Analisis Budidaya Ikan Mas Koki Agar Laba Semakin Berkilau

Posted on

Bisnis Budi Daya Ikan Hias telah sebagai asal penghasilan poly orang, salah satu ikan Hias air tawar yg relatif populer adalah Ikan Mas Koki. Bentuk tubuh dan rona latif yg dimiliki Mas Koki menjadi pemikat bagi para penggemar ikan hias air tawar. Selain itu harga ikan Mas koki juga tergolong tidak mahal, sehingga penggemar ikan hias jenis ini datang menurut aneka macam kalangan. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa berkantong tebal. Ikan Mas Koki biasa berharga dalam kisaran 2 ribu rupiah hingga 10 ribu rupiah tetapi Ikan Mas Koki yg berhasil menjadi kampiun dalam sebuah kontes akan memiliki harga yg bervariasi menurut seratus ribu lebih sampai puluhan juta rupiah per ekor.

Besarnya minat memelihara ikan Mas Koki juga didukung oleh kemudahan pada memelihara dan membudidayakannya. Tidak memerlukan huma yg luas dan kuliner yang mudah diperoleh di sekitar loka tinggal. Ikan Mas Koki bisa dipelihara pada akuarium, kolam semen, bak fiber atau kolam contoh lain. Tak heran jika menggeluti Bisnis Budi daya ikan Mas Koki sebagai peluang bisnis yang menawarkan laba yg relatif lumayan.

Ikan Hias Mas Koki nir hanya mempunyai pasar di pada negeri saja tetapi pula dieksport ke luar negeri dengan harga relatif tinggi. Konon Ikan Mas Koki berasal dari daratan Cina yg kini sudah banyak dikembangbiakkan pada Indonesia. Hobi memelihara ikan hias termasuk Ikan mas koki terkadang menciptakan orang betah berlama-lama di depan akuarium atau kolam, berapapun porto rela dikeluarkan buat menyalurkan hobi tersebut.

Salah satu contoh sukses bisnis ikan hias Mas Koki adalah Yusak & Agus Wijaya, warga Desa Banyuurip, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang, yang pula pehobi ikan hias jenis koki. Selain membudidayakan Ikan Mas Koki keduanya tak jarang mengikutkan ikan-ikan mas koki hasil budi dayanya dalam aneka macam kontes dan sebagai kampiun. Setelah sebagai kampiun akan terjadi transaksi ikan Mas Koki menggunakan penghobi lain dan pada umumnya ikan mas Koki kampiun harganya akan sebagai mahal. Dengan demikian ini merupakan peluang bisnis yang bisa dijadikan sandaran hayati.

Tidak jauh tidak sinkron dengan Yusak Dan Agus, sukses usaha budi daya ikan mas Koki juga terdapat pada Desa Sawah Murti, Bojong Sempu, Parung, Bogor, Jawa Barat. Lokasinya nir terlalu jauh dari Jakarta, dan mudah dicapai. Salah seorang yang menekuni usaha budidaya ikan mas koki pada desa itu adalah Muhammad Tabrani atau biasa dipanggil Pak Tatab. Dia membudidayakan ikan mas koki mulai dari pembenihan sampai pembesaran.Setiap bulannya menurut tempat ini didapatkan kurang lebih 30 ribu hingga 40 ribu ekor anakan ikan, yang dijual ke petani pembesaran di sekitar daerah Bogor, Jawa Barat dan Tangerang, Banten.

Budidaya ikan mas koki termasuk usaha yang menguntungkan. Modal yang dibutuhkan nir terlalu besar . Gambaran analisis usaha Budi daya Ikan Mas Koki secara kasar sebagai berikut : Biaya pembuatan kolam pembenihan berukuran lima kali tiga meter lebih kurang 250 ribu rupiah. Dibutuhkan sekitar 10 kolam dengan porto sekitar 2 1/2 juta rupiah. Sedangkan porto pakan cacing sutra lebih kurang 15 ribu rupiah per hari selama 20 hari. Setiap bulan menurut penjualan anakan ikan mas koki diperoleh penghasilan tiga juta hingga 4 juta rupiah.

1. SEJARAH SINGKAT

Ikan mas merupakan jenis ikan konsumsi air tawar, berbadan memanjang pipih kesamping & lunak. Ikan mas sudah dipelihara sejak tahun 475 sebelum masehi pada Cina. Di Indonesia ikan mas mulai dipelihara lebih kurang tahun 1920. Ikan mas yang masih ada pada Indonesia merupakan merupakan ikan mas yg dibawa menurut Cina, Eropa, Taiwan & Jepang. Ikan mas Punten & Majalaya merupakan hasil seleksi di Indonesia. Sampai saat ini telah masih ada 10 ikan mas yang bisa diidentifikasi berdasarkan karakteristik morfologisnya.

2. SENTRA PERIKANAN

Budidaya ikan mas sudah berkembang pesat di kolam biasa, pada sawah, waduk, sungai air deras, bahkan ada yang dipelihara pada keramba di perairan generik. Adapun pusat produksi ikan mas adalah: Ciamis, Sukabumi, Tasikmalaya, Bogor, Garut, Bandung, Cianjur, Purwakarta

tiga. JENIS

Dalam ilmu taksonomi fauna, klasifikasi ikan mas adalah sebagai berikut:

Kelas : Osteichthyes

Anak kelas : Actinopterygii

Bangsa : Cypriniformes

Suku : Cyprinidae

Marga : Cyprinus

Jenis : Cyprinus carpio L.

Saat ini ikan mas memiliki poly ras atau stain. Perbedaan sifat & ciri berdasarkan ras disebabkan oleh adanya hubungan antara genotipe dan lingkungan kolam, demam isu & cara pemeliharaan yg terlihat berdasarkan penampilan bentuk fisik, bentuk tubuh dan warnanya. Adapun karakteristik-karakteristik menurut beberapa strain ikan mas adalah sebagai berikut:

Ikan mas punten: sisik berwarna hijau gelap; potongan badan paling pendek; bagian punggung tinggi melebar; mata agak menonjol; gerakannya gesit; perbandingan antara panjang badan & tinggi badan antara 2,3:1.

Ikan mas majalaya: sisik berwarna hijau keabu-abuan menggunakan tepi sisik lebih gelap; punggung tinggi; badannya nisbi pendek; gerakannya lamban, jika diberi kuliner suka berenang pada permukaan air; perbandingan panjang badan menggunakan tinggi badan antara tiga,dua:1.

Ikan mas si nyonya: sisik berwarna kuning belia; badan relatif panjang; mata pada ikan muda nir menonjol, sedangkan ikan dewasa bermata sipit; gerakannya lamban, lebih senang berada di permukaan air; perbandingan panjang badan dengan tinggi badan antara 3,6:1.

Ikan mas taiwan: sisik berwarna hijau kekuning-kuningan; badan relatif panjang; penampang punggung membulat; mata relatif menonjol; gerakan lebih gesit dan aktif; perbandingan panjang badan menggunakan tinggi badan antara tiga,lima:1.

Ikan mas koi: bentuk badan bulat panjang & bersisisk penuh; warna sisik bermacam-macam misalnya putih, kuning, merah menyala, atau kombinasi berdasarkan rona-warna tadi. Beberapa ras koi merupakan long tail Indonesian carp, long tail platinm nishikigoi, platinum nishikigoi, long tail shusui nishikigoi, shusi nishikigoi, kohaku hishikigoi, lonh tail hishikigoi, taishusanshoku nshikigoi & long tail taishusanshoku nishikigoi. Dari sekian banyak strain ikan mas, di Jawa Barat ikan mas punten kurang berkembang lantaran diduga orang Jawa Barat lebih menyukai ikan mas yang berbadan nisbi panjang. Ikan mas majalaya termasuk jenis unggul yang poly dibudidayakan.

4. MANFAAT

Sebagai asal penyediaan protein hewani.

Sebagai ikan hias.

Lima. PERSYARATAN LOKASI

Tanah yg baik untuk kolam pemeliharaan adalah jenis tanah liat/lempung, tidak berporos. Jenis tanah tersebut bisa menunda massa air yg besar & nir bocor sebagai akibatnya dapat dibuat pematang/dinding kolam.

Kemiringan tanah yang baik buat pembuatan kolam berkisar antara 3-lima% buat memudahkan pengairan kolam secara gravitasi.

Ikan mas dapat tumbuh normal, bila lokasi pemeliharaan berada dalam ketinggian antara 150-1000 m dpl.

Kualitas air buat pemeliharaan ikan mas harus higienis, tidak terlalu keruh & tidak tercemar bahan-bahan kimia beracun, & minyak/limbah pabrik.

Ikan mas bisa berkembang pesat pada kolam, sawah, kakaban, dan sungai air deras. Kolam menggunakan sistem pengairannya yg mengalir sangat baik bagi pertumbuhan dan perkembangan fisik ikan mas. Debit air buat kolam air damai 8-15 liter/dtk/ha, sedangkan buat pembesaran pada kolam air deras debitnya 100 liter/mnt/m?.

Keasaman air (pH) yg baik merupakan antara 7-8.

Suhu air yang baik berkisar antara 20-25?C.

6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA

Penyiapan Sarana & Peralatan

Kolam

Lokasi kolam dicari yang dekat menggunakan sumber air & bebas banjir. Kolam dibangun pada huma yang landai menggunakan kemiringan dua?5% sehingga memudahkan pengairan kolam secara gravitasi.

Kolam pemeliharaan induk

Luas kolam tergantung jumlah induk dan intensitas pengelolaannya. Sebagai contoh buat 100 kg induk memerlukan kolam seluas 500 meter persegi bila hanya mengandalkan pakan alami dan dedak. Sedangkan apabila diberi pakan pelet, maka untuk 100 kg induk memerlukan luas 150-200 meter persegi saja. Bentuk kolam usahakan persegi panjang menggunakan dinding sanggup ditembok atau kolam tanah dengan dilapisi anyaman bambu bagian dalamnya. Pintu pemasukan air mampu menggunakan paralon & dipasang sarinya, sedangkan buat pengeluaran air sebaiknya berbentuk monik.

Kolam pemijahan

Tempat pemijahan dapat berupa kolam tanah atau bak tembok. Ukuran/luas kolam pemijahan tergantung jumlah induk yg dipijahkan menggunakan bentuk kolam empat persegi panjang. Sebagai patokan bahwa buat 1 ekor induk menggunakan berat 3 kg memerlukan luas kolam kurang lebih 18 m? Dengan 18 buah ijuk/kakaban. Dasar kolam dibuat miring kearah pembuangan, buat menjamin supaya dasar kolam bisa dikeringkan. Pintu pemasukan bisa dengan pralon & pengeluarannya mampu pula menggunakan pralon (jika berukuran kolam kecil) atau pintu monik. Bentuk kolam penetasan pada dasarnya sama menggunakan kolam pemijahan dan sering jua buat penetasan menggunakan kolam pemijahan. Pada kolam penetasan diusahakan agar air yg masuk bisa menyebar ke daerah yg ada telurnya.

Kolam pendederan

Bentuk kolam pendederan yang baik merupakan segi empat. Untuk kegiatan pendederan ini umumnya ada beberapa kolam yaitu pendederan pertama dengan luas 25-500 m 2 dan pendederan lanjutan 500-1000 m 2 per petak. Pemasukan air sanggup menggunakan pralon dan pengeluaran/ pembuangan dengan pintu berbentuk monik. Dasar kolam dibuatkan kemalir (saluran dasar) & pada dekat pintu pengeluaran dibentuk kubangan. Fungsi kemalir adalah loka berkumpulnya benih ketika panen & kubangan buat memudahkan penangkapan benih. Dasar kolam dibentuk miring ke arah pembuangan. Petak tambahan air yang memiliki kekeruhan tinggi (air sungai) maka perlu dibuat bak pengendapan dan bak penyaringan.

Peralatan

Alat-indera yang biasa dipakai pada bisnis pembenihan ikan mas diantaranya adalah: jala, waring (anco), hapa (kotak dari jaring/kelambu buat menampung ad interim induk maupun benih), seser, ember-ember, baskom berbagai berukuran, timbangan skala mini (gr) & besar (kg), cangkul, arit, pisau serta piring secchi (secchi disc) untuk mengukur kadar kekeruhan. Sedangkan alat-alat lain yg dipakai buat memanen/menangkap ikan mas antara lain merupakan warring / scoopnet yang halus, ayakan panglembangan diameter 100 cm, ayakan penandean diameter 5 centimeter, tempat menyimpan ikan, keramba kemplung, keramba kupyak, fish bus (untuk mengangkut ikan jeda dekat), kekaban (buat loka penempelan telur yang bersifat inheren), hapa menurut kain tricote (buat penetasan telur secara terkontrol) atau kadang-kadang untuk penangkapan benih, ayakan penyabetan menurut alumunium/bambu, oblok/delok (buat pengangkut benih), sirib (buat menangkap benih ukuran 10 centimeter keatas), anco/hanco (untuk menangkap ikan), lambit menurut jaring nilon (buat menangkap ikan konsumsi), scoopnet (buat menangkap benih ikan yg berumur satu minggu keatas), seser (gunanya= scoopnet, namun ukurannya lebih besar ), jaring berbentuk segiempat (buat menangkap induk ikan atau ikan konsumsi).

Persiapan Media

Yang dimaksud menggunakan persiapan merupakan melakukan penyiapan media buat pemeliharaan ikan, terutama tentang pengeringan, pemupukan dlsb. Dalam menyiapkan media pemeliharaan ini, yang perlu dilakukan merupakan pengeringan kolam selama beberapa hari, lalu dilakukan pengapuran untuk memberantas hama dan ikan-ikan liar sebesar 25-200 gr/meter persegi, diberi pemupukan berupa pupuk protesis, yaitu urea dan TSP masing-masing dengan takaran 50-700 gr/meter persegi, mampu jua ditambahkan pupuk protesis yg berupa urea & TSP masing-masing dengan takaran 15 gram & 10 gr/meter persegi.

Pembibitan

Pemilihan Bibit & Induk

Usaha pembenihan ikan mas dapat dilakukan menggunakan aneka macam cara yaitu secara tradisional, semi intensif & secara intensif. Dengan semakin meningkatnya teknologi budidaya ikan, khususnya teknologi pembenihan maka sudah dilaksanakan penggunaan induk-induk yg berkualitas baik. Keberhasilan bisnis pembenihan tidak lagi poly bergantung dalam syarat alam namun manusia sudah banyak menemukan kemajuan antara lain pemijahan menggunakan hipofisisasi, peningkatan derajat pembuahan telur menggunakan teknik pembunuhan buatan, penetasan telur secara terkontrol, pengendalian kuantitas dan kualitas air, teknik kultur makanan alami & pemurnian kualitas induk ikan. Untuk peningkatan produksi benih perlu dilakukan penyeleksian terhadap induk ikan mas.

Adapun ciri-ciri induk jantan & induk betina unggul yg telah matang buat dipijah adalah sebagai berikut:

Betina: umur antara 1,lima-dua tahun dengan berat berkisar 2 kg/ekor; Jantan: umur minimum 8 bulan menggunakan berat berkisar 0,lima kg/ekor.

Bentuk tubuh secar akeseluruhan mulai dari verbal hingga ujung sirip ekor mulus, sehat, sirip nir stigma.

Tutup manusia normal tidak tebal dan apabila dibuka tidak masih ada bercak putih; panjang ketua minimal 1/3 berdasarkan panjang badan; lensa mata tampak jernih.

Sisik tersusun rapih, cerah nir kusam.

Pangkal ekor bertenaga dan normal dengan panjang panmgkal ekor harus lebih panjang dibandingkan lebar/tebal ekor.

Sedangkan karakteristik-ciri buat membedakan induk jantan & induk betina adalah menjadi berikut:

Betina

Badan bagian perut besar , buncit dan lembek.

Gerakan lambat, pada malam hari umumnya loncat-loncat.

Jika perut distriping mengeluarkan cairan berwarna kuning.

Jantan

Badan tampak langsing.

Gerakan lincah dan gesit.

Apabila perut distriping mengeluarkan cairan sperma berwarna putih.

Sistim Pembenihan/Pemijahan

Saat ini dikenal dua macam sistim pemijahan pada budidaya ikan mas, yaitu

Sistim pemijahan tradisional

Dikenal beberapa cara melakukan pemijahan secara tradisional, yaitu:

Cara sunda:

luas kolam pemijahan 25-30 meter persegi, dasar kolam sedikit berlumpur, kolam dikeringkan kemudian diisi air dalam pagi hari, induk dimasukan dalam sore hari;

disediakan injuk buat menepelkan telur;

sehabis proses pemijahan terselesaikan, ijuk dipindah ke kolam penetasan.

Cara cimindi:

luas kolam pemijahan 25-30 meter persegi, dasar kolam sedikit berlumpur, kolam dikeringkan kemudian diisi air dalam pagi hari, induk dimasukan dalam sore hari; kolam pemijahan merupakan kolam penetasan;

disediakan injuk buat menepelkan telur, ijuk dijepit bambu & diletakkan dipojok kolam dan dibatasi pematang antara menurut tanah;

selesainya proses pemijahan terselesaikan induk dipindahkan ke kolam lain;

tujuh hari sehabis pemijahan ijuk ini dibuka lalu sekitar 2-tiga minggu sesudah itu bisa dipanen benih-benih ikan.

Cara rancapaku:

luas kolam pemijahan 25-30 meter persegi, dasar kolam sedikit berlumpur, kolam dikeringkan kemudian diisi air dalam pagi hari, induk dimasukan dalam sore hari; kolam pemijahan merupakan kolam penetasan, batas pematang antara terbuat dari batu;

disediakan rumput kemarau buat menepelkan telur, rumput disebar merata di seluruh permukaan air kolam dan dibatasi pematang antara menurut tanah;

setelah proses pemijahan selesai induk tetap pada kolam pemijahan.;

selesainya benih ikan bertenaga maka akan berpindah tempat melalui sela bebatuan, sesudah 3 minggu maka benih bisa dipanen.

Cara sumatera:

luas kolam pemijahan 5 meter persegi, dasar kolam sedikit berlumpur, kolam dikeringkan kemudian diisi air pada pagi hari, induk dimasukan pada sore hari; kolam pemijahan merupakan kolam penetasan;

disediakan injuk buat menepelkan telur, ijuk ditebar di bagian atas air;

selesainya proses pemijahan terselesaikan induk dipindahkan ke kolam lain;

sehabis benih berumur lima hari kemudian pindahkan ke kolam pendederan.

Cara dubish:

luas kolam pemijahan 25-50 meter persegi, dibentuk parit keliling menggunakan lebar 60 centimeter dalam 35 centimeter, kolam dikeringkan lalu diisi air dalam pagi hari, induk dimasukan dalam sore hari; kolam pemijahan adalah kolam penetasan;

sebagai media penempel telur dipakai tanaman hidup seperti Cynodon dactylon setinggi 40 centimeter;

selesainya proses pemijahan terselesaikan induk dipindahkan ke kolam lain;

sehabis benih berumur lima hari kemudian pindahkan ke kolam pendederan.

Cara hofer:

sama misalnya cara dubish hanya nir ada parit dan tumbuhan Cynodon dactylon dipasang di depan pintu pemasukan air.

Sistim kawin suntik

Pada sisitim ini induk baik jantan juga betina yg matang bertelur dirangsang buat memijah sehabis penyuntikan ekstrak kelenjar hyphofise ke dalam tubuh ikan. Kelenjar hyphofise diperoleh menurut kepala ikan donor (berada dilekukan tulang tengkorak pada bawah serebrum). Setelah suntikan dilakukan dua kali, pada tempo 6 jam induk akan terangsang melakukan pemijahan. Sistim ini memerlukan biaya yg tinggi, wahana yg lengkap dan perawatan yg intensif.

Pembenihan/Pemijahan

Hal yang perlu diperhatikan pada melakukan pemijahan ikan mas:

Dasar kolam tidak berlumpur, tidak bercadas.

Air tidak terlalu keruh; kadar oksigen pada air cukup; debit air relatif; & suhu berkisar 25 derajat C.

Diperlukan bahan penempel telur seperti ijuk atau flora air.

Jumlah induk yang disebar tergantung berdasarkan luas kolam, sebagai patokan seekor induk berat 1 kg memerlukan kolam seluas 5 meter persegi.

Pemberian makanan dengan kandungan protein 25%. Untuk pellet diberikan secara teratur 2 kali sehari (pagi & sore hari) menggunakan takaran 2-4% dari jumlah berat induk ikan.

Pemeliharaan Bibit/Pendederan

Pendederan atau pemeliharaan anak ikan mas dilakukan setelah telur-telur hasil pemijahan menetas. Kegiatan ini dilakukan dalam kolam pendederan (luas 200-500 meter persegi) yg telah siap menerima anak ikan dimana kolam tadi dikeringkan terlebih dahulu serta dibersihkan menurut ikan-ikan liar. Kolam diberi kapur dan dipupuk sesuai ketentuan. Begitu jua dengan hadiah pakan buat bibit diseuaikan menggunakan ketentuan. Pendederan ikan mas dilakukan pada beberapa termin, yaitu:

Tahap I: umur benih yg disebar lebih kurang 5-7 hari(ukuran1-1,lima centimeter); jumlah benih yang disebar=100-200 ekor/meter persegi; lama pemeliharaan 1 bulan; berukuran benih menjadi 2-3 cm.

Tahap II: umur benih setelah tahap I terselesaikan; jumlah benih yg disebar=50-75 ekor/meter persegi; lama pemeliharaan 1 bulan; berukuran benih menjadi tiga-lima cm.

Tahap III: umur benih sehabis tahap II selesai; jumlah benih yang disebar=25-50 ekor/meter persegi; lama pemeliharaan 1 bulan; berukuran benih sebagai 5-8 cm; perlu penambahan kuliner berupa dedak halus 3-5% dari jumlah bobot benih.

Tahap IV: umur benih selesainya termin III terselesaikan; jumlah benih yang disebar=3-lima ekor/meter persegi; usang pemeliharaan 1 bulan; berukuran benih menjadi 8-12 cm; perlu penambahan makanan berupa dedak halus 3-lima% menurut jumlah bobot benih.

Perlakuan dan Perawatan Bibit

Jika benih belum mencapai berukuran 100 gr, maka benih diberi pakan pelet 2 mm sebanyak 3 kali bobot total benih yg diberikan 4 kali sehari selama tiga minggu.

Pemeliharaan Pembesaran

Pemeliharaan pembesaran dapat dilakukan secara polikultur maupun monokultur.

Polikultur

ikan mas 50%, ikan tawes 20%, dan mujair 30%, atau

ikan mas 50%, ikan gurame 20% dan ikan mujair 30%.

Monokultur

Pemeliharaan sistem ini merupakan pemeliharaan terbaik dibandingkan dengan polikultur & pada sistem ini dilakukan pemisahan antara induk jantan & betina.

Pemupukan

Pemupukan menggunakan kotoran sangkar (ayam) sebanyak 250-500 gr/m dua , TSP 10 gr/m dua , Urea 10 gr/m dua , kapur 25-100 gr/m dua . Setelah itu kolam diisi air 39�-40 cm. Biarkan lima-7 hari. Dua hari selesainya pengisian air, kolam disemprot dengan insektisida organophosphat misalnya Sumithion 60 EC, Basudin 60 EC menggunakan takaran dua-4 ppm. Tujuannya untuk memberantas serangga & udang-udangan yg memangsa rotifera. Setelah 7 hari lalu, air ditinggikan lebih kurang 60 cm. Padat penebaran ikan tergantung pemeliharaannya. Apabila hanya mengandalkan pakan alami & dedak, maka padat penebaran merupakan 100-200 ekor/m 2 , sedangkan bila diberi pakan pellet, maka penebaran adalah 300-400 ekor/m dua (benih lepas hapa). Penebaran dilakukan pada pagi/sore hari waktu suhu rendah.

Pemberian Pakan

Dalam pembenihan secara intensif umumnya diutamakan pemberian pakan protesis. Pakan yg berkualitas baik mengandung zat-zat makanan yg cukup, yaitu protein yang mengandung asam amino esensial, karbohidrat, lemak, vitamin & mineral. Perawatan larva dalam hapa kurang lebih 4-lima hari. Setelah larva nir melekat pada kakaban (3-4 hari lalu) kakaban diangkat dan dibersihkan. Pemberian pakan untuk larva, 1 buah kuning telur rebus buat 100.000 ekor/hari. Caranya kuning telur dibuat suspensi (seperempat liter air buat 1 butir), kuning telur diremas pada kain kemudian diberikan dalam benih, perawatan lima-7 hari.

Pemeliharaan Kolam/Tambak

Dalam hal pemeliharaan ikan mas yg tidak boleh terabaikan merupakan menjaga syarat perairan supaya kualitas air cukup stabil & higienis serta nir tercemari/teracuni oleh zat beracun.

7. HAMA DAN PENYAKIT

Hama

Bebeasan (Notonecta)

Berbahaya bagi benih karena sengatannya. Pengendalian: menuangkan minyak tanah ke permukaan air 500 cc/100 meter persegi.

Ucrit (Larva cybister)

Menjepit badan ikan menggunakan taringnya sampai robek. Pengendalian: sulit diberantas; hindari bahan organik menumpuk pada sekitar kolam.

Kodok

Makan telur telur ikan. Pengendalian: tak jarang membuang telur yang mengapung; menagkap dan membuang hidup-hayati.

Ular

Menyerang benih & ikan kecil. Pengendalian: lakukan penangkapan; pemagaran kolam.

Lingsang

Memakan ikan pada malam hari. Pengendalian:pasang jebakan berumpun.

Burung

Memakan benih yg berwarna menyala seperti merah, kuning. Pengendalian: diberi penghalang bambu agar agar sulit menerkam; diberi rumbai-rumbai atau tali penghalang.

Ikan gabus

Memangsa ikan kecil. Pengendalian:pintu masukan air diberi saringan atau dibuat bak filter.

Belut & kepiting

Pengendalian: lakukan penangkapan.

Penyakit

Bintik merah (White spot)

Gejala: dalam bagian tubuh (ketua, insang, sirip) tampak bintik-bintik putih, dalam infeksi berat terlihat jelas lapisan putih, menggosok-gosokkan badannya dalam benda yg ada disekitarnya dan berenang sangat lemah dan acapkali ada di permukaan air.

Pengendalian: direndam dalam larutan Methylene blue 1% (1 gram dalam 100 cc air) larutan ini diambil dua-4 cc dicampur 4 liter air selama 24 jam dan Direndam pada garam dapur NaCl selama 10 menit, takaran 1-tiga gram/100 cc air.

Bengkak insang dan badan ( Myxosporesis)

Gejala: tutup insang selalu terbuka sang bintik kemerahan, bagian punggung terjadi pendarahan.

Pengendalian; pengeringan kolam secara total, ditabur kapur tohon 200 gram/m 2 , biarkan selama 1-dua minggu.

Cacing insang, sirip, kulit (Dactypogyrus dan girodactylogyrus)

Gejala: ikan tampak kurus, sisik kusam, sirip ekor kadang-kadang rontok, ikan menggosok-gosokkan badannya dalam benda keras disekitarnya, terjadi pendarahan dan menebal dalam insang.

Pengendalian:

direndan pada larutan formalin 250 gr/m3 selama 15 mnt dan direndam dalam Methylene blue 3 gr/m3 selama 24 jam;

hindari penebaran ikan yang berlebihan.

Kutu ikan (argulosis)

Gejala: benih & induk sebagai kurus, lantaran dihisap darahnya. Bagian kulit, sirip dan insang terlihat kentara adanya bercak merah (hemorrtage).

Pengendalian:

ikan yang terinfeksi direndan pada garam dapur 20 gr/liter air selama 15 mnt & direndam larutan PK 10 ppm (10 ml/m3) selama 30 menit;

menggunakan pengeringan kolam hingga retak-retak.

Jamur (Saprolegniasis)

Menyerang bagian kepala, tutup insang, sirip dan bagian yang lainnya.

Gejala: tubuh yang diserang tampak misalnya kapas. Telur yang terserang jamur, terlihat benang halus misalnya kapas.

Pengendalian: direndam pada larutan Malactile green oxalat (MGO) takaran tiga gr/m3 selama 30 mnt; telur yg terjangkit direndam dengan MGO dua-tiga gr/m3 selama 1 jam.

Gatal (Trichodiniasis)

Menyerang benih ikan.

Gejala: gerakan lamban; suka menggosok-gosokan badan dalam sisi kolam/aquarium.

Pengendalian: rendam selam 15 mnt dalam larutan formalin 150-200 ppm.

Bakteri psedomonas flurescens

Penyakit yg sangat ganas.

Gejala: pendarahan & bobok dalam kulit; sirip ekor terkikis.

Pengendalian: pemberian pakan yg dicampur oxytetracycline 25-30 mg/kg ikan atau sulafamerazine 200mg/kg ikan selama 7 hari berturut-turut.

Bakteri aeromonas punctata

Penyakit yg sangat ganas.

Gejala: warna badan suram, nir cerah; kulit kesat & melepuh; cara bernafas mengap-mengap; kantong empedu gembung; pendarahan dalam organ hati & ginjal.

Pengendalian: penyuntikan chloramphenicol 10-15 mg/kg ikan atau streptomycin 80-100 mg/kg ikan; pakan dicampur terramicine 50 mg/kg ikan selama 7 hari berturut-turut.

Secara generik hal-hal yg dilakukan untuk dapat mencegah timbulnya penyakit dan hama pada budidaya ikan mas:

Pengeringan dasar kolam secara teratur setiap selesai panen.

Pemeliharaan ikan yg benar-benar bebas penyakit.

Hindari penebaran ikan secara berlebihan melebihi kapasitas.

Sistem pemasukan air yang ideal adalah paralel, tiap kolam diberi satu pintu pemasukan air.

Pemberian pakan cukup, baik kualitas juga kuantitasnya.

Penanganan ketika panen atau pemindahan benih hendaknya dilakukan secara hati-hati dan benar.

Binatang seperti burung, siput, ikan seribu (lebistus reticulatus peters) menjadi pembawa penyakit jangan dibiarkan masuk ke areal perkolaman.

8. PANEN

Pemanenan Benih

Sebelum dilakukan pemanenan benih ikan, terlebih dahulu dipersiapkan alat-indera tangkap dan sarana perlengkapannya. Beberapa indera tangkap dan wahana yg disiapkan diantaranya keramba, ember biasa, ember lebar, seser halus sebagai indera tangkap benih, jaring atau hapa sebagai penyimpanan benih sementara, saringan yang dipakai buat mengeluarkan air dari kolam agar benih ikan tidak terbawa arus, dan bak-bak penampungan yang berisi air bersih buat penyimpanan benih output panen. Panen benih ikan dimulai pagi-pagi, yaitu antara jam 04.00?05.00 pagi dan usahakan berakhir tidak lebih dari jam 09.00 pagi. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari terik surya yang dapat mengganggu benih ikan kesehatan tersebut. Pemanenan dilakukan mula-mula dengan menyurutkan air kolam pendederan lebih kurang pkul 04.00 atau 05.00 pagi secara perlahan-huma agar ikan nir stres dampak tekanan air yg berubah secara mendadak. Setelah air surut benih mulai ditangkap menggunakan seser halus atau jaring & ditampung pada ember atau keramba. Benih dapat dipanen sehabis dipelihara selama 21 hari. Panenan yang dapat diperoleh dapat mencapai 70-80% menggunakan berukuran benih antara 8-12 cm.

Cara Perhitungan

Benih Untuk mengetahui benih ikan hasil panenan yg disimpan dalam bak penyimpanan maka sebelum dijual, terlebih dahulu dihitung jumlahnya. Cara menghitung benih biasanya dengan menggunakan dosis, yaitu dengan memakai sendok untuk larva & kebul, cawan buat menghitung putihan, & dihitung per ekor buat benih berukuran glondongan. Penghitungan benih umumnya menggunakan cara:

Penghitungan menggunakan sendok.

Penghitungan dengan mangkok.

Pembersihan

Pada umumnya, dasar kolam pendederan sudah dirancang miring & ada saluran pada tengah kolam, selain itu pada dasar kolam tadi ada bagian yg lebih dalam menggunakan ukuran 1-2 meter persegi sebagai akibatnya ketika air menyurut, maka benih ikan akan mengumpul di bagian kolam yang pada tadi. Benih ikan kemudian ditangkap sampai habis & tidak ada yang ketinggalan dalam kolam. Benih ikan tersebut semuanya disimpan pada bak-bak penampungan yg

sudah disiapkan.

Pemanenan Hasil Pembesaran

Untuk menangkap/memanen ikan hasil pembesaran umumnya dilakukan panen total. Umur ikan mas yg dipanen berkisar antara 3-4 bulan menggunakan berat berkisar antara 400-600 gr/ekor. Panen total dilakukan dengan cara mengeringkan kolam, hingga ketinggian air tinggal 10-20 centimeter. Petak pemanenan / petak penangkapan dibuat seluas dua meter persegi pada depan pintu pengeluaran (monnik), sebagai akibatnya memudahkan dalam penangkapan ikan. Pemanenan dilakukan pagi hari waktu keadaan tidak panas menggunakan memakai waring atau scoopnet yang halus. Lakukan pemanenan secepatnya & hati-hati buat menghindari lukanya ikan.

9. PASCAPANEN

Penanganan pascapanen ikan mas bisa dilakukan menggunakan cara penanganan ikan hayati juga ikan segar.

Penanganan ikan hidup

Adakalanya ikan konsumsi ini akan lebih mahal harganya jika dijual dalam keadaan hayati. Hal yang perlu diperhatikan supaya ikan tersebut sampai ke konsumen pada keadaan hayati, segar dan sehat antara lain:

Dalam pengangkutan pakai air yg bersuhu rendah sekitar 20 derajat C.

Waktu pengangkutan hendaknya pada pagi hari atau sore hari.

Jumlah kepadatan ikan pada alat pengangkutan nir terlalu padat.

Penanganan ikan segar

Ikan segar mas merupakan produk yang cepat turun kualitasnya. Hal yang perlu diperhatikan buat mempertahankan kesejukan diantaranya:

Penangkapan wajib dilakukan hati-hati supaya ikan-ikan tidak luka.

Sebelum dikemas, ikan wajib dicuci supaya bersih dan lendir.

Wadah pengangkut harus bersih dan tertutup. Untuk pengangkutan jeda dekat (2 jam bepergian), dapat dipakai keranjang yang dilapisi menggunakan daun pisang/plastik. Untuk pengangkutan jarak jauh dipakai kotak & seng atau fiberglass. Kapasitas kotak maksimum 50 kg menggunakan tinggi kotak maksimum 50 centimeter.

Ikan diletakkan di dalam wadah yang diberi es dengan suhu 6-7 derajat C. Gunakan es berupa rabat mini -mini (es curai) dengan erbandingan jumlah es dan ikan=1:1. Dasar kotak dilapisi es setebal 4-5 cm. Kemudian ikan disusun di atas lapisan es ini setebal lima-10 centimeter, kemudian disusul lapisan es lagi dan seterusnya. Antara ikan dengan dinding kotak diberi es, demikian jua antara ikan dengan epilog kotak.

Sedangkan hal-hal yang perlu diperhatikan pada pananganan benih merupakan sebagai berikut:

Benih ikan harus dipilih yang sehat yaitu bebas dari penyakit, parasit dan nir cacat. Setelah itu, benih ikan baru dimasukkan ke dalam kantong plastik (sistem tertutup) atau keramba (sistem terbuka).

Air yang dipakai media pengangkutan wajib higienis, sehat, bebas hama & penyakit dan bahan organik lainya. Sebagai model bisa dipakai air sumur yg telah diaerasi semalam.

Sebelum diangkut benih ikan wajib diberok dahulu selama beberapa hari. Gunakan tempat pemberokan berupa bak yg berisi air bersih & menggunakan aerasi yg baik. Bak pemberokan bisa dibuat menggunakan berukuran 1 m x 1 m atau dua m x 0,lima m. Dengan ukuran tersebut, bak pemberokan dapat menampung benih ikan mas sejumlah 5000?6000 ekor dengan ukuran 3-5 centimeter. Jumlah benih pada pemberokan harus disesuaikan dengan berukuran benihnya.

Berdasarkan usang/jarak pengiriman, sistem pengangkutan benih terbagi sebagai dua bagian, yaitu:

Sistem terbuka

Dilakukan buat mengangkut benih dalam jarak dekat atau tidak memerlukan saat yang usang. Alat pengangkut berupa keramba. Setiap keramba bisa diisi air higienis 15 liter dan bisa buat mengangkut lebih kurang 5000 ekor benih ukuran tiga-5 centimeter.

Sistem tertutup

Dilakukan buat pengangkutan benih jeda jauh yang memerlukan saat lebih dari 4-lima jam, memakai kantong plastik. Volume media pengangkutan terdiri berdasarkan air higienis lima liter yg diberi buffer Na2(hpo)4.H2O sebesar 9 gram.

Cara pengemasan benih ikan yg diangkut dengan kantong plastik:

masukkan air higienis ke dalam kantong plastik lalu benih;

hilangkan udara dengan menekan kantong plastik ke permukaan air;

alirkan oksigen menurut tabung dialirkan ke kantong plastik sebesar 2/tiga volume holistik rongga (air:oksigen=1:dua);

kantong plastik lalu diikat.

Kantong plastik dimasukkan ke pada dos menggunakan posisi membujur atau ditidurkan. Dos yang ukuran panjang 0,50 m, lebar 0,35 m, & tinggi 0,50 m bisa diisi dua buah kantong plastik.

Beberapa hal yg perlu diperhatikan selesainya benih sampai di loka tujuan merupakan menjadi berikut:

Siapkan larutan tetrasiklin 25 ppm dalam waskom (1 kapsul tertasiklin dalam 10 liter air higienis).

Buka kantong plastik, tambahkan air bersih yang berasal dari kolam setempat sedikit demi sedikit agar perubahan suhu air pada kantong plastik terjadi perlahan-huma.

Pindahkan benih ikan ke waskom yg berisi larutan tetrasiklin selama 1- 2 mnt.

Masukan benih ikan ke dalam bak pemberokan. Dalam bak pemberokan benih ikan diberi pakan secukupnya. Selain itu, dilakukan pengobatan menggunakan tetrasiklin 25 ppm selama 3 hari berturut-turut. Selain tetrsikli dapat juga dipakai obat lain misalnya KMNO4 sebesar 20 ppm atau formalin sebesar 4% selama tiga-lima mnt.

Setelah 1 minggu dikarantina, tebar benih ikan di kolam budidaya.

10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA

Analisis Usaha Budidaya

Analisis budidaya ikan mas koki dengan luas huma 70 m dua (kapasitas 1000 ekor) selama 7 bulan dalam tahun 1999 di daerah Jawa Barat.

Biaya produksi

Sewa dan pembuatan kolam Rp. 1.500.000,-

Benih ikan 1.000 ekor, @ Rp.100,- Rp. 100.000,-

Pakan

Cacing rambut 150 kg @ Rp. 1.500,- Rp. 225.000,-

Pelet udang 10 kg @ Rp. 9.500,- Rp. 95.000,-

Tepung jagung 50 kg @ Rp. 1.500,- Rp. 75.000,-

Ganti air 7 bulan x 4 x2 @ Rp. Lima.000,- Rp. 140.000,-

Tenaga kerja 28 minggu @ Rp.10.000,- Rp. 280.000,-

Obat-oabatan Rp. 10.000,-

Peralatan Rp. 50.000,-

Lain-lain Rp. 150.000,-

Jumlah porto produksi Rp. 2.625.000,-

Pendapatan

Panen I (2 bulan) 400 ekor @ Rp.1.000,- Rp. 400.000,-

Panen II (4 bulan) 250 ekor @ Rp. Tiga.000,- Rp. 750.000,-

Panen III ( dua bulan) 250 ekor @ Rp. 10.000,- Rp. Dua.500.000,-

Jumlah pendapatan Rp. 3.650.000,-

Keuntungan dalam 7 bulan Rp. 1.025.000,- –> Keuntungan per bulan Rp. 146.425,-

Parameter kelayakan bisnis : B/C ratio 1,39

Gambaran Peluang Agribisnis

Dengan adanya luas perairan generik pada Indonesia yg terdiri berdasarkan sungai, rawa, danau alam & buatan seluas hampir mendekati 13 juta ha merupakan potensi alam yg sangat baik bagi pengembangan usaha perikanan di Indonesia. Disamping itu poly potensi pendukung lainnya yang dilaksanakan oleh pemerintah & partikelir pada hal permodalan, program penelitian dalam hal pembenihan, penanganan penyakit dan hama & penanganan pasca panen, penanganan budidaya dan adanya kemudahan pada hal periizinan import. Walaupun permintaan pada tingkal pasaran lokal akan ikan mas & ikan air tawar lainnya selalu mengalami pasang surut, namun dipandang berdasarkan jumlah output penjualan secara homogen-homogen selalu mengalami kenaikan berdasarkan tahun ke tahun. Jika pasaran lokal ikan mas mengalami kelesuan, maka akan sangat berpengaruh terhadap harga jual baik di taraf petani maupun pada tingkat grosir pada pasar ikan. Selain itu penjualan benih ikan mas boleh dikatakan hampir tak terdapat perkara, prospeknya relatif baik. Selain adanya potensi pendukung dan faktor permintaan komoditi perikanan buat pasaran lokal, maka sektor perikanan merupakan keliru satu peluang bisnis bisnis yg cerah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *