Cara Terbaru Mencairkan JHT BPJS TK Bisa Lewat Kantor POS Indonesia

Posted on

Ada cara terbaru mengambil dana JHT Jamsostek/BPJS Ketenagakerjaan di tahun 2019 ini yaitu klaim melalui kantor Pos Indonesia. Tentunya ini adalah liputan baik bagi peserta BPJS Taman Kanak-kanak yg hendak mengurus pencairan saldo JHT, karena mampu menjadi alternatif selain menurut mengajukan pencairan secara online melalui layanan e-klaim JHT, mengklaim uang JHT pada bank-bank eksklusif yang ditunjuk BPJS ketenagakerjaan, juga merogoh dana JHT secara eksklusif dengan mendatangi tempat kerja cabang BPJSTK terdekat.

Dari semua cara klaim tabungan JHT tersebut masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri. Misalnya mencairkan secara manual atau langsung di kantor cabang, meski menjadi metode yang paling banyak dipilih peserta, tapi sistem antrian online yang kuotanya sering penuh, membuat para peserta akhirnya kesulitan mengambil dana JHT-nya.

Cara Terbaru Mencairkan JHT BPJS TK Bisa Lewat Kantor POS Indonesia

Kantor POS Indonesia

Sementara kalau mengurus mencairkan secara online memakai Layanan e-Klaim JHT, sistemnya terkadang error sehingga nir bisa digunakan buat meng-upload scan berkas persyaratan. Selain itu, masih ada jua peserta yg tidak terlalu mengerti global internet. Tidak paham apa itu email, akun BPJSTKU, scan berkas, submit berkas & lain-lain, sehingga tidak mampu memanfaatkan layanan klaim online uang JHT.

Baca Juga: Cara Mencairkan Uang JHT Untuk Peserta BPJS TK Yang Meninggal Dunia

Dan jika mencairkan melalui bank-bank SPO (Service Point Office) yg bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan seperti bank BRI, BNI, Mandiri, Bukopin, BCA, BJB dan BTN, kendalanya adalah tidak seluruh bank tersebut melayani pencairan dana JHT. Jadi meskipun di lebih kurang loka tinggal kita terdapat banyak bank SPO BPJS Ketenagakerjaan, tidak serta merta bank tadi mampu digunakan buat pencairan JHT. Kita masih harus konfirmasi dulu ke kantor cabang BPJSTK, buat pengecekan bank apa saja di wilayah kita yang sudah bekerja sama menggunakan BPJSTK.

Selain itu, umumnya setiap kantor cabang BPJS TK hanya berafiliasi menggunakan satu bank saja. Dan mampu saja antara kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan yang satu menggunakan tempat kerja cabang BPJS Ketenagakerjaan yg lainnya bekerja sama bank yang tidak selaras. Tergantung kebijakan kantor cabang masing-masing.

Nah kini , ada lagi cara baru yaitu mencairkan uang JHT (Jaminan Hari Tua) BPJS Ketenagakerjaan/Jamsostek via tempat kerja POS Indonesia. Semakin hari memang semakin banyak fungsi kantor pos. Bukan lagi sekedar sarana buat kirim surat, paket pos juga wesel pos. Sekarang ini tempat kerja pos jua bisa dipakai buat bayar listrik, bayar iuran BPJS Kesehatan, beli pulsa, bayar kreditan, menabung, dan kini mampu juga buat loka mengurus pencairan saldo JHT.

Lalu bagaimana sih mekanisme atau cara mencairkan dana JHT melalui tempat kerja Pos itu?

Berikut penjelasannya:

Hal yg paling penting sebelum mengurus klaim uang tabungan JHT (Jaminan Hari Tua) lewat cara ini merupakan mencari memahami dulu kantor pos mana di wilayah kita yang telah bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan. Seperti halnya klaim JHT lewat bank, yg nir semua bank bisa digunakan. Klaim JHT via tempat kerja POS jua sama, tak semua kantor pos sanggup digunakan.

Untuk mengetahui berita kantor POS mana pada kota kita yang telah mendukung layanan pencairan uang JHT, kita bisa mendatangi tempat kerja cabang BPJS Ketenagakerjaan terdekat dan menanyakan kepada petugas pada sana. Nanti pegawai BPJS ketenagakerjaan akan melakukan pengecekan. Dan apabila memang pada daerah kita sudah terdapat kantor POS yg bisa melayani klaim JHT, petugas akan menunjukkan alamat tempat kerja POS tadi.

Nah, sesudah kita mengetahui tempat kerja POS yg melayani pengajuan klaim dana JHT, kita tinggal mendatangi kantor pos tersebut menggunakan membawa seluruh berkas persyaratan menjamin JHT. Berkas atau dokumen-dokumen persyaratan pencairan JHT diantaranya:

  1. KPJ atau Kartu Peserta Jamsostek/BPJS Ketenagakerjaan asli.
  2. Foto kopi dan asli KK (Kartu Keluarga).
  3. KTP elektronik asli beserta salinannya.
  4. Fotokopi Paklaring/surat pengalaman kerja/surat referensi beserta salinannya.
  5. Foto kopi buku rekening tabungan atas nama pribadi.
  6. Kartu NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) apabila jumlah saldo JHT di atas Rp 50.000.000.

Baca Juga: Cara Menonaktifkan Status Kepesertaan Kartu BPJS TK/Jamsostek Yang Masih Aktif Padahal Sudah Berhenti Bekerja

Dan jangan lupa, harus melampirkan berkas tambahan bila kita mencairkan JHT lantaran syarat spesifik eksklusif seperti ini:

  • Jika berhenti karena PHK, wajib membawa berkas tambahan berupa akte perjanjian bersama yang di keluarkan oleh Pengadilan Hubungan Industrial (PHI). Tapi ini hanya berlaku untuk pekerja PHK setelah 1 September 2015
  • Jika berhenti kerja karena sudah habis masa kontraknya, wajib melampirkan surat PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu) yang pertama kali diterima.
  • Bagi yang ingin meninggalkan Indonesia untuk selama-lamanya, wajib membuat surat pernyataan bermaterai yang isinya menyatakan tidak akan bekerja lagi di wilayah NKRI. Juga wajib melampirkan passport dan visa bagi tenaga kerja WNI.
  • Bagi peserta yang mengalami cacat total permanen, harus melampirkan surat keterangan cacat total tetap dari dokter yang merawat.
  • Jika mengurus pencairan dana JHT milik peserta yang telah meninggal dunia, wajib membawa berkas tambahan berupa fotokopi KTP ahli waris dengan menunjukkan yang asli, surat Kematian asli dari pejabat yang berwenang atau fotokopi legalisir, surat keterangan ahli waris, fotokopi surat nikah peserta dengan menunjukkan yang asli dan fotokopi rekening tabungan ahli waris.
  • Selain itu jangan lupa juga dengan syarat dan ketentuan mengambil uang JHT Jamsostek 100% alias seluruhnya, yaitu sudah berhenti bekerja dari perusahaan, belum bekerja lagi pada perusahaan lain, serta kartu BPJS Ketenagakerjaan sudah nonaktif minimal satu bulan.

Jika seluruh kondisi dan ketentuan di atas sudah terpenuhi, dan berkas-berkas persyaratannya sudah lengkap, silahkan saja mendatangi tempat kerja POS Indonesia yang tersebut sudah direkomendasikan sang tempat kerja BPJS ketenagakerjaan. Sampaikan pada pak pos bahwa kedatangan kita untuk mengurus uang tabungan Jaminan Hari Tua (JHT) Jamsostek.

Selanjutnya kita tinggal mengisi formulir klaim JHT, ceklis kelengkapan berkas, dan menandatangani surat pernyataan telah tidak bekerja lagi pada atas materai 6000. Seluruh berkas dan juga formulir yang sudah kita isi tersebut, nantinya akan diperiksa sang pegawai POS. Apabila telah benar & cocok semua, kita sudah dibolehkan pergi dan tinggal menunggu dana JHT cair masuk ke rekening tabungan kita.

Baca Juga: Cara Mudah Mencairkan JHT Tanpa Perlu Registrasi Antrian Online

Berkas kita tersebut nantinya sang tempat kerja POS akan dikirim ke tempat kerja cabang BPJS Ketenagakerjaan. Dan estimasi pencairan saldo merupakan lima hari kerja sejak berkas diterima, tetapi disesuaikan proses verifikasi di tempat kerja BPJS Taman Kanak-kanak sebagai akibatnya terdapat kemungkinan lebih usang menurut itu. Atau tanyakan saja waktu di kantor POS kira-kira berapa usang cairnya, jika telah lebih berdasarkan ketika yg diperkirakan tapi saldo JHT belum pula cair, silahkan menghubungi pulang pihak tempat kerja POS.

Seperti itulah cara modern mencairkan saldo JHT Jamsostek/bpjs ketenagakerjaan lewat kantor pos Indonesia. Tentunya dengan adanya metode klaim JHT via tempat kerja pos ini, semakin poly alternatif yang bisa kita pakai dalam mengurus pencairan uang Jaminan Hari Tua. Dan nggak terdapat salahnya Anda mencoba mencairkan tabungan JHT lewat tempat kerja POS acum BPJS Ketenagakerjaan.

Terima kasih sudah membaca, ingat klik bagikan artikel ini di sosial media Anda supaya banyak peserta lain yang mengetahui informasi ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *