Cara Menonaktifkan Status Kepesertaan Kartu BPJS TK/Jamsostek Yang Masih Aktif Padahal Sudah Berhenti Bekerja

Posted on

Kali ini kita akan membahas bagaimana cara mengatasi kartu BPJS Ketenagakerjaan/Jamsostek atau status kepesertaan yang masih aktif padahal kita telah resmi nir bekerja. Hal ini krusial mengingat galat syarat buat bisa menarik semua tabungan Jaminan Hari Tua (JHT) adalah status kepesertaan kita pada BPJS Ketenagakerjaan harus telah nonaktif minimal satu bulan.

Walaupun kita telah berhenti kerja, kalau ternyata kartu BPJS Ketenagakerjaan terdeteksi masih aktif, maka saldo JHT kita tidak mungkin mampu cair. Meski sebenarnya masalah misalnya ini jarang terjadi, tapi sesekali masih ada saja insiden peserta yg sudah terlanjur jauh-jauh mendatangi kantor BPJS Taman Kanak-kanak, capek-capek ikut antrean, begitu tiba giliran malah pengajuan klaim JHT-nya nir mampu diproses karena ternyata masa kepesertaannya masih aktif.

Maka menurut itu, buat sahabat-teman yg berencana mengurus pencairan dana JHT secara langsung pada kantor BPJS TK, ada baiknya menilik dulu status kepesertaannya. Apakah sudah benar-benar nonaktif atau belum. Jika belum nonaktif, lebih baik kalian tunda dulu planning pencairan JHT tersebut. Daripada nanti kecewa sudah jauh-jauh ke kantor BPJS Taman Kanak-kanak akan tetapi tanpa output. Pasalnya JHT nir akan pernah mampu cair, sebelum status kepesertaan yg masih aktif tersebut benar-sahih dinonaktifkan.

Cara mengetahui apakah status kepesertaan kita sudah nonaktif atau belum sebenarnya sangat gampang, sanggup dilakukan pada mana saja memakai hp tanpa perlu mendatangi tempat kerja BPJS Taman Kanak-kanak. Salah satunya merupakan cek status kepesertaan melalui SMS. Cara ini paling gampang karena tidak membutuhkan henpon kelas sophisticated & akses internet. Handphone tipe apa saja sanggup dipakai.

Namun untuk bisa mengecek via SMS ini, teman-teman harus mendaftarkan nomor hp terlebih dahulu ke layanan SMS 2757. Selengkapnya tentang tata cara cek status kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan lewat SMS ini sudah kami kupas tuntas di artikel sebelumnya, silakan baca di sini .

Selain via SMS, cara melacak status kepesertaan BPJS TK juga bisa dilakukan menggunakan Aplikasi BPJSTKU . Caranya silahkan mengunduh aplikasi BPJSTKU di Google Playstore, kemudian lakukan registrasi dengan data kependudukan dan data kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kita. Pada menu cek saldo JHT, jika di sebelah kanan informasi jumlah saldo ada simbol ceklis itu berarti status kepesertaan kita masih aktif. Jika yang muncul adalah tanda silang, artinya status kepesertaan BPJS TK sudah nonaktif dan kita sudah bisa mengajukan pencairan JHT.

Cara Menonaktifkan Status Kepesertaan Kartu BPJS TK/Jamsostek Yang Masih Aktif Padahal Sudah Berhenti Bekerja

Baca Juga: Hati-hati Jika Ada SMS Bantuan Dana Dari BPJS Ketenagakerjaan Maupun BPJS Kesehatan, Karena Itu Adalah Penipuan!

Apa sebenarnya yg menyebabkan kartu BPJS Ketenagakerjaan kita masih aktif, ad interim kita telah lama resign berdasarkan perusahaan & nir bekerja lagi?

Penyebabnya merupakan lantaran perusahaaan belum, atau tidak, atau lupa melaporkan ke tempat kerja cabang BPJS Taman Kanak-kanak terdaftar, bahwa kita telah berhenti bekerja dan nir akan terdapat iuran bulanan atas nama kita lagi di bulan-bulan berikutnya. Penonaktifan kartu eksklusif diproses sejak iuran terakhir dibayarkan dan HRD perusahaan melaporkan ke kantor cabang terdaftar. Buat teman-sahabat yang belum memahami, yang dimaksud tempat kerja cabang BPJS Ketenagakerjaan terdaftar adalah tempat kerja BPJS Ketenagakerjaan yang menerbitkan kartu BPJS Taman Kanak-kanak kita.

Lalu bagaimana cara menonaktifkan status kepesertaan atau kartu BPJS Taman Kanak-kanak yang masih aktif padahal sudah berhenti kerja?

Satu-satunya cara merupakan dengan menghubungi atau mendatangi bekas perusahaan loka kita bekerja, jelaskan bahwa status kepesertaan kita di acara BPJS Ketenagakerjaan masih aktif sebagai akibatnya tidak mampu merogoh uang JHT. Katakan pada HRD perusahaan supaya segera melaporkan ke tempat kerja BPJS TK terdaftar bahwa kita sudah nir bekerja lagi. Kurang lebih misalnya itu.

Dan yg jadi masalah berikutnya adalah, gara-gara perkara pihak perusahaan terlambat melaporkan bahwa kita telah berhenti kerja seperti ini, umumnya tanggal berhenti bekerja yang tertulis pada paklaring yg sudah terlanjur dikeluarkan, jadi nir cocok dengan lepas berhenti bekerja yg dilaporkan ke pihak BPJS Ketenagakerjaan (lantaran laporannya terlambat). Intinya masa aktif bekerja menggunakan masa kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan jadi nir sama alias tidak cocok, dan ini pula bisa menyebabkan pengajuan klaim JHT kita ditolak.

Baca Juga: Cara Mendaftar Menjadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan Secara Online Untuk Pekerja Mandiri

Untuk itu, disarankan sekaligus berkordinasi dengan HRD perusahaan untuk dilakukan koreksi data pada paklaring. Atau mungkin diterbitkan paklaring baru, atau sekedar dibuatkan surat rekomendasi/referensi buat pencairan JHT, dengan mencantumkan tanggal berhenti bekerja yang sama menggunakan lepas yang dilaporkan ke kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan terdaftar.

Demikianlah cara menonaktifkan status kepesertaan atau kartu BPJS TK/Jamsostek yg masih aktif padahal posisi telah berhenti kerja. Praktis-mudahan informasi singkat ini sanggup sebagai solusi bagi teman-sahabat yang sedang mengalami masalah tadi. Apabila masih ada hambatan, jangan ragu-ragu untuk menghubungi call center BPJS Taman Kanak-kanak di nomor (021) 1500910. Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *