Cara Mencairkan Uang JHT Untuk Peserta BPJS TK Yang Meninggal Dunia

Posted on

Artikel kali ini akan membahas bagaimana cara & apa saja persyaratan klaim dana JHT Jamsostek/BPJS Ketenagakerjaan untuk peserta yang sudah meninggal global. Praktis-mudahan warta ini bermanfaat bagi pakar waris yang hendak mengurus klaim uang Jaminan Hari Tua (JHT) milik almarhum.

Untuk diketahui, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan atau disingkat BPJS TK merupakan badan penyelenggara Jaminan Sosial berkelas dunia, terpercaya, bersahabat dan unggul pada operasional pelayanan. Melalui program-program yang dimilikinya, BPJS Ketenagakerjaan atau yg dulunya bernama Jamsostek ini berkomitmen buat melindungi & menyejahterakan semua pekerja dan pula keluarganya.

Cara Mencairkan Uang JHT Untuk Peserta BPJS TK Yang Meninggal Dunia

Salah satu acara yang paling poly dibahas adalah acara Jaminan Hari Tua atau JHT. Di mana acara tersebut semacam tabungan yang iurannya ditanggung perusahaan sebesar 3,7% & dua% dipotong berdasarkan honor peserta yg nantinya akan dikembalikan/dibayarkan sebanyak iuran yg terkumpul ditambah dengan output pengembangannya/bunga. Dana tersebut bertujuan menjadi pengganti terputusnya penghasilan yang akan dibayarkan sekaligus saat energi kerja telah berhenti bekerja minimal satu bulan baik karena di-PHK ataupun resign, mengalami stigma tetap, dan waktu sang pekerja meninggal dunia.

Baca Juga: 6 Pilihan Cara Mengetahui Jumlah Saldo JHT

Untuk mencairkan dana JHT, peserta bersangkutan yang harus mengurus sendiri pengajuan pencairan. Artinya tidak mampu diwakilkan sang siapapun meskipun oleh kerabat dekat sekalipun (kecuali buat peserta BPJS TK yg sudah mangkat ). Selama peserta masih hayati & sehat wal’afiat, klaim harus diproses sendiri.

Nah buat peserta BPJS Ketenagakerjaan yg telah mangkat global, pencairan uang JHT bisa dilakukan sang ahli warisnya. Dan urutan pakar waris yg berhak merogoh dana JHT milik peserta yg mangkat dunia adalah menjadi berikut:

  1. Janda/duda
  2. Anak
  3. Orang Tua, Cucu
  4. Saudara Kandung
  5. Mertua
  6. Pihak yang ditunjuk dalam wasiat

Jika peserta BPJS Taman Kanak-kanak yang tewas global nir mempunyai ahli waris & wasiat misalnya dalam urutan di atas, maka tabungan JHT milik almarhum akan dikembalikan ke Balai Harta Peninggalan.

Cara mengurus pencairan dana JHT buat famili yg telah tewas global merupakan silakan eksklusif mengajukan pencairan ke tempat kerja cabang ataupun kantor cabang perintis terdekat menggunakan membawa berkas-berkas persyaratannya. Dan ingat pastikan dulu status kepesertaan almarhum pada BPJS Ketenagakerjaan telah nonaktif minimal 1 bulan selesainya kartu dinonaktifkan.

Dokumen atau berkas-berkas persyaratan mencairkan saldo JHT buat peserta yang mati global merupakan ini dia:

  1. Kartu peserta BPJSTK yang asli dan fotokopi;
  2. Fotokopi KTP atau Paspor peserta dengan menunjukan yang asli;
  3. Fotokopi Kartu Keluarga peserta dengan menunjukkan yang asli;
  4. Fotokopi KTP atau Paspor ahli waris dengan menunjukkan yang asli;
  5. Surat Kematian asli dari pejabat yang berwenang atau fotokopi legalisir;
  6. Surat keterangan ahli waris;
  7. Fotokopi surat nikah dengan menunjukkan yang asli;
  8. Fotokopi rekening tabungan ahli waris;
  9. NPWP jika saldo JHT yang akan dicairkan di atas 50 juta.

Apabila dokumen persyaratannya di atas sudah lengkap, pihak ahli waris bisa langsung mengajukan klaim JHT di kantor cabang atau kantor cabang perintis BPJS TK terdekat. Untuk kantor cabang rata-rata sudah menggunakan sistem antrian online, jadi silahkan registrasi nomor atau kode antrean terlebih dahulu. Panduan lengkap tentang tata cara registrasi antrian online silahkan Klik Disini .

Sementara buat tempat kerja cabang perintis, masih sanggup mengurus pencairan JHT tanpa mendaftar antrian online. Jadi silakan pilih mana yg paling gampang dari sahabat-sahabat.

Nanti di kantor BPJS TK, tahapan mengurus klaim dana JHT milik peserta yg mengalami kematian nir jauh tidak sinkron dengan klaim JHT peserta biasa. Mulai berdasarkan mengisi formulir klaim JHT, ceklis kelengkapan berkas, kemudian memasukkannya beserta seluruh berkas persyaratan ke dalam box yg telah disediakan. Setelah menunggu sesuai nomor antrian, nanti si ahli waris akan dipanggil buat validasi berkas, sedikit wawancara, difoto, indikasi tangan & sidik jari.

Baca Juga: Cara Daftar Menjadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan (Jamsostek) 2019

Sampai disitu proses administrasi pengajuan klaim saldo JHT buat peserta BPJS Ketenagakerjaan (Jamsostek) yg telah mati dunia telah rampung. Tinggal menunggu dana cair dan masuk ke pada rekening milik ahli waris. Estimasi ketika pencairan, maksimal lima hari kerja (Sabtu, Minggu dan libur nasional tidak terhitung). Tetapi wacana tersebut diadaptasi dengan fakta, antrean dan pembuktian data berdasarkan kantor cabang.

Demikianlah prosedur pencairan dana JHT BPJS Ketenagakerjaan buat peserta yang sudah tewas global. Jika terdapat hal-hal yang nir dimengerti bisa diskusikan pada kolom komentar atau bisa langsung menghubungi Call Center BPJSTK di nomor 15000910.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *