Apakah Trading Forex Haram Atau Halal? Inilah Penjelasan Dari MUI

Posted on

Apakah Trading forex haram atau halal? Ternyata masih banyak trader maupun calon trader yang mempertanyakannyaYang mempertanyakan hal hal ini adalah trader dan calon dari kalangan Saudara-Saudaraku yang muslim yang memegang teguh keyakinan mereka yang terkait dengan hukum Subhat di ajaran agama Islam.

Apakah Trading Forex Haram Atau Halal? Inilah Penjelasan Dari MUI

Sebagai seorang trader muslim kita harus mengetahui aturan-hukum di pada islam,apalagi itu tentang kasus jual-beli valas atau yang pada kenal Bisnis forex.Mereka-mereka ini di gelar sebagai golongan Muslim yg Wara.Arti Wara merupakan sifat seorang muslim yg berusaha menghindari sesuatu perbuatan atau makanan & minuman yg sifatnya Subhat atau mendekati dalam haram & halal di pada aturan Islam.Nah,untuk mereka yg bersifat wara inilah artikel denagn judul Apakah trading forex Haram Saya persembahkan.Mungkin artikel ini sanggup memberi pencerahan.

Penjelasan MUI Mengenai Kegitan Bisnis Trading Forex Halal atau Haram…Ini Dia  Ulasannya

Sebagai seorang muslim yang mengaku beriman kepada Al-qur’an dan Hadist,tak ada salahnya kita mengetahui dan mendalami tentang hukum islam yang terkait dengan kegiatan bisnis trading forex agar kita tidak ragu-ragu untuk menjalankan niat kita di dalam bermain trading forex atau perdagangan mata uang valas dan lainnya.Dan kita bisa tahu dengan sejelas-jelasnya apakah bisnis trading forex haram atau halal?

Inilah sejumlah Penjelasan mengenai aturan Islam yang terkait menggunakan aktivitas usaha Valas atau trading Forex & Sejenisnya.Apakah Haram atau Halal..?

Menurut kabar berita yang Saya kutip  dari Detik Finance,bahwah Dewan Fatwa Nasional Malaysia telah menetapkan bawah seluruh kegiatan di dalam bisnis trading forex hukumnya adalah haram.

Tapi lain di Malaysia dan lain pula pada Indonesia.Masih menurut berita menurut Detik Finance,

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan nir akan ikut-ikutan mengubah fatwa perdagangan valuta asing (valas) menjadi haram seluruhnya seperti yg dilakukan Malaysia. MUI telah punya fatwa sendiri dan nir akan diubah.

Lanjut,pada dalam artikel dtk finance itu memapaparkn pula bahwa, Menurut Ketua Komisi Fatwa MUI Hasanudin, terdapat empat jenis transaksi valas di Indonesia, tiga diantaranya masuk kategori haram. Sementara satu lainnya masih diperbolehkan.

Itu berarti,kita menjadi trader muslim masih punya harapan dan peluang buat menekuni usaha trading forex.

Lanjut,”Kalau Malaysia mau bikin fatwa seluruhnya haram, itu urusan mereka, karena masing-masing kan punya regulator sendiri. Kita sudah keluarkan fatwa dan tidak akan diubah,” katanya ketika dihubungi detikfinance -strong-,pada hari kamis tanggal 16/02/2012 silam.

Ketua Komisi Fatwa Mui itu juga telah mengatakan, 4 jenis transaksi valas yang sering dilakukan di Indonesia adalah transaksi spot, forward, swap dan option. Tiga yang terakhir diharamkan oleh MUI. Sehingga yang diperbolehkan oleh MUI adalah perdagangan valas di pasar spot saja.

Transksi spot tidak masuk kategori haram lantaran adalah transaksi pembelian & penjualan valuta asing buat penyerahan dalam saat itu (over the counter) atau penyelesaiannya paling lambat dalam jangka waktu dua hari.

"Hukumnya merupakan boleh, karena dipercaya tunai, sedangkan waktu dua hari dipercaya sebagai proses penyelesaian yang tidak sanggup dihindari & adalah transaksi internasional," ujarnya.

Sedangkan ketiga transaksi lainnya mengandung unsur spekulasi harga sebagai akibatnya diharamkan sang MUI. Pada dasarnya, terdapat beberapa hal pada transaksi valas yg diperbolehkan.

Hal-hal tersebut antara lain nir untuk spekulasi (untung-untungan), terdapat kebutuhan transaksi atau untuk berjaga-jaga (simpanan), apabila transaksi dilakukan terhadap mata uang sejenis maka nilainya wajib sama & secara tunai (at-taqabudh) & bila berlainan jenis maka wajib dilakukan dengan nilai tukar yg berlaku pada saat transaksi & secara tunai.

SUMBER LINK Sumber-https://finance.Dtk.Com/bursa-valas/1844428/mui-jua-sudah-lama -haramkan-perdagangan-valas

Sumber lain yang menjelaskan mengenai hukum halal dan haramnya Bisnis Trading Forex adalah SyariahOnline.Com.

INILAH KUTIPANNYA :

Fatwa MUI Tentang Jual Beli Mata Uang (AL-SHARF)

Pertanyaan yang niscaya ditanyakan sang setiap trader di Indonesia :

1. Apakah Trading Forex Haram?

Dua. Apakah Trading Forex Halal?

Tiga. Apakah Trading Forex diperbolehkan pada Agama Islam?

4. Apakah SWAP itu?

Mari kita bahas menggunakan artikel yg pertama :

Forex Dalam Hukum Islam

??? ???? ?????? ??????

Dalam bukunya Prof. Drs. Masjfuk Zuhdi yang berjudul MASAIL FIQHIYAH; Kapita Selecta Hukum Islam, diperoleh bahwa Forex (Perdagangan Valas) diperbolehkan dalam hukum islam.

Perdagangan valuta asing muncul lantaran adanya perdagangan barang-barang kebutuhan/komoditi antar negara yang bersifat internasional.

Perdagangan (Ekspor-Impor) ini tentu memerlukan alat bayar yaitu UANG yang masing-masing negara mempunyai ketentuan sendiri dan tidak sama satu sama lainnya sesuai menggunakan penawaran dan permintaan diantara negara-negara tadi sehingga muncul PERBANDINGAN NILAI MATA UANG antar negara.

Perbandingan nilai mata uang antar negara terkumpul pada suatu BURSA atau PASAR yang bersifat internasional & terikat pada suatu kesepakatan bersama yg saling menguntungkan. Nilai mata uang suatu negara menggunakan negara lainnya ini berubah (berfluktuasi) setiap saat sinkron volume permintaan dan penawarannya. Adanya permintaan dan penawaran inilah yang menimbulkan transaksi mata uang. Yang secara konkret hanyalah tukar-menukar mata uang yg tidak sinkron nilai.

HUKUM ISLAM pada TRANSAKSI VALAS

1. Ada Ijab-Qobul : —> Ada perjanjian untuk memberi dan menerima

  • Penjual menyerahkan barang dan pembeli membayar tunai.
  • Ijab-Qobulnya dilakukan dengan lisan, tulisan dan utusan.
  • Pembeli dan penjual mempunyai wewenang penuh melaksanakan dan melakukan tindakantindakan hukum (dewasa dan berpikiran sehat)

2. Memenuhi syarat menjadi objek transaksi jual-beli yaitu:

  • Suci barangnya (bukan najis)
  • Dapat dimanfaatkan
  • Dapat diserahterimakan
  • Jelas barang dan harganya
  • Dijual (dibeli) oleh pemiliknya sendiri atau kuasanya atas izin pemiliknya
  • Barang sudah berada ditangannya jika barangnya diperoleh dengan imbalan.

Perlu ditambahkan pendapat Muhammad Isa, bahwa jual beli saham itu diperbolehkan pada kepercayaan .

"Jangan engkau membeli ikan pada air, karena sesungguhnya jual beli yg demikian itu mengandung penipuan".

( Hadis Ahmad bin Hambal dan Al Baihaqi dari Ibnu Mas’ud)

Jual beli barang yg nir di tempat transaksi diperbolehkan dengan syarat harus diterangkan sifatsifatnya atau karakteristik-cirinya. Kemudian apabila barang sesuai menggunakan liputan penjual, maka sahlah jual belinya. Namun jika nir sinkron maka pembeli memiliki hak khiyar, ialah boleh meneruskan atau membatalkan jual belinya. Hal ini sesuai menggunakan hadis Nabi riwayat Al Daraquthni berdasarkan Abu Hurairah:

Barang siapa yang membeli sesuatu yang ia tidak melihatnya, maka ia berhak khiyar jika ia telah melihatnya”.

Jual beli hasil tanam yang masih terpendam, seperti ketela, kentang, bawang & sebagainya pula diperbolehkan, asal diberi contohnya, karena akan mengalami kesulitan atau kerugian bila harus mengeluarkan semua hasil flora yang terpendam buat dijual. Hal ini sinkron menggunakan kaidah aturan Islam:

?Kesulitan itu menarik kemudahan.?

Demikian juga jual beli barang-barang yg sudah terbungkus/tertutup, misalnya makanan kalengan, LPG, dan sebagainya, asalkam diberi label yang menunjukkan isinya. Vide Sabiq, op. Cit. Hal. 135. Mengenai teks kaidah hukum Islam tadi di atas, vide Al Suyuthi, Al Ashbah wa al Nadzair, Mesir, Mustafa Muhammad, 1936 hal. 55.

JUAL BELI VALUTA ASING DAN SAHAM

Yang dimaksud dengan valuta asing adalah mata uang luar negeri seperi dolar Amerika, poundsterling Inggris, ringgit Malaysia & sebagainya.

Jika antara negara terjadi perdagangan internasional maka tiap negara membutuhkan valuta asing buat indera bayar luar negeri yang dalam dunia perdagangan disebut devisa.

Misalnya eksportir Indonesia akan memperoleh devisa dari output ekspornya, sebaliknya importir Indonesia memerlukan devisa buat mengimpor dari luar negeri.

Dengan demikian akan ada penawaran dan perminataan pada bursa valuta asing. Setiap negara berwenang penuh memutuskan kurs uangnya masing-masing (kurs adalah perbandingan nilai uangnya terhadap mata uang asing) misalnya 1 dolar Amerika = Rp. 12.000. Namun kurs uang atau perbandingan nilai tukar setiap ketika mampu berubah-ubah, tergantung pada kekuatan ekonomi negara masing-masing. Pencatatan kurs uang & transaksi jual beli valuta asing diselenggarakan pada Bursa Valuta Asing (A. W. J. Tupanno, et. Al. Ekonomi dan Koperasi, Jakarta, Depdikbud 1982, hal 76-77)

FATWA MUI TENTANG PERDAGANGAN VALAS

Fatwa Dewan Syari’ah Nasional Majelis Ulama Indonesia

No: 28/DSN-MUI/III/2002 tentang Jual Beli Mata Uang (Al-Sharf)

Menimbang :

a. Bahwa dalam sejumlah aktivitas buat memenuhi aneka macam keperluan, acapkali diperlukan

transaksi jual-beli mata uang (al-sharf), baik antar mata uang sejenis maupun antar mata uang berlainan jenis.

B. Bahwa dalam ‘urf tijari (tradisi perdagangan) transaksi jual beli mata uang dikenal beberapa

bentuk transaksi yang status hukumnya dalam pandangan ajaran Islam berbeda antara satu  bentuk dengan bentuk lain.

C. Bahwa agar aktivitas transaksi tersebut dilakukan sinkron menggunakan ajaran Islam, DSN memandang perlu menetapkan fatwa tentang al-Sharf untuk dijadikan pedoman.

Mengingat :

1. "Firman Allah, QS. Al-Baqarah[2]:275: "…Dan Allah telah menghalalkan jual beli & mengharamkan riba…"

dua. "Hadis nabi riwayat al-Baihaqi & Ibnu Majah berdasarkan Abu Sa’id al-Khudri:Rasulullah SAW bersabda, ‘Sesungguhnya jual beli itu hanya boleh dilakukan atas dasar kerelaan (antara ke 2 belah pihak)’ (HR. Albaihaqi dan Ibnu Majah, dan dinilai shahih oleh Ibnu Hibban).

3. "Hadis Nabi Riwayat Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’i, & Ibn Majah, menggunakan teks Muslim dari ‘Ubadah bin Shamit, Nabi s.A.W bersabda: "(Juallah) emas dengan emas, perak dengan perak, terigu menggunakan gandum, sya’ir menggunakan sya’ir, kurma dengan kurma, dan garam dengan garam (denga kondisi harus) sama dan sejenis serta secara tunai. Apabila jenisnya tidak sinkron, juallah sekehendakmu jika dilakukan secara tunai.".

4. "Hadis Nabi riwayat Muslim, Tirmidzi, Nasa’i, Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ahmad, berdasarkan Umar bin Khattab, Nabi s.A.W bersabda: "(Jual-beli) emas dengan perak merupakan riba kecuali (dilakukan) secara tunai."

lima. "Hadis Nabi riwayat Muslim dari Abu Sa’id al-Khudri, Nabi s.A.W bersabda: Janganlah kamu menjual emas dengan emas kecuali sama (nilainya) dan janganlah menambahkan sebagian atas sebagian yang lain; janganlah menjual perak dengan perak kecuali sama (nilainya) dan janganlah menambahkan sebagaian atas sebagian yg lain; dan janganlah menjual emas dan perak tadi yang nir tunai dengan yg tunai.

6. "Hadis Nabi riwayat Muslim dari Bara’ bin ‘Azib & Zaid bin Arqam : Rasulullah saw melarang menjual perak dengan emas secara piutang (tidak tunai).

7. "Hadis Nabi riwayat Tirmidzi menurut Amr bin Auf: "Perjanjian bisa dilakukan di antara kaum muslimin, kecuali perjanjian yg mengharamkan yang halal atau menghalalkan yg haram; & kaum muslimin terikat dengan syarat-syarat mereka kecuali syarat yg mengharamkan yg halal atau menghalalkan yg haram."

8. "Ijma. Ulama setuju (ijma’) bahwa akad al-sharf disyariatkan dengan syarat-syarat eksklusif

Memperhatikan :

1. Surat berdasarkan pimpinah Unit Usaha Syariah Bank BNI no. UUS/2/878

dua. Pendapat peserta Rapat Pleno Dewan Syari’ah Nasional pada Hari Kamis, tanggal 14 Muharram 1423H/ 28 Maret 2002.

MEMUTUSKAN :

Dewan Syari’ah Nasional Menetapkan : FATWA TENTANG JUAL BELI MATA UANG (AL-SHARF).

Pertama : Ketentuan Umum

Transaksi jual beli mata uang pada prinsipnya boleh menggunakan ketentuan sebagai berikut:

1. Tidak buat spekulasi (untung-untungan).

2. Ada kebutuhan transaksi atau buat berjaga-jaga (simpanan).

3. Jika transaksi dilakukan terhadap mata uang sejenis maka nilainya wajib sama dan secara tunai (at-taqabudh).

4. Apabila berlainan jenis maka harus dilakukan dengan nilai tukar (kurs) yang berlaku pada saat transaksi dan secara tunai.

Kedua : Jenis-jenis transaksi Valuta Asing

1. Transaksi SPOT, yaitu transaksi pembelian & penjualan valuta asing buat penyerahan pada saat itu (over the counter) atau solusinya paling lambat pada jangka ketika dua hari. Hukumnya merupakan boleh, lantaran dipercaya tunai, sedangkan waktu 2 hari dianggap menjadi proses penyelesaian yg tidak mampu dihindari & adalah transaksi internasional.

Dua. Transaksi FORWARD, yaitu transaksi pembelian & penjualan valas yang nilainya ditetapkan pada ketika sekarang dan diberlakukan untuk waktu yang akan tiba, antara 2×24 jam sampai dengan satu tahun. Hukumnya adalah haram, lantaran harga yg dipakai merupakan harga yg diperjanjikan (muwa’adah) & penyerahannya dilakukan pada lalu hari, padahal harga pada saat penyerahan tadi belum tentu sama dengan nilai yang disepakati, kecuali dilakukan dalam bentuk forward agreement buat kebutuhan yg tidak dapat dihindari (lil hajah)

3. Transaksi SWAP yaitu suatu kontrak pembelian atau penjualan valas menggunakan harga spot yang dikombinasikan dengan pembelian antara penjualan valas yang sama dengan harga forward. Hukumnya haram, lantaran mengandung unsur maisir (spekulasi).

4. Transaksi OPTION yaitu kontrak untuk memperoleh hak dalam rangka membeli atau hak buat menjual yang tidak wajib dilakukan atas sejumlah unit valuta asing dalam harga dan jangka waktu atau lepas akhir tertentu. Hukumnya haram, lantaran mengandung unsur maisir (spekulasi).

Ketiga : Fatwa ini berlaku sejak lepas ditetapkan, menggunakan ketentuan apabila pada lalu hari ternyata masih ada kekeliruan, akan diubah dan disempurnakan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan pada : Jakarta

Tanggal : 14 Muharram 1423 H / 28 Maret 2002 M

DEWAN SYARI’AH NASIONAL – MAJELIS ULAMA INDONESIA

SUMBER LINK INFORMARI http://www.Syariahonline.Com/v2/fatwa/mui/2674-fatwa-mui-tentang-trading-forex.Html

Kesimpulan

Jadi,setelah membaca semua penjelasan di atas yang terkait dengan masalah semua kegiatan perdagangan di bisnis trading forex,kita bisa menyimpulkan bahwa bisnis trading forex jangan sampai membuat diri kita terjebak kepada kegiatan perdagangankategori haram..Dalam arti ketika kita melakukan kegiatan di dalam bisnis trading forex,kita harus mengupayakan agar kita tidak sampai melewati batas-batas yang di tentukan oleh agama kita melalui fatwa Majelis Ulama Indonesia.Karena Majelis Ulama adalah Dewan Pemimpin Umat Islam.

Informasi Tambahan

Sebenarnya aktivitas trading sanggup pada bilang lebih cenderung kepada permainan tebak-tebakan atau prediksi walaupun itu di dasarkan pada beberapa analisa yang kita lakukan.Harga mata uang berkecimpung naik turun bahkan turun naik menggunakan cepat & terkadang melambat.Jadi pada pada aktivitas trading akan selalu ada yg namanya RUGI & UNTUNG.Kedua hal ini akan selalu terjadi dan tak jarang terjadi secara bergantian.

Di pada Dunia trading Forex ada 2 macam jenis analisa yg terkenal.Analisa pertama pada sebut analisa Fundamental,& analisa ke 2 di sebut analisa Teknikal.Terkadang,walaupun telah melalui ke dua analisa tadi,masih permanen saja poly di antara trader yang mengalami lost atau rugi.Karena yg namanya analisa tetaplah mempunyai kemungkinan keliru atau meleset.Jadi di dalam bisnis forex,tidak kepastian buat meraih keuntungan akbar atau menjadi kaya mendadak.Yang terdapat hanyalah berupa kemungkinan-kemungkinan.

Mengetahui kenyataan seperti tersebut di pada permainan trading yg kita lakukan,maka kekuatan kapital besar yg kita gunakan merupakan merupakan keliru kunci paling krusial buat meraih profit.Karena dengan modal yang akbar kita akan dapat mengembalikan kerugian-kerugian menggunakan melakukan teknik trading yang bernama MARTINGALE.

Jadi bisnis forex trading yang di dalamnya ada kegiatan perdagangan mata uang,sangatlah jauh berbeda dengan kegiatan perdagangan di usaha perdagangan biasa yg di tekuni oleh banyak orang di luar bisnis forex.Nah berdasarkan itu semua,maka kegiatan trading forex bisa di katakan adalah sebuah kegiatan yang lebih cenderung kepada kegiatatan perjudian.Jadi,berhati-hatilah di dalam melakukan kegiatan trading forex,agar Anda tidak sampai terjerumus pada kegiatan bisnis trading forex yang haram.

Baca Juga :

  • Cara Cepat Belajar Forex Untuk Pemula Agar Bisa Langsung Mahir

Bagi Trader muslim yang melanggar atau tidak memperhatikan ketentuan2 tersebut di atas,maka sudah pasti dia akan terjerumus ke dalam kegiatan trading forex haram.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *