Berapa Gaji Karyawan Yang Dipotong Untuk Bayar Iuran Bulanan BPJS Kesehatan?

Posted on

Menghitung berapa besar uang iuran BPJS Kesehatan buat karyawan dalam setiap bulan. Topik tersebut yang akan blog Jangan Nganggur bahas dalam postingan kali ini. Pasti di antara kita yg berprofesi menjadi karyawan perusahaan, terdapat yg penasaran ingin tahu berapa sih gaji kita yang dipotong buat membayar iuran BPJS Kesehatan? Atau bagaimana cara menghitung iuran bulanan BPJS Kesehatan buat karyawan perusahaan?

Tapi sebelumnya harap digaris bawahi, bahwa yang kita bahas kali ini adalah iuran BPJS Kesehatan buat PPU (Pekerja Penerima Upah) berdasarkan Badan Usaha Swata misalnya karyawan-karyawan perusahaan. Bukan PPU menurut sektor pemerintahan seperti PNS, Tentara Nasional Indonesia, Polri, Pejabat Negara & PPNPN (Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri). Untuk Pekerja Penerima Upah menurut sektor pemerintahan, dasar penghitungan iuran BPJS Kesehatannya tidak selaras lagi.

Untuk diketahui, per 1 Januari 2015 semua Badan Usaha khususnya skala besar , sedang & kecil di Indonesia harus mengikutsertakan pekerjanya dalam acara Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan. Jadi sebagai pekerja, selain wajib ikut BPJS Ketenagakerjaan, kita pula harus ikut BPJS Kesehatan.

Berapa Gaji Karyawan Yang Dipotong Untuk Bayar Iuran Bulanan BPJS Kesehatan?

Tahun 2018 ini, pemerintah belum ada rencana mempertinggi iuran BPJS Kesehatan meskipun mengalami defisit, sehingga besaran iuran yang dibayarkan peserta masih tetap merujuk pada Peraturan Presiden No 19 Tahun 2016. Untuk peserta PPU Badan Usaha Swata alias karyawan, tarif iuran BPJS Kesehatan merupakan sebanyak lima% dari upah/gaji per bulan dan tunjangan-tunjangan permanen bulanan, menggunakan ketentuan sebagai berikut:

  • 4% (empat persen) ditanggung oleh perusahaan atau pemberi kerja.
  • 1% (satu persen) dibayar karyawan lewat potong gaji.

Iuran sebesar 5% tersebut hanya berlaku untuk proteksi lima anggota famili termasuk pekerja yg bersangkutan, misalnya si pekerja, ditambah suami/istri, ditambah 3 orang anak. Jadi selain dirinya sendiri, bekerja bisa memasukkan 4 anggota famili yang lain, jadi totalnya lima. Dan tidak hanya anak dan istri, pekerja boleh memasukkan orang tua & mertua, yang penting totalnya nir lebih dari lima orang.

Jika si pekerja mempunyai tanggungan lebih dari 4, misalnya punya anak lebih menurut 3, kedua orang tua masih ada, terdapat lagi dua mertua, seluruh anggota famili tadi boleh juga dimasukkan. Syaratnya pekerja harus menambah iuran BPJS Kesehatan sebanyak 1% menurut gaji, buat setiap anggota keluarga yg dibubuhi.

Anggota keluarga yang boleh dimasukkan menurut anggaran BPJS Kesehatan merupakan pasangan hidup (suami/istri), anak kandung, anak tiri, anak angkat, orang tua & mertua. Sementara anggota famili seperti paman, bibi, saudara termuda, kakak & kerabat lainnya tidak biaa, mereka wajib mendaftar BPJS Kesehatan sendiri (mandiri), yg besarnya iuran per orang sinkron dengan besarnya iuran BPJS mandiri menurut kelas 1, 2 atau 3.

Cara menghitung iuran 5% dari gaji pekerja itupun tidak asal hitung saja. Ada batas maksimum dan minimumnya. Memang, metode penghitungan iuran BPJS Kesehatan ini agak rumit bila dibandingkan dengan cara menghitung iuran BPJS Ketenagakerjaan . Kalau di BPJS Ketenagakerjaan, cara penghitungan iurannya adalah berapa persen dari gaji pekerja yang dilaporkan perusahaan kepada pihak BPJS Ketenagakerjaan. Sementara di BPJS Kesehatan tidak sesederhana itu.

Untuk detail mengenai bagaimana cara menghitung berapa iuran BPJS kesehatan buat karyawan, berikut penerangan sederhananya.

Sekarang ini, batas maksimum dasar perhitungan iuran BPJS Kesehatan buat karyawan merupakan Rp 8.000.000. Bukan lagi menurut 2x PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak)/K1. Jadi pekerja yang gajinya di atas 8 juta, iuran BPJS Kesehatan tetap dihitung lima% menurut 8 juta, bukan 5% menurut honor . Dan gaji yg dihitung adalah honor secara holistik ditambah tunjangan-tunjangan permanen bulanan. Bukan cuma dihitung dari gaji pokok saja.

Misalnya nih, gaji kita & ditambah tunjangan-tunjangan permanen lainnya totalnya rp 11 juta, maka iuran BPJS Kesehatan kita tetap dihitung 5% dari 8 juta, bukan lima% dari 11 juta. Dan dari iuran 5% tadi, yg 4% ditanggung perusahaan, yang 1% dipotong dari upah kita. Begitupun jika terdapat tambahan tanggungan anggota famili, dasar perhitungannya jua 1% dari 8 juta.

Sementara batas minimum upah menjadi dasar perhitungan adalah UMK (Upah Minimum Kota)/UMR (Upah Minimum Regional)/UMP (Upah Minum Provinsi). Jadi apabila pekerja gajinya pada bawah UMK/UMR/UMP, berarti besaran iuran BPJS Kesehatannya merupakan 5% dari UMK/UMR/UMP, bukan 5% berdasarkan honor .

Misalnya gaji kita 1 juta, sementara UMP pada daerah kita merupakan dua juta, maka iuran BPJS Kesehatan kita merupakan lima% menurut 2 juta, bukan 5% menurut 1 juta. Dan dari 5% iuran tersebut, yg 4% dibayar perusahaan, dan kita sebagai pekerja relatif membayar 1% saja.

Dan yang terakhir jika upah karyawan terdapat pada antara upah minimum dan maksimum Rp 8.000.000, baru deh iuran BPJS Kesehatannya dihitung 5% dari gaji, dengan rincian 4% ditanggung perusahaan, & 1% diambil dari honor kita.

Kemudian misalnya kita sakit dan menjalani rawat inap pada Rumah Sakit, kita akan mendapatkan manfaat layanan kesehatan dan kelas perawatan disesuaikan dengan besaran upah, yg berarti pula besaran iuran BPJS Kesehatan kita.

Rinciannya misalnya ini:

  • Perawatan ruang kelas II diberikan kepada karyawan peserta BPJS Kesehatan yang memiliki upah bulanan sampai dengan Rp 4.000.000.
  • Sementara karyawan peserta BPJS Kesehatan yang memiliki gaji antara Rp 4.000.000 sampai dengan Rp 8.000.000, akan mendapat perawatan ruang kelas I.

Demikianlah cara mengetahui berapa akbar gaji kita yg dipotong untuk iuran BPJS Kesehatan dalam setiap bulan. Sebenarnya bila posisi kita menjadi karyawan, kita nir perlu memikirkan & menghitung berapa jumlah iuran BPJS Kesehatan kita tiap bulan. Karena itu perusahaan yg mengurusnya. Tapi nir ada salahnya juga kita tahu hal tadi, paling tidak kita bisa tahu kenapa terdapat potongan-rabat honor , & kemana arahnya mutilasi upah tadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *