Cara dan Etika Mengajukan Pengunduran Diri (Resign) ke Perusahaan Dengan Bijak dan Profesional

Cara dan Etika Mengajukan Pengunduran Diri (Resign) ke Perusahaan Dengan Bijak dan Profesional

Posted on

Cara mengajukan permohonan resign atau mengundurkan diri dari pekerjaan di perusahaan tentunya wajib dilakukan dengan bijaksana, penuh sopan santun, dan permanen menjaga profesionalitas. Hal ini perlu dilakukan supaya tidak ada pihak yang kecewa apalagi sakit hati menggunakan pengunduran diri anda. Juga untuk menjaga nama baik anda sendiri pada global kerja.

Sebagaimana diketahui, pada global kerja, karyawan mengundurkan diri adalah hal wajar & tak jarang terjadi. Tetapi tentunya anda perlu melakukan prosedur resign yg baik dan sahih, supaya saat anda mengajukan pengunduran diri, bos atau atasan anda menyetujui permintaan anda tersebut, dan anda mendapatkan hak-hak anda menjadi calon mantan karyawan. Hak-hak tersebut misalnya surat pengalaman kerja, atau insentif uang pesangon apabila ada.

Selain dari pada itu, resign dari perusahaan menggunakan cara yang baik dan benar sesuai mekanisme, akan menciptakan ke 2 belah pihak nyaman. Pihak perusahaan akan merasa dihargai & dihormati, anda juga akan hening selesainya berhenti bekerja lantaran permanen mampu menjaga hubungan baik menggunakan bekas perusahaan. Jangan sampai karena resign secara nir sopan, anda justru meninggalkan sakit hati dan membangun musuh baru.

Cara Dan Etika Mengajukan Pengunduran Diri (Resign) Ke Perusahaan Dengan Bijak Dan Profesional

Baca Juga:15 Alasan & Penyebab Karyawan Resign Dari Tempat Kerja

Dan berikut tips atau cara mengajukan resign supaya bos atau pihak perusahaan menyetujui permintaan pengunduran diri anda.

Katakan Langsung ke Bos atau HRD Perusahaan

Hal pertama yang perlu anda lakukan apabila ingin mengundurkan diri merupakan sampaikan secara langsung kepada atasan anda di perusahaan. Jangan hingga si bos justru mendengar planning resign anda berdasarkan orang lain, karena sebelumnya anda telah terlanjur mengabarkan niat mengundurkan diri ke rekan-rekan kerja sebagai akibatnya menyebabkan info di tempat kerja.

Bicarakan impian resign tadi secara pribadi dengan menemui bos. Jangan disampaikan lewat WhatsApp, pesan Facebook, telepon, apalagi SMS. Lantaran itu tidak sopan dan bisa mengganggu interaksi baik yang sudah terbina selama anda bekerja.

Apabila bos atau majikan jarang banget ke tempat kerja, mungkin sanggup disampaikan ke bagian HRD perusahaan atau ke tangan kanan orang agama si bos.

Jangan Lakukan Mendadak

Sampaikan asa mengundurkan diri anda tersebut semenjak jauh hari. Setidaknya dari dua minggu atau sebulan sebelum tanggal terakhir yg anda rencanakan buat mulai nir bekerja lagi. Hal ini agar pihak perusahaan tidak keberatan dan punya saat buat mencari pengganti anda. Terlebih bila anda menduduki posisi krusial di perusahaan, tentunya tidak mudah & butuh saat untuk proses seleksi pengganti anda.

Apabila pengajuan resign dilakukan secara mendadak, pihak perusahaan mampu kelabakan, bahkan mungkin akan menolak permohonan anda. Kalaupun disetujui, anda akan meninggalkan kesan buruk pada perusahaan.

Berikan Alasan Jelas dan Tepat

Berikan alasan jelas, sempurna dan realistis kenapa anda ingin mengundurkan diri saat diwawancarai sang bos. Jangan membuat alasan yg dicari-cari, tidak wajar dan bertele-tele. Hindari pula memberikan alasan yg menjelek-jelekkan nama perusahaan. Ini bukan moment mengkritik perusahaan, melainkan pembicaraan mengenai cita-cita anda meninggalkan perusahaan agar disetujui.

Mengkritik perusahaan agar pengajuan resign anda disetujui, selain nir sopan jua sanggup menciptakan sakit hati bos. Kalaupun menggunakan kritik anda tersebut nantinya terdapat perubahan, toh anda nir akan ikut merasakannya karena anda telah nir bekerja lagi pada sana.

Justru usahakan anda mengucapkan terima kasih buat seluruh pengalaman dan peluang yang sudah diberikan oleh atasan selama anda bekerja di sana.

Buat Surat Pengunduran Diri

Selain disampaikan pribadi pada atasan, anda pula perlu membicarakan permohonan mengundurkan diri tersebut secara tertulis, yaitu berupa surat pengajuan pengunduran diri bekerja. Hal ini tentunya sinkron dengan prosedur dunia kerja, supaya pengajuan resign anda formal dan profesional.

Baca Juga:Contoh Surat Pengajuan Pengunduran Diri (Resign) Yang Baik, Singkat & Sederhana

Bantu Mencari Pengganti Anda Jika Diminta

Setelah permohonan resign anda diterima dan disetujui, jika pihak perusahaan meminta anda membantu mencari pengganti anda, lakukan menggunakan senang hati dan sungguh-sungguh. Anda mampu merekomendasikan orang-orang yg menurut anda tepat. Atau ikut membantu proses seleksi calon pengganti, lalu mengajari calon pengisi posisi anda tersebut menggunakan pekerjaan yg sebagai tugas-tugas anda selama ini.

Ingat, ini hanya bila diminta. Jika tidak, menjadi calon mantan karyawan, lebih baik membisu & tidak perlu merekomendasikan orang-orang tertentu. Daripada disalahartikan dipercaya sok tahu dan ikut campur urusan perusahaan.

Tetap Bekerja Dengan Baik

Tidak menurunkan performa kerja sampai hari terakhir anda bekerja. Tetap bekerja dengan baik & sepenuh hati sampai hari terakhir anda bekerja.

Jangan mentang-mentang pengajuan resign sudah disetujui, & merasa sudah tidak lama lagi bekerja pada sana, anda jadi kurang bertanggung jawab & bekerja menggunakan 1/2 hati. Perilaku misalnya ini jelas akan mencoreng nama baik anda sendiri.

Selesaikan Pekerjaan-pekerjaan Anda

Sebelum sahih-sahih pergi berdasarkan perusahaan, anda wajib menuntaskan seluruh tugas dan kewajiban anda sebagai karyawan. Hal ini selain buat menjaga nama baik anda, jua agar anda nyaman dan bebas menurut tanggungan ketika nanti telah tidak bekerja lagi.

Apabila anda pergi begitu saja tanpa menyelesaikan apa yg sudah sebagai job anda, anda akan dicap jelek nir mempunyai profesionalitas kerja. Bahkan mungkin anda akan tak jarang ditelepon sang perusahaan atau pengganti jabatan anda, lantaran ada hal-hal yg nir dimengerti dalam meneruskan proyek atau pekerjaan anda.

Lunasi apabila Memiliki Hutang di Perusahaan

Selain menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan, anda juga harus membayar lunas bila pernah memakai uang perusahaan. Pun jika mempunyai hutang ke rekan-rekan kerja, ada baiknya jua dilunasi. Dengan demikian, nama anda akan tetap rupawan dikenang menjadi langsung yang baik meskipun anda sudah nir berkarir pada perusahaan tadi.

Kembalikan Barang-barang Milik Perusahaan

Barang-barang inventaris yg diberikan oleh perusahaan, yg selama ini digunakan buat menunjang pekerjaan anda, harus anda kembalikan semuanya. Misalnya laptop, sepeda motor, handphone, kendaraan beroda empat, kamera, & lain sebagainya.

Jangan sampai anda mendapat cap buruk, apalagi sampai berurusan menggunakan hukum lantaran dianggap membawa lari aset-aset perusahaan. Lantaran pada saat anda telah nir bekerja lagi sana, tentunya barang-barang fasilitas milik perusahaan bukan lagi hak anda.

Minta Paklaring Atau Surat Pengalaman Kerja

Langkah yg tak kalah penting dalam mengajukan pengunduran diri adalah meminta kepada HRD perusahaan agar dibuatkan paklaring atau surat pengalaman kerja. Banyak manfaat krusial berdasarkan dokumen tersebut sehabis nanti anda berhenti bekerja. Salah satunya sebagai galat satu berkas persyaratan wajib buat sanggup mencairkan uang JHT BPJS Ketenagakerjaan atau kini diklaim BPJamsostek. Tanpa Paklaring, dana JHT anda akan sulit cair.

Selain buat berkas persyaratan mencairkan saldo JHT, paklaring jua sangat bermanfaat andai kata nanti anda melamar kerja di perusahaan lain. Paklaring sanggup dijadikan lampiran bukti pengalaman kerja di pada resume/curriculum vitae (CV) atau surat lamaran kerja anda. Pelamar yg memiliki pengalaman kerja, biasanya peluang diterimanya lebih besar .

Berpamitan Dengan Atasan dan Rekan-rekan

Ketika sudah hari terakhir bekerja, jangan lupa berpamitan dengan bos & juga teman-sahabat sekantor. Meminta maaf bila selama ini ada galat kata salah perbuatan baik disengaja maupun tidak. Dan juga berterimakasih buat seluruh kesempatan & kebersamaan selama bekerja.

Baca Juga:Jangan Nganggur! Berikut Doa Agar Praktis Mendapat Pekerjaan

Demikianlah tata cara resign menurut perusahaan dengan baik, benar, bijaksana & profesional. Intinya sebisa mungkin tinggalkan kesan yang cantik. Siapa memahami suatu saat nanti anda balik membutuhkan perusahaan buat keperluan-keperluan tertentu, contohnya mau memperbaiki kesalahan data pada surat Paklaring, atau anda ingin merekomendasikan sahabat atau saudara untuk bekerja di sana, atau justru anda sendiri yang ingin kembali mengabdi di perusahaan tadi, tentunya anda nir akan merasa sungkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *