Cara Mencairkan Uang JHT Jamsostek 2018 Langsung di Kantor BPJS Ketenagakerjaan

Posted on

Tulisan ini merupakan pedoman lengkap cara mencairkan saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan/Jamsostek tahun 2018 secara langsung pada kantor cabang terdekat. Mungkin perlu diketahui, bahwa buat mengambil dana JHT setidaknya terdapat 3 cara yg mampu dilakukan. Pertama mengajukan pencairan secara online melalui layanan e-Klaim. Kedua, mencairkan JHT melalui bank-bank eksklusif yg bekerja sama menggunakan BPJS Ketenagakerjaan. Dan yg ketiga adalah pencairan langsung menggunakan mendatangi tempat kerja BPJS Taman Kanak-kanak seperti yg akan kami bahas kali ini.

Meskipun proses pengambilan tabungan JHT secara manual pada tempat kerja BPJS Taman Kanak-kanak lebih panjang dibanding klaim secara online, tapi masih relatif banyak peserta yg menentukan cara ini. Karena dari kami langsung, walaupun masih ada banyak kelebihan dan keunggulannya, akan tetapi terdapat pula kelemahan dan kekurangannya saat kita memilih mencairkan JHT lewat online. Misalnya saja website BPJS Ketenagakerjaan terkadang senang error sehingga tidak sanggup diakses buat upload berkas-berkas persyaratan. Kemudian kalaupun nantinya e-Klaim disetujui, kita masih harus datang ke tempat kerja BPJS Taman Kanak-kanak buat validasi data faktual. Jadi tidak sahih-benar 100% via online sanggup cair. Yang via online hanya sebatas pengiriman berkas.

Cara Mencairkan Uang JHT Jamsostek 2018 Langsung Di Kantor BPJS Ketenagakerjaan

Selain itu, masih sangat banyak peserta yang tidak paham & galau bagaimana cara menciptakan akun BPJS Taman Kanak-kanak, cara scan berkas, cara meng-uploadnya ke layanan e-Klaim, sehingga akhirnya memilih mencairkan eksklusif menggunakan mendatangi tempat kerja Jamsostek.

UPDATE!!!:Inilah Cara Mencairkan Dana JHT BPJS Ketenagakerjaan Tahun 2019

Hingga artikel ini kami buat, belum ada peraturan terbaru 2018 tentang pencairan JHT. Tapi mungkin bagi teman-teman yang belum tahu, di bulan November tahun 2017 kemarin ada sedikit perubahan persyaratan berkas. Yaitu khusus untuk peserta yang berhenti bekerja karena mengundurkan diri atau resign, sudah tidak perlu lagi membawa berkas berupa surat keterangan pengunduran diri dari perusahaan yang telah dilaporkan kepada Dinas Ketenagakerjaan setempat dan ditembuskan kepada BPJS Ketenagakerjaan. Hanya itu sedikit perubahan prosedur pencairan JHT. Selebihnya masih sama dengan peraturan yang telah ditetapkan sejak tanggal 1 September 2015 lalu.

Baiklah, eksklusif dalam rapikan cara mencairkan JHT langsung di kantor bpjs ketenagakerjaan. Hal paling primer sebelum tiba ke kantor cabang, pastikan telah memenuhi seluruh syarat & ketentuan yg telah diberlakukan. Daripada nanti sudah tiba jauh-jauh, pengajuan klaim ditolak gara-gara ada berkas atau persyaratan yg tidak lengkap.

Kriteria peserta yg sudah mampu menarik seluruh saldo JHT-nya merupakan:

  • Sudah berhenti bekerja dari perusahaan minimal satu bulan. Jadi JHT hanya bisa diklaim setidaknya setelah kita sebulan tidak bekerja. Kurang dari itu tidak akan disetujui.
  • Sedang menganggur atau belum bekerja lagi. Jika sebelumnya sudah berhenti kerja, tapi kemudian kembali bekerja menjadi karyawan di perusahaan baru, maka saldo JHT di perusahaan yang lama belum bisa dicairin.
  • Kartu sudah benar-benar non aktif. Jika kartu masih aktif walaupun kita sudah berhenti kerja, maka uang JHT belum bisa diproses untuk dicairkan.

Ketentuan-ketentuan tersebut adalah absolut. Tidak akan ada kompensasi atas alasan apapun. Kecuali buat peserta menggunakan syarat misalnya ini dia:

  • Peserta yang sudah berusia 56 tahun.
  • Peserta yang akan pindah ke luar negeri dan tidak akan kembali lagi.
  • Peserta yang mengalami cacat total tetap (permanen).
  • Peserta yang sudah meninggal dunia (ahli waris yang mengurus proses klaimnya).

Dan jikalau telah memenuhi kriteria yg telah disebutkan di atas, ingat menggunakan berkas-berkas dokumen yg harus dibawa yaitu:

  1. KPJ atau Kartu Peserta Jamsostek/BPJS Ketenagakerjaan asli beserta foto kopi.
  2. Foto kopi dan asli KK (Kartu Keluarga).
  3. Foto kopi rekening tabungan atas nama pribadi, tidak boleh buku tabungan atas nama orang lain meskipun itu keluarga sendiri.
  4. KTP elektronik asli beserta salinannya.
  5. Paklaring/surat pengalaman kerja/surat referensi/surat rekomendasi.
  6. Khusus bagi peserta yang jumlah saldo jht-nya di atas Rp 50 juta, wajib membawa NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) asli dan fotokopi.

Kelengkapan berkas dokumen tersebut pula wajib , karena nanti akan ditunjukkan pada petugas di kantor BPJS Ketenagakerjaan buat diperiksa kevalidannya. Akan tetapi buat beberapa berkas, bila hilang atau belum punya sanggup diganti dengan berkas lain. Misalnya kartu peserta hilang, sanggup diganti dengan surat liputan hilang dari kepolisian. Belum punya KTP elektronika, mampu membawa resi resmi e-KTP yg dikeluarkan oleh dinas kependudukan & catatan sipil atau berdasarkan kelurahan. Tidak mempunyai Paklaring dan perusahaan telah tutup, bisa membuat pernyataan bermaterai pada kantor BPJS Ketenagakerjaan. Untuk penjelasan lebih lengkapnya silakan sobat baca di artikel-artikel kami yg lainnya.

Baca Juga:Syarat dan Cara Mengajukan Pencairan JHT Sebesar 10% dan 30% Terbaru

Sementara buat KK wajib terdapat, baik yg asli maupun fotokopinya. Buku tabungan atas nama peserta yg bersangkutan pula harus ada, nir sanggup digantikan menggunakan buku tabungan orang lain. Lantaran nanti uang JHT akan ditransfer ke rekening bank, tidak bisa dicairkan tunai.

Oh iya, bagi peserta yang berhenti bekerja per 1 September 2015 karena PHK, wajib membawa berkas tambahan berupa akte perjanjian bersama yang di keluarkan oleh Pengadilan Hubungan Industrial (PHI).

Sedangkan untuk peserta yang berhenti kerja karena sudah habis masa kontraknya, wajib melampirkan surat PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu) yang pertama kali diterima.

Nah, apabila seluruh kondisi & ketentuan di atas terpenuhi, dijamin dana simpanan Jaminan Hari Tua (JHT) kita akan cair seluruhnya. Silahkan saja mendatangi kantor Jamsostek yang Anda inginkan. Tidak wajib sesuai menggunakan alamat loka tinggal. Lantaran sistem klaim JHT ini telah online, jadi sanggup diproses pada tempat kerja cabang mana saja pada seluruh wilayah Indonesia.

Pastikan Anda datang nir pada saat weekend, lantaran kantor BPJS Ketenagakerjaan hanya buka pada hari-hari kerja dari senin hingga Jum’at. Sementara sabtu, minggu & hari-hari besar mereka libur. Untuk jam pelayanannya, kantor Jamsostek buka dari pukul 08.00 pagi sampai tutup dalam pukul 15.30 sore.

Dan lagi, peserta yg hendak mengurus klaim uang JHT di kantor Jamsostek wajib datang sendiri. Maksudnya nir boleh diwakilkan oleh siapapun walaupun sang keluarga. Peserta yg bersangkutan wajib hadir pada lokasi.

Tapi harap dimaklumi jika lamanya proses pencairan JHT nir sama antar tempat kerja yang satu dengan tempat kerja yang lainnya. Tergantung taraf kepadatan peserta yg mengurus klaim JHT pada kantor tersebut. Untuk kantor-kantor yg padat, telah niscaya akan lebih usang prosesnya. Mungkin hari ini merogoh nomor antrian, besoknya, seminggu lalu atau sebulan kemudian baru bisa proses mengajukan berkas. Mau nir mau kita memang harus bolak-balik ke kantor BPJS Taman Kanak-kanak. Malah saking padatnya, beberapa tempat kerja BPJS Taman Kanak-kanak menyarankan peserta supaya mengajukan klaim secara online saja.

Di kota-kota akbar misalnya ibu kota provinsi umumnya terdapat tempat kerja cabang BPJS Ketenagakerjaan lebih menurut satu. Bahkan terutama pada beberapa wilayah di pulau Jawa, BPJS Ketenagakerjaan sudah membuka kantor cabang pembantu sampai ke tingkat kecamatan-kecamatan. Jadi teman-sahabat bisa memilih kantor cabang yg nir ramai agar proses pengajuan pencairan JHT selesai pada satu hari. Tapi jika memang nir menemukan fakta tempat kerja cabang yg sepi, ya telah ikuti saja mekanisme yg berlaku. Mau bagaimana lagi?

Nanti pada kantor BPJS TK, tahap demi termin pencairan JHT meliputi mengambil angka antrian, formulir klaim JHT, surat pernyataan bermaterai, ceklis kelengkapan berkas. Setelah diisi seluruh & ditandatangani, tambahkan ke dalam box yg sudah disediakan. Nanti sehabis menunggu antrian, kita akan dipanggil buat validasi berkas, sedikit wawancara, difoto, indikasi tangan dan sidik jari.

Sampai disitu proses administrasi sudah selesai. Kita sudah diperbolehkan pergi. Selanjutnya tinggal menunggu saldo tabungan JHT dikirim ke rekening kita. Uang biasanya akan masuk pada waktu 2 sampai 5 hari.

Baca Juga:13 Penyebab Kenapa Pencairan JHT BPJS Taman Kanak-kanak Ditolak dan Cara Mengatasinya

Seperti itulah cara & persyaratan nyairin uang JHT BPJS Ketenagakerjaan (Jamsostek) 2018. Semoga warta ini bisa membantu sahabat-teman yg berencana mengambil dana JHT pada ketika dekat ini. Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *