolan yaitu:

umur 0-16 hari diberikan dalam tempat pakan datar (tray feeder)

umur 16-21 hari diberikan menggunakan tray feeder & sebaran dilantai

umur 21 hari samapai 18 minggu disebar dilantai.

Umur 18 minggu?72 minggu, ada 2 cara yaitu 7 hari pertama secara pakan peralihan dengan memperhatikan permulaan produksi bertelur sampai produksi mencapai 5%. Setelah itu pemberian pakan itik secara ad libitum (terus menerus).

Dalam hal pakan itik secara ad libitum, buat berhemat pakan porto baik tempat ransum sendiri yg biasa diranum menurut bahan-bahan seperti jagung, bekatul, tepung ikan, tepung tulang, bungkil feed suplemen.

Pemberian minuman itik, dari pada umur itik juga yaitu :

umur 0-7 hari, buat tiga hari pertama iar minum ditambah vitamin dan mineral, tempatnya asam seperti untuk anak ayam.

Umur 7-28 hari, loka minum dipinggir kandang dan air minum diberikan secara ad libitum (terus menerus)

umur 28 hari-afkir, loka minum berupa empat persegi panjang dengan berukuran dua m x 15 cm & tingginya 10 centimeter buat 200-300 ekor. Tiap hari dibersihkan.

Pemeliharaan Kandang

Kandang hendaknya selalu dijaga kebersihannya & daya gunanya supaya produksi tidak terpengaruh berdasarkan syarat sangkar yg ada.

HAMA DAN PENYAKIT

Secara garis besar penyakit itik dikelompokkan dalam 2 hal yaitu:

Penyakit yg ditimbulkan oleh mikroorganisme seperti virus, bakteri dan protozoa

Penyakit yang ditimbulkan oleh defisiensi zat makanan & tata laksana perkandangan yg kurang tepat

Adapun jenis penyakit yang biasa terjangkit dalam itik merupakan:

Penyakit Duck Cholera

Penyebab: bakteri Pasteurela avicida.

Gejala: mencret, lumpuh, tinja kuning kehijauan.

Pengendalian: sanitasi kandang, pengobatan menggunakan suntikan penisilin pada urat daging dada dengan takaran sesuai label obat.

Penyakit Salmonellosis

Penyebab: bakteri typhimurium.

Gejala: pernafasan sesak, mencret.

Pengendalian: sanitasi yang baik, pengobatan menggunakan furazolidone melalui pakan menggunakan konsentrasi 0,04% atau dengan sulfadimidin yg dicampur air minum, dosis diadaptasi menggunakan label obat.

PANEN

Hasil Utama

Hasil primer, usaha ternak itik petelur adalah telur itik

Hasil Tambahan

Hasil tambah berupa induk afkir, itik jantan sebagai ternak daging dan kotoran ternak sebagai pupuk tanam yg berharga

PASCAPANEN

Kegiatan pascapanen yang bias dilakukan merupakan pengawetan. Dengan pengawetan maka nilai hemat telur itik akan lebih usang dibanding bila nir dilakukan pengawetan. Telur yg tidak diberikan perlakuan pengawetan hanya bisa tahan selama 14 hari apabila disimpan dalam temperatur ruangan bahkan akan segera membusuk. Adapun perlakuan pengawetan terdiri menurut lima macam, yaitu:

Pengawetan menggunakan air hangat

Pengawetan menggunakan air hangat merupakan pengawetan telur itik yang paling sederhana. Dengan cara ini telur dapat bertahan selama 20 hari.

Pengawetan telur dengan daun jambu biji

Perendaman telur menggunakan daun jambu biji dapat mempertahankan mutu telur selama sekitar 1 bulan. Telur yang telah direndam akan berubah warna menjadi agak coklat misalnya telur pindang.

Pengawetan telur menggunakan minyak kelapa

Pengawetan ini merupakan pengawetan yg simpel. Dengan cara ini rona kulit telur & cita rasanya nir berubah.

Pengawetan telur menggunakan natrium silikat

Bahan pengawetan natrium silikat merupkan cairan kental, nir berwarna, jernih, dan nir berbau. Natirum silikat dapat menutupi pori kulit telur sehingga telur awet dan tahan lama hingga 1,5 bulan. Adapun caranya adalah dengan merendam telur pada larutan natrium silikat10% selama satu bulan.

Pengawetan telur dengan garam dapur

Garam direndam dalam larutan garam dapur (NaCl) dengan konsentrasi 25-40% selama tiga minggu.

ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA

Analisis Usaha Budidaya

Perkiraan analisis budidaya itik di Semarang tahun 1999 adalah menjadi berikut:.

Permodalan

Modal kerja

Anak itik siap telur um 6 bl 36 paketx500 ek x Rp 6.000 ====== Rp 108.000.000,-

Biaya kelancaran bisnis & lain-lain ==================== Rp 4.000.000,-

Modal Investasi

Kebutuhan kandang 36 paket x Rp 500.000,- ============= Rp 18.000.000,-

Jumlah kebutuhan modal : Rp 130.000.000,-

Prasyaratan kredit yg dikehendaki:

Bunga (menurun) 20% /tahun

Masa tanggung angsuran 1 tahun

Lama kredit 3 tahun

Biaya-porto

Biaya kelancaran usaha & lain-lain ======================= Rp 4.000.000,-

Biaya tetap

Biaya pengambalian kredit:

Biaya pengambalian angsuran dan bunga tahun I ============ Rp 14.723.000,-

Biaya pengambalian angsuran & bunga tahun II =========== Rp 86.125.000,-

Biaya pengambalian angsuran & bunga tahun III ========== Rp 73.125.000,-

Biaya penyusutan kandang:

porto penyusutan kandang tahun I ================== Rp tiga.600.000,-

biaya penyusutan kandang tahun II ================== Rp 3.600.000,-

porto penyusutan kandang tahun III ================= Rp 3.600.000,-

Biaya nir permanen

Biaya pembayaran ransum:

biaya ransum tahun I ============================== Rp 245.700.000,-

porto ransum tahun II ============================== Rp 453.600.000,-

porto ransum tahun III ============================= Rp 453.600.000,-

Biaya pembayaran itik siap produksi:

pembayaran tahun I =============================== Rp 108.000.000,-

pembayaran tahun II –

pembayaran tahun III –

Biaya pembayaran obat-obatan:

porto pembayaran obat-obatan tahun I ================== Rp 2.457.000,-

porto pembayaran obat-obatan tahun II ================= Rp 4.536.000,-

porto pembayaran obat-obatan tahun III ================= Rp 4.436.000,-

( Biaya obat-obatan merupakan 1% dari porto ransum)

Pendapatan

Penjualan telur tahun I ================================ Rp 384.749.920,-

Penjualan telur tahun II =============================== Rp 615.600.000,-

Penjualan telur tahun III =============================== Rp 615.600.000,-

Penjualan itik culling dua x 1.425 x Rp dua.000,- ================= Rp lima.700.000,-

Gambaran Peluang Agribisnis

Telur dan daging itik adalah komoditi ekspor yg dapat menaruh laba akbar. Kebutuhan akan telur dan daging pasar internasional sangat besar dan masih tidak seimbang dari persediaan yg terdapat. Hal ini dapat dilihat bahwa baru dua negara Thailand & Malaysia yg sebagai negara pengekspor terbesar. Hingga waktu ini budidaya itik masih merupakan komoditi yang menjanjikan untuk dikembangkan secara intensif.

Usaha ternak itik bagi warga dipedesaan merupakan keliru satu mata pencaharian untuk menaikkan pendapatan rumah tangga. Pada umumnya itik dipelihara secara tradisional (ekstensif) menggunakan pengembalaan di lahan sawah atau rawa. Dengan semakin intensifnya pola tanam huma sawah dan banyaknya bahan kimia yang digunakan, maka ketersediaan pakan itik secara alami menjadi berkurang termasuk kematian dampak keracunan pestisida. Salah satu upaya buat mengatasi hal tadi adalah melalui budidaya semi-intensif atau intensif. Pemeliharaan itik menggunakan sistem tadi mempunyai beberapa keunggulan, antara lain : produktivitas telur lebih tinggi, kesehatan dan keselamatan itik lebih terjamin, porto pemeliharaan lebih efisien dan menghemat tenaga. Beberapa bangsa itik lokal yang sudah dikenal rakyat dan memiliki karakteristik tersendiri diberi nama sesuai wilayah asalnya misalnya itik Mojosari, Alabio, Tegal, Cirebon dan Magelang. Di daerah Banten, salah satu jenis itik lokal yang relatif dikenal & banyak diusahakan rakyat menjadi petelur merupakan itik Damiaking. Warna bulu itik jenis ini misalnya jerami padi kering, warna kaki & paruh hitam, sedangkan bobot badan betina dewasa berkisar antara 1,5 ? Dua,2 kg.

DESKRIPSI TEKNOLOGI

Pada usaha skala rumah tangga, kandang itik dibangun sistem pekarangan, yaitu kombinasi pemeliharaan sistem terkurung & sistem tanggal. Kandang dibuat berdasarkan bahan yg tersedia disekitar lokasi dan harganya murah serta memenuhi syarat : memberikan kenyamanan & kesehatan ternak dan nir menggangu peternak.

Budidaya dilakukan secara semi-intensif dengan skala kepemilikan 100 ekor (kisaran 50 ? 150 ekor). Itik yang digunakan adalah stadia siap telur (grower) umur 4 ? Lima bulan, sedangkan perbandingan betina dan jantan adalah 30 : 1.

Pakan berupa dedak halus, konsentrat & keong mas atau dedak halus, konsentrat & ikan rucah segar.

Pada daerah pedalaman, kombinasi pakan yg dianjurkan merupakan dedak halus, konsentrat & keong mas, sedangkan dalam wilayah dekat pantai/bahari adalah dedak halus, konsentrat & ikan rucah segar.

Di dekat kandang tersedia saluran air buat membersihkan bulu & mempertahankan suhu tubuh

KEUNGGULAN INOVASI

Usaha ternak itik skala tempat tinggal tangga dengan budidaya semi-intensif mempunyai beberapa keunggulan, antara lain : produktivitas telur lebih tinggi dibanding teknologi ekstensif yg biasa diterapkan peternak, produktivitas bulanan berkisar antara 41,lima ? 76,1 % (rataan 54,6 %) atau setara dengan 160 ? 165 buah/ekor/tahun, pemanfaatan keong mas (hama padi) menjadi pakan bisa diperoleh dari sawah dan membuka kesempatan kerja & berusaha bagi masyarakat. Selain itu, usaha tadi pula merupakan salah satu upaya penanggulangan kemiskinan di pedesaan.

PENERAPAN INOVASI

Pemeliharaan itik skala rumah tangga dilakukan dengan dua metoda. Pada trend tanam padi dilakukan secara terkurung, dan dalam ekspresi dominan panen diumbar pada huma sawah.

Kandang dibentuk berukuran 8 m x 7,lima m (luas 60 m2), dimana 1/tiga bagian (8 m x dua,5 m) tertutup dan beratap untuk itik tidur dan bertelur, sedangkan 2/3 bagian lagi (8 m x lima m) terbuka sebagai page buat itik makan, minum & bermain dalam siang hari.

Lantai sangkar berupa tanah yg diberi alas sekam atau jerami padi buat menyerap air & kotoran menggunakan ketebalan lebih kurang 5 centimeter.

Pada usaha skala tempat tinggal tangga menggunakan kepemilikan itik sebesar 100 ekor diharapkan pakan dedak halus sebanyak 7,lima ? 10,0 kg/hari, konsentrat 1,5 ? Dua,0 kg/hari dan keong mas 20 ? 25 kg/hari (atau diganti dengan ikan rucah segar).

Pada trend tanam (pemeliharaan terkurung), pakan diberikan sebanyak 4 kali/hari yaitu berupa dedak halus dicampur konsentrat sebanyak dua kali/hari (pukul 07.00 & 17.00 WIB) & keong mas sebanyak 2 kali/hari (pukul 11.00 dan 15.00 WIB), sedangkan pada ekspresi dominan panen anugerah pakan hanya diberikan 1 kali/hari yaitu berupa dedak halus (pukul 17.00 WIB).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *