Cara Mencairkan Uang JHT BPJS TK Tanpa Paklaring Atau Surat Keterangan Dari Perusahaan

Posted on

Artikel ini membahas tata cara dan syarat mencairkan saldo dana JHT BP Jamsostek/BPJS Ketenagakerjaan jika tanpa Paklaring tahun 2020. Seharusnya, saat kita berhenti bekerja pada suatu  perusahaan, kita berhak dibuatkan Paklaring atau surat pengalaman kerja/surat referensi/surat rekomendasi dari perusahaan. Berkas tersebut amat sangat penting, karena merupakan salah satu dokumen persyaratan untuk mengambil uang JHT. Tanpa Paklaring, saldo JHT Jamsostek akan sulit cair.

Cara Mencairkan Uang JHT BPJS TK Tanpa Paklaring Atau Surat Keterangan Dari Perusahaan

Tapi memang tidak mampu dipungkiri, masih banyak peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, atau yg dalam tahun 2020 ini berganti nama sebagai Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja (BPJAMSOSTEK), yg ketika keluar kerja tidak diberikan Paklaring menggunakan aneka macam penyebab. Ada yg karena kerjanya baru sebentar belum hingga setahun sudah berhenti, sehingga perusahaan menduga karyawan tadi nir layak diberi Paklaring. Ada yang desersi berhenti kerja begitu saja tanpa membuat surat pengunduran diri, sehingga jelas saja perusahaan tidak menerbitkan Paklaring. Ada yang mungkin pernah mempunyai Paklaring, akan tetapi lalu hilang entah kemana. Dan aneka macam penyebab lainnya.

Baca Juga: Diskusi Tanya Jawab Lengkap Seputar Pencairan Dana JHT BPJS Ketenagakerjaan

Sebenarnya berkasnya nir wajib berupa Paklaring atau yang selama ini disebut pula surat pengalaman kerja. Bisa juga sekedar surat rekomendasi atau surat referensi atau surat informasi berdasarkan perusahaan, yg isi suratnya menerangkan bahwa surat tadi menjadi kondisi mengklaim tabungan Jaminan Hari Tua (JHT). Bisa dibilang semacam surat jalan. Yang krusial di pada surat tersebut mencantumkan lepas kapan anda mulai bekerja, hingga lepas kapan anda berhenti bekerja. Ini bagi anda yang berhenti bekerja atas kemauan sendiri atau mengundurkan diri (resign).

Sedangkan bagi anda yang berhenti kerjanya karena diberhentikan sang perusahaan atau di-PHK, berkas persyaratan klaim JHT-nya berupa surat liputan Pemberhentian Hubungan Kerja berdasarkan perusahaan. Beda lagi buat karyawan kontrak. Bagi pekerja yang berhenti kerja lantaran sudah selesai masa kontrak kerjanya, surat keterangannya berupa surat Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).

Lantaran Paklaring atau Surat liputan dari perusahaan merupakan galat satu kondisi wajib , apabila nir punya atau hilang, maka mau nir mau harus mendatangi perusahaan tempat kita bekerja dulu. Meminta dibuatkan Paklaring atau surat rekomendasi buat klaim JHT. Kalau lokasi perusahaannya jauh, mungkin kita mampu meminta lewat telepon, lalu nanti Paklaring yang telah jadi dikirim lewat pos.

Begitu pentingnya eksistensi paklaring pada pada proses penarikan uang JHT, sehingga seumpama hilang, Paklaring tidak mampu digantikan dengan surat liputan hilang dari kepolisian. Dan jua sebaiknya jangan mencoba mengelabui pihak BPJS Ketenagakerjaan dengan menciptakan Paklaring palsu, yg umumnya melalui jasa calo pencairan uang JHT BPJS Taman Kanak-kanak, karena kalau ketahuan kita mampu berurusan menggunakan aturan & pengadilan. Jika anda acapkali mengikuti berita, pasti memahami insiden beberapa tahun kemudian ketika polisi menangkap sindikat calo pencairan uang Jamsostek dengan membuat paklaring palsu.

Lalu bagaimana jika perusahaan telah nir ada lagi alias telah tutup? Bagaimana cara mengurus Paklaringnya?

Jika memang sahih perusahaan telah benar-sahih tutup, tidak beroperasi lagi, barulah kita sanggup mencairkan saldo JHT walau tanpa Paklaring. Sebagai penggantinya kita harus membuat surat pernyataan pada atas materai yang isinya menyatakan:

1. Kita sebagai energi kerja telah benar-benar berhenti bekerja.

Dua. Perusahaan telah sahih-sahih tutup.

3. Belum mengajukan pencairan JHT.

4. Bila memungkinkan silakan menyertakan fotokopi ID Card/Kartu Karyawan sewaktu kita masih bekerja di perusahaan yg telah tutup tersebut.

Surat pernyataan tersebut dibentuk pada tempat kerja BPJS Ketenagakerjaan terdaftar.

Baca Juga:Begini Contoh Surat Pernyataan Tidak Memiliki Paklaring Untuk Pencairan Uang JHT BPJamsostek

Sekali lagi harap diperhatikan, cara ini hanya berlaku bila perusahaan telah benar-benar tutup. Sudah nir aktif lagi. Apabila perusahaan masih beroperasi, sampai ketika ini belum ada cara lain selain meminta dibuatkan Paklaring lagi pada perusahaan yg bersangkutan.

Dan kalau sudah menciptakan surat pernyataan di tempat kerja BPJS TK, kita bisa mengambil uang (Jaminan Hari Tua JHT) walau tidak punya Paklaring. Tapi tentu saja menggunakan melengkapi berkas-berkas persyaratan yg lainnya misalnya:

1. Kartu peserta BPJS-Taman Kanak-kanak (Jamsostek) orisinil.

Dua. Foto kopi dan asli KK (Kartu Keluarga).

3. Foto kopi rekening tabungan atas nama pribadi, tidak boleh buku tabungan atas nama orang lain meskipun itu keluarga sendiri.

4. KTP elektronik asli bersama salinannya.

Lima. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) apabila jumlah saldo JHT anda di atas 50 juta.

Seperti itulah mekanisme cara mencairkan saldo JHT bagi peserta yg tidak memiliki Paklaring, dengan catatan perusahaan sudah sahih-sahih tutup. Selama perusahaan terdapat, JHT tidak bisa cair apabila tanpa Paklaring.

Baca Juga: Contoh Surat Keterangan Dari Perusahaan Untuk Pencairan JHT Sebagai Pengganti Paklaring

Dan mengingat betapa pentingnya surat warta sudah berhenti dari perusahaan buat klaim JHT ini, buat teman-sahabat yang sekarang masih bekerja, apabila suatu ketika nanti ingin berhenti kerja (resign), jangan hingga lupa mengurus surat Paklaring, atau surat pengalaman kerja, atau surat rekomendasi, atau surat surat keterangan. Intinya di dalam surat tadi memperlihatkan Anda pernah bekerja di perusahaan tadi menurut tanggal sekian-sekian, & telah berhenti bekerja per tanggal sekian-sekian. Daripada nanti Anda kesulitan waktu mau mengajukan pencairan JHT.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *