Cara Mencairkan Sebagian Saldo JHT Secara Online Bagi Peserta BPJAMSOSTEK Yang Masih Bekerja

Posted on

Pembahasan kali ini mengenai bagaimana cara online klaim sebagian dana JHT BPJS ketenagakerjaan baik yg sebesar 10% atau 30% bagi karyawan yg masih aktif bekerja pada perusahaan. Sebagaimana diketahui, saat ini klaim uang tabungan Jaminan Hari Tua (JHT) bukan hanya boleh dilakukan oleh peserta yg telah berhenti bekerja atau yg telah memasuki usia purna tugas saja. Peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek yg masih berstatus karyawan perusahaan, jua bisa melakukan pencarian dana JHT, namun hanya boleh 10 % atau 30 persen dari total saldo. Tidak bisa seluruhnya.

Hal tadi berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No 60 tahun 2015, bahwa saldo JHT dapat diambil sedikit demi sedikit yakni sebanyak 10 persen & 30 % apabila masih aktif bekerja. BPJS TK mengeluarkan kebijakan pencairan tabungan JHT sebagian ini agar peserta yang masih aktif bekerja, sanggup menerima modal buat persiapan purna tugas misalnya mau buka usaha ataupun keperluan-keperluan yg lainnya. Dan juga buat modal mempunyai hunian langsung contohnya buat uang muka pembelian rumah. Dengan rincian klaim JHT 10% untuk persiapan pensiun, & klaim JHT 30% buat biaya perumahan. Sehingga diharapkan ketika nanti sudah purna tugas atau sudah nir bekerja lagi, peserta yg bersangkutan sudah berdikari & mempunyai rumah sendiri.

Cara Mencairkan Sebagian Saldo JHT Secara Online Bagi Peserta BPJAMSOSTEK Yang Masih Bekerja

Akan namun dari dua pilihan besaran klaim sebagian dana JHT tersebut, anda hanya mampu memilih salah satunya saja. Apakah mau yang 10%, atau yg 30%. Tidak boleh keduanya. Dan pencairan sebagian uang JHT ini hanya mampu Anda lakukan sekali dalam satu kali masa kepesertaan. Jika telah mencairkan yg 10%, maka anda nir mampu mengajukan klaim terpola lagi. Pencarian selanjutnya merupakan klaim JHT penuh 100% atau seluruhnya, yaitu nanti dalam waktu Anda sudah memasuki usia purna tugas 57 tahun, atau waktu Anda berhenti bekerja baik lantaran resign, PHK, pindah keluar negeri, cacat total tetap & mangkat global (pakar waris yg mencairkan).

Baca Juga: Berapa Lama Uang JHT Cair ke Dalam Rekening Setelah Video Call WhatsApp Dari BPJS Ketenagakerjaan? Berikut Penjelasannya

Nah bagi Anda yg tertarik ingin merogoh sebagian saldo tabungan JHT, berikut kami sajikan tata cara dan kondisi mencairkan JHT sebesar 10% dan 10% secara online. Sehingga anda bisa mengajukannya dari tempat tinggal tanpa perlu mendatangi kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan. Metode ini tentunya sinkron menggunakan protokol kesehatan buat mencegah penyebaran virus Corona SARS-CoV-dua atau covid-19, di mana BPJS Ketenagakerjaan menerapkan mekanisme pelayanan dan interaksi eksklusif terbatas, galat satunya klaim JHT menggunakan Layanan Tanpa Kontak Fisik (LAPAK ASIK).

Syarat-syarat dan Kriteria Klaim JHT 10% dan 30%

Tetapi buat mampu melakukan pengajuan pembayaran sebagian saldo JHT baik 10% atau 30%, anda harus memenuhi kondisi dan kriterianya terlebih dahulu. Adapun syarat-syarat dan kriteria klaim JHT berkala ini merupakan menjadi berikut:

  1. Anda sudah menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja (BPJAMSOSTEK) atau BPJS Ketenagakerjaan sedikitnya 10 tahun.
  2. Perusahaan tempat Anda bekerja tertib iuran dalam waktu 10 tahun tersebut.
  3. Kepesertaan Anda di BPJS Ketenagakerjaan masih aktif.
  4. Anda belum memasuki masa pensiun, artinya masih berumur di bawah 57 tahun. Karena jika sudah memasuki usia pensiun, Anda bisa sekaligus mencairkan seluruh dana JHT yang ada (100%) meskipun status Anda masih bekerja di PT.

Scan Dokumen-dokumen Persyaratan Klaim JHT 10% & 30%

Selain kondisi-kondisi kriteria di atas, untuk klaim dana JHT sebanyak 10 % atau yg 30 % secara daring/online lewat internet, anda juga harus melengkapi berkas-berkas persyaratannya pada bentuk arsip digital. Maka berdasarkan itu, dokumen-dokumen persyaratannya wajib anda scan pada bentuk jpg, jpeg, png, bmp, ataupun pdf. Dengan rincian:

Untuk Pencairan JHT 10%:

  • KPJ (Kartu Peserta Jamsostek) atau kartu BPJS Ketenagakerjaan.
  • KTP elektronik.
  • Kartu Keluarga atau KK
  • Buku rekening tabungan atas nama Anda.
  • Foto terbaru Anda tampak dari depan.
  • Kartu NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) jika jumlah saldo JHT-nya lebih 50 juta.
  • Surat keterangan resmi dari perusahaan bahwa Anda masih aktif bekerja dengan keterangan tertulis bahwa keterangan tersebut untuk pengajuan klaim JHT sebesar 10% untuk persiapan pensiun.

Untuk Pencairan JHT 30%:

  • Kartu Peserta Jamsostek (KPJ) atau kartu BPJS Ketenagakerjaan.
  • KTP elektronik atau e-KTP.
  • Kartu Keluarga atau KK
  • Buku rekening tabungan atas nama Anda.
  • Foto terbaru Anda tampak dari depan.
  • Kartu NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) jika jumlah saldo JHT-nya lebih 50 juta.
  • Surat keterangan dari perusahaan bahwa Anda masih aktif bekerja dengan keterangan tertulis bahwa keterangan tersebut untuk pengajuan klaim JHT sebesar 30% untuk biaya perumahan.
  • Dokumen perumahan yaitu antara lain tanda terima booking fee, standing instructions, SP3K (Surat Penegasan Persetujuan Penyediaan Kredit), dan akad kredit dari pihak perbankan.

Baca Juga:Tips Terbaru Agar Bisa Mendapatkan Nomor Antrian Online BPJS Ketenagakerjaan, Sudah Banyak Yang Berhasil

Seluruh berkas-berkas pada atas silahkan Anda scan dengan ukuran aporisma 1 MB buat setiap dokumen. Bisa menggunakan discan sendiri menggunakan alat scanner. Apabila nir punya, mampu gunakan pelaksanaan scanner yang bisa diunduh pada Google Play. Bisa pula ke toko indera tulis ataupun ke warnet. Atau paling gampang difoto saja memakai kamera ponsel, yg penting hasilnya jelas dan ukurannya tidak melebihi 1 megabyte. Jika output fotonya berukuran pada atas 1 MB, anda bisa memperkecil dengan aplikasi kompres gambar atau foto.

Nah, setelah memenuhi semua kondisi dan kriteria di atas, dokumen-dokumen persyaratannya pula sudah discan lengkap. Selanjutnya Anda sanggup pribadi melakukan proses pengajuan klaim uang JHT 10 atau 30 persen secara daring atau online memakai sistem LAPAK ASIK (Layanan Tanpa Kontak Fisik).

Berikut ini mekanisme pencairan selengkapnya:

1. Siapkan email, aplikasi WhatsApp & nomor telepon

Lantaran pengajuan pencairan uang JHT 10% dan 30% ini akan memakai sistem online, yang mana seluruhnya rangkaiannya akan diproses berdasarkan jarak jauh memakai jaringan internet, anda harus mempunyai email, no WA dan angka hape yang semuanya harus masih aktif. Jadi bila belum memiliki tiga media tersebut, silahkan dilengkapi menggunakan mengunduh pelaksanaan WhatsApp, bikin alamat email, & beli SIM card.

2. Registrasi Antrian Online

Selanjutnya kunjungi website antrian online BPJSTK (antrian.Bpjsketenagakerjaan.Go.Id) melalui browser di personal komputer , laptop ataupun smartphone. Kemudian isi formulir antrean online dengan data-data kependudukan dan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan milik Anda. Meliputi NIK, no KPJ, Nama lengkap, no HP/Wa, email, pilih wilayah pelayanan, cabang pelayanan, tanggal pengajuan klaim hingga jam pengajuan klaim yang kamu inginkan.

Mendaftar antrian online juga mampu via BPJSTK Mobile atau aplikasi BPJSTKU. Dengan cara log in, pilih hidangan ANTRIAN ONLINE, kemudian isi form antrian online sesuai data kependudukan dan data kepersertaan Anda di BPJS Ketenagakerjaan.

3. Email Konfirmasi menurut BPJS Ketenagakerjaan

Ketika sudah berhasil mendaftar antrian online, Anda akan mendapat email menurut BPJS Ketenagakerjaan. Berisi data diri Anda, alamat email kantor cabang pencairan, lampiran formulir permohonan klaim JHT (F5), liputan dokumen klaim JHT bersama foto dan barcode. Juga petunjuk mengenai langkah-langkah yang wajib dilakukan untuk melanjutkan proses klaim dana JHT.

4. Mengisi Formulir F5

Silakan unduh file pdf formulir F5 atau formulir pengajuan klaim JHT yang terdapat pada email balasan tadi, atau bisa juga didownload di halaman muka website antrian online. Setelah itu print out atau dicetak ke menjadi dalam bentuk kertas. Lantas isi dengan data-data diri dan centang dokumen persyaratan dengan lengkap dan benar sesuai tujuan Anda klaim sebagian saldo JHT, baik yang 30% maupun yang 10%. Panduang lengkap cara mengisi formulir permohonan pencairan duit JHT silakan anda Klik Disini.

Setelah diisi lengkap, silahkan anda tandatangani buat kemudian discan. Dan selain formulir 5 (F5) yg telah diisi & ditandatangani tadi, barcode antrian online yg telah Anda dapatkan di email tersebut pula wajib discan. Ukuran arsip scan jua seperti dokumen-dokumen persyaratan yang lainnya, tidak lebih menurut 1 MB.

5. Kirim Dokumen ke Email Kacab

Setelah seluruh dokumen discan, silahkan Anda kiriman ke kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan yang Anda pilih pada saat mendaftar antrian online, yang alamat emailnya telah diberikan pada email konfirmasi. Format subjek emailnya adalah:

ANTRIAN_TANGGAL KEDATANGAN_NAMA LENGKAP_NOMOR KPJ

Silahkan Anda ganti menggunakan jadwal antrian yang Anda peroleh, nama lengkap, & angka Kartu Peserta Jamsostek (KPJ) Anda.

Kemudian pada badan email, cantumkan data diri Anda mulai menurut Nama Lengkap, NIK, Email, No handphone & Tanggal kedatangan. Sementara buat semua file scan berkas-berkas persyaratan klaim JHT 10% atau 30%, silahkan dilampirkan dalam attachment.

6. Proses Verifikasi Dari Kacab BPJS TK

Setelah email terkirim, pihak tempat kerja cabang BPJS Ketenagakerjaan akan menilik & memverifikasi data-data dan file berkas persyaratan klaim JHT Anda. Jika seluruh dokumen persyaratan klaim sebagian dana JHT Anda lengkap, serta data-datanya cocok antara dokumen yg satu menggunakan dokumen yang lainnya, Anda akan dihubungi pihak tempat kerja cabang melalui Video call WhastApp sinkron lepas antrian yg Anda dapatkan. Jadi pastikan WhatsApp Anda selalu aktif.

Dalam panggilan video WA tersebut, paras Anda akan dicocokkan menggunakan foto yg sebelumnya telah kirimkan di email. Anda juga akan sedikit diwawancarai serta akan diminta menerangkan berkas-berkas persyaratan yang orisinil. Maka dari itu, wajib Anda sendiri yg mendapat video call tersebut.

7. Menunggu Dana JHT Cair

Setelah melewati semua rangkaian di atas, selanjutnya anda tinggal menunggu uang JHT cair ke pada rekening. Dengan perkiraan waktu hingga cair sekitar 7 hari kerja setelah tahap video call. Tentunya di luar hari Sabtu & Minggu, di mana pada hari weekend tersebut bank tidak beroperasi.

Tetapi perlu diketahui, pada klaim dana JHT bertahap sesudah 10 tahun kepesertaan ini, Anda akan dikenakan pajak progresif yang besarnya mulai lima% hingga 30%. Untuk hitungannya disesuaikan menggunakan nilai saldo JHT Anda.

Apabila saldo JHT Anda pada bawah Rp 50 juta, pajaknya sebanyak 5%. Jika saldonya antara Rp 50 juta sampai Rp 250 juta, dikenakan pajak 15%. Kemudian buat saldo JHT antara Rp 250 juta sampa Rp 500 juta, Anda akan dikenakan pajak sebanyak 25%. Dan apabila saldo JHT anda telah lebih menurut 500 juta, maka tarif pajaknya adalah 30%.

Baca Juga:Cara Terbaru Mendaftar & Mengisi Form Antrian Online BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) Tahun 2020

Sementara apabila Anda nir pernah mencairkan JHT sedikit demi sedikit atau sebagian lantaran 10 tahun masa kepesertaan ini, pada artian saldo JHT dibiarkan untuh hingga masa purna tugas. Maka nanti waktu pencairan di usia purna tugas (57 tahun), berapapun total jumlah saldo JHT Anda, hanya dikenakan pajak sebesar 5%. Akan namun, bila diklaim sebelum masa pensiun, misalnya dicairkan setelah Anda resign, dan saldo JHT kurang berdasarkan 50 juta, maka sama sekali nir akan terkena potongan pajak.

Seperti itulah mekanisme dan rapikan cara dan syarat-syarat mencairkan sebagian dana JHT BPJS Ketenagakerjaan secara online tahun 2020 lewat internet, baik yg sebanyak 10% juga yg 30%. Semoga sanggup membantu rekan-rekan peserta BPJAMSOSTEK yang ketika ini masih aktif bekerja sebagai karyawan perusahaan & ingin menjamin sebagian kecil uang tabungan JHT.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *