Cara Mengisi Formulir F5 Pengajuan Klaim JHT BPJS TK (BPJamsostek)

Posted on

Artikel ini berisi panduan cara isi form F5 atau formulir pencairan uang JHT BPJS Ketenagakerjaan, yg sekarang dikenal sebagai Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja (BPJamsostek). Mengisi formulir F5 merupakan bagian penting pada proses mencairkan dana JHT. Formulir yang telah diisi dan ditandatangani, nantinya akan diperiksa & diverifikasi oleh petugas pada kantor cabang BPJS Taman Kanak-kanak.

Apabila lolos verifikasi, saldo JHT anda akan cair dan masuk ke dalam rekening bank anda. Sementara bila nir lolos pada pembuktian, misalnya terdapat data-data yang tidak valid, atau terdapat syarat kriteria yg belum terpenuhi, pengajuan klaim duit JHT anda buat sementara tidak akan disetujui, sampai anda memperbaiki data yg tidak cocok tadi, & juga memenuhi semua persyaratan dan kriteria yang telah ditetapkan.

Perlu diketahui, bahwasanya cara mengisi formulir permohonan pencairan tabungan Jaminan Hari Tua (JHT) sebenarnya relatif gampang. Ya misalnya mengisi formulir-formulir pada biasanya. Akan tetapi bagi yg belum berpengalaman, atau yang baru pertama kali mengurus pencairan JHT, mungkin masih bertanya-tanya data apa saja yg nanti harus ditulis pada pengisian formulir.

Cara Mengisi Formulir F5 Pengajuan Klaim JHT BPJS TK (BPJamsostek)

Baca Juga:Cara Terbaru Mencairkan Uang JHT apabila Kartu BPJS TK Anda Hilang

Baiklah, agar nir penasaran, kali ini kami akan berikan terali cara mengisi formulir F5 buat pengajuan pencairan dana JHT BPJS Ketenagakerjaan (Jamsostek) tahun 2020. Praktis-mudahan ini mampu sedikit sebagai gambaran bagi sahabat-sahabat yg berencana merogoh uang JHT dalam saat dekat ini.

Contoh Formulir F5 Pengajuan Klaim Saldo JHT BPJamsostek - Cara Mengisi Formulir F5 Pengajuan Klaim JHT BPJS TK (BPJamsostek)

Contoh Formulir F5 Pengajuan Klaim Saldo JHT BPJamsostek

Formulir Pengajuan Pembayaran Uang Jaminan Hari Tua

A. Yang Bertanda Tangan pada Bawah Ini

1. Nama

Nama diisi menggunakan nama anda sebagai pihak yg akan mengajukan pencairan uang JHT. Bukan berarti nama pekerja, mampu jadi anda sebagai pakar waris karena mengurus klaim saldo JHT buat anggota keluarga anda yg telah meninggal global. Bisa saja anda istri, anak, orang tua, dan ahli waris lainnya berdasarkan pekerja yang berpulang tersebut.

Tapi jika yg akan dicairkan ini merupakan tabungan JHT milik anda sendiri, silahkan tulis nama lengkap anda sendiri.

2. NIK

NIK atau nomor induk kependudukan, diisi NIK pihak yg mengajukan klaim dana JHT. Baik itu anda sebagai pekerja yang bersangkutan, atau anda menjadi pakar waris.

Baca Juga:Cara Daftar Antrian Online BPJS Ketenagakerjaan Untuk Pencairan Dana JHT Secara Mudah

tiga. Alamat

Isi menggunakan alamat anda sebagai pihak yang mengurus klaim JHT. Baik itu anda menjadi pekerja tersebut, atau anda sebagai ahli waris.

4. Nomor Telepon atau Handphone.

Isi dengan nomor hanphone anda sebagai pihak yg mengajukan permohonan pencairan uang JHT.

5. Hubungan Dengan Tenaga Kerja.

Di sini silahkan pilih posisi anda ketika mencairkan JHT ini sebagai apa. Silahkan isi dengan cara ceklis pilihan yang sinkron menggunakan status interaksi anda dengan tenaga kerja. Pilihan yang tersedia antara lain ‘Pekerja Sendiri’ apabila ada mengurus klaim JHT milik anda sendiri. Atau status anda menjadi ‘Istri/Suami’, ‘Anak’, ‘Orang Tua’ atau silahkan tulis jika anda jenis pakar waris yang lainnya daripada pekerja yg bersangkutan.

6. Data Tenaga Kerja.

Di sini barulah diisi menggunakan data-data tenaga kerja yg bersangkutan. Hal-hal yang wajib diisi antara lain:

  1. Nama pekerja (Jika mengurus klaim JHT milik anda sendiri, anda tidak perlu lagi mengisi bagian ini)
  2. NIK (Sama seperti nomor 1 di atas, jika anda bukan ahli waris, anda tidak perlu lagi isi bagian ini)
  3. Nomer Kartu Peserta Jamsostek (KPJ) atau nomor kartu BPJS TK.
  4. Tempat tanggal lahir pekerja.
  5. Nama Ibu kandung pekerja.
  6. Riwayat Pekerjaan. Isi dengan kapan mulai bekerja, kapan berhenti bekerja, nama pemberi kerja atau perusahaan, dan alamat perusahaan tersebut. Tambahkan sesuai nomor untuk jika pekerja pernah bekerja di lebih dari satu perusahaan.

Isi dengan alamat emaial anda sebagai pihak yang mengajukan permohonan klaim saldo JHT.

B. Dengan ini mengajukan permintaan Jaminan Hari Tua karena:

Di situ terdapat kolom SEBAB KLAIM, silahkan centang menggunakan kriteria atau penyebab saldo JHT tadi hendak diklaim. Apakah lantaran:

  1. Sudah mencapai usia 56 tahun
  2. Akan meninggalkan wilayah Republik Indonesia bagi anda pekerja asing (WNA)
  3. Akan pindah dan meninggalkan tanah air bagi warga negara Indonesia (WNI).
  4. Pekerja mengalami cacat total permanen.
  5. Pekerja sudah meninggal dunia.
  6. Anda sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan lebih dari 10 tahun, dan ingin mencairkan dana JHT sebesar 10%.
  7. Anda sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan lebih dari 10 tahun, dan ingin mencairkan dana JHT sebesar 30%.
  8. Resign atau mengundurkan diri sebelum pensiun.
  9. Anda terkena PHK, atau masa kontrak kerja telah berakhir, atau pensiun sebelum usia 56 tahun.

Di sebelah kanan kolom SEBAB KLAIM, masih ada nomor -nomor dokumen persyaratan pencairan JHT buat masing-masing kriteria. Lengkap untuk semua jenis kepersertaan BPJS Ketenagakerjaan.

Mulai berdasarkan peserta BPJamsostek Penerima Upah (PU) atau bekerja pada pihak lain baik itu majikan atau perusahaan. Peserta Bukan Penerima Upah (BPU) misalnya petani, nelayan, penulis, & lain-lain. Dan pula peserta PMI (Pekerja Migran Indonesia) yaitu peserta BPJS Ketenagakerjaan yang bekerja di luar negeri atau TKI.

Berikut urutan nomor dokumen persyaratan mengambil uang JHT:

  1. Kartu BPJS Ketenagakerjaan atau KPJ asli.
  2. Fotokopi KTP bagi WNI, atau fotocopy paspor bagi WNA, beserta aslinya.
  3. Fotokopi KK bagi WNI beserta aslinya.
  4. Fotokopi surat keterangan masih aktif bekerja dari perusahaan, beserta aslinya.
  5. Fotokopi keterangan berhenti bekerja dari perusahaan dengan aslinya. Atau bagi peserta BPU, surat pernyataan tidak punya aktivitas usaha.
  6. Fotokopi surat keterangan mencapai usia 56 tahun dari perusahaan, beserta aslinya.
  7. Fotokopi perjanjian kontrak kerja, atau surat keterangan habis kontrak, beserta aslinya. Atau keterangan PHK dari perwakilan pemerintah RI/pelaksana penempatan/perusahaan TK untuk PMI.
  8. Fotokopi penetapan PHK dari Pengadilan Hubungan Industrial (PHI)
  9. Fotokopi surat keterangan pensiun beserta aslinya.
  10. Fotokopi Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) bagi WNA dengan aslinya.
  11. Surat pernyataan tidak bekerja di Indonesia lagi bagi WNA, atau bagi WNI yang ingin meninggalkan Indonesia dan beralih kewarganegaraan.
  12. Surat keterangan cacat total tetap dari dokter.
  13. Dokumen kredit perumahan.
  14. Fotokopi KTP (WNI) atau paspor (WNA) ahli waris dengan aslinya.
  15. Fotokopi kartu keluarga ahli waris (WNI) beserta aslinya.
  16. Fotokopi akta Kematian atau surat keterangan meninggal dunia dari Rumah Sakit/Polisi/Kelurahan/Instansi terkait, beserta aslinya.
  17. Fotokopi surat keterangan ahli waris dengan aslinya.
  18. Fotokopi buku rekening.

Jadi silahkan dicek nomor -nomor dokumen persyaratannya, lalu lengkapi sesuai kriteria sebab klaim dan pula jenis kepesertaan pekerja yang bersangkutan. Dan lantaran saat ini klaim dana JHT menerapkan sistem Layanan Tanpa Kontak Fisik (Lapak Asik), yang mana berkas persyaratannya harus berupa file (scan), maka berkas-berkas fotocopy yg dimaksud pada atas, harus berupa berkas orisinil yg di-scan. Bukan fotokopian lagi.

Baca Juga:Cara Tracking Klaim Dana JHT BPJS Ketenagakerjaan, Untuk Melacak Dokumen Pencairan Sudah Sampai Di Mana

C. Dokumen Pendukung (diisi oleh petugas BPJS Ketenagakerjaan)

Bagian ini akan diisi atau diceklis oleh petugas BPJamsostek. Berupa pemeriksaan kelengkapan dokumen persyaratan klaim JHT sesuai kriteria sebab klaim & jenis kepesertaan.

D. Informasi Rekening

Nama bank

Isi nama bank yg anda pakai buat menerima transfer pencairan uang JHT.

Nama Rekening

Isi menggunakan nama pemilik rekening. Nama pada buku rekening bank, harus sama menggunakan nama anda menjadi pihak yg mengajukan permohonan klaim.

Nomor rekening

Isikan angka rekening bank dengan lengkap dan benar.

Terakhir sehabis mengisi seluruh data di atas, di bagian bawah formulir ada semacam peringatan atau pernyataan yang berbunyi:

Melalui pengisian formulir ini maka dengan ini aku menyatakan bahwa:

INFORMASI YANG SAYA SAMPAIKAN DI ATAS DIBUAT DENGAN SEBENARNYA.

Jika di lalu hari ternyata terdapat hal-hal yang nir sahih, baik tentang dokumen yang aku berikan serta kabar yg saya sampaikan maka aku bersedia mengembalikan semua uang yg aku terima berdasarkan hak tadi di atas serta bersedia buat dituntut secara hukum.

Jadi seumpama anda memalsukan dokumen contohnya menggunakan paklaring palsu, bila pada lalu hari ketahuan, anda harus siap jika pihak perusahaan atau pihak-pihak yg lainnya menuntut di pengadilan.

Setelah itu pada pojok kanan bawah, isi menggunakan lepas, bulan serta tahun dalam ketika anda mengajukan klaim, lalu tulis nama lengkap dan indikasi tangani.

Selesai! Cukup gampang bukan?

Baca Juga:Berapa Lama Uang JHT Cair ke Dalam Rekening Setelah Video Call WhatsApp Dari BPJS Ketengakerjaan? Berikut Penjelasannya

Seperti itulah petunjuk cara mengisi formulir F5 atau formulir pengajuan permohonan pencairan uang JHT BPJS Ketenagakerjaan/BPJamsostek. Formulir F5 tersebut sanggup anda dapatkan pada tempat kerja cabang BPJS Ketenagakerjaan terdekat. Atau sanggup juga diunduh arsip-nya pada laman situs antrian online menggunakan alamat antrian.Bpjsketenagakerjaan.Go.Id sehabis itu dicetak atau diprint sebagai dalam bentuk kertas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *