Cara Terbaru Mendaftar dan Mengisi Form Antrian Online BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) Tahun 2020

Posted on

Kali ini membahas tentang cara mendaftar atau pendaftaran no antrian online buat klaim dana JHT BPJS TK (BPJAMSOSTEK), dan ini adalah tata cara registrasi dan mengisi formulir antrean on-line versi modern pada tahun 2020. Dikatakan terbaru lantaran sebelumnya blog Jangan Nganggur sudah pernah menulis tentang tutorial daftar angka antrean secara online ini, akan tetapi versi yg lama yaitu pada waktu sistem booking antrian secara digital ini baru saja diluncurkan pada bulan Juli tahun 2018.

Jadi lebih kurang sudah 2 tahun kemudian. Tentunya telah terdapat perubahan & disparitas dengan versi yang sekarang. Perbedaan-disparitas tersebut antara lain dulu jumlah tempat kerja cabang BPJS Ketenagakerjaan yg melayani klaim JHT menggunakan mekanisme antrian online belum sebanyak sekarang. Terutama pada luar pulau Jawa, waktu itu rata-rata hanya tempat kerja cabang yang terdapat pada kota provinsi yang menerapkan sistem pendaftaran antrian online. Kalau ketika ini, semua tempat kerja cabang BPJS Taman Kanak-kanak sudah mewajibkan daftar antrian secara online terlebih dahulu bila hendak mengurus pembayaran saldo tabungan Jaminan Hari Tua (JHT).

Cara Terbaru Mendaftar Dan Mengisi Form Antrian Online BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) Tahun 2020

Dulu selesainya berhasil mendapatkan kode atau nomor antrean online, anda masih wajib mendatangi kantor cabang pelayanan dan sesuai jadwal yang anda pilih. Jadi daftarnya harus di Kacab terdekat dan datang sesuai lepas dan jam pelayanan yang dipilih dalam registrasi antrian. Dengan membawa berkas-berkas persyaratan pencairan dana JHT baik yg asli dan fotokopinya.

Baca Juga:Contoh Isi Surat Paklaring Untuk Persyaratan Pencairan Dana JHT BPJSTK (BPJAMSOSTEK)

Kalau kini tidak perlu lagi. Sekarang ini jika telah berhasil mendaftar antrian online, anda hanya akan diminta mengirimkan scan dokumen-dokumen persyaratan klaim JHT lewat email ke kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan yang anda pilih dalam pendaftaran antrian online. Setelah berkas-berkas anda diverifikasi, anda akan dihubungi lewat panggilan video atau video call WhastApp oleh pegawai BPJAMSOSTEK buat sedikit diwawancarai dan diminta menerangkan berkas persyaratan klaim dana JHT yg asli.

Setelah itu anda tinggal menunggu dananya cair ke pada rekening tabungan anda. Jadi tidak perlu lagi capek-capek mendatangi tempat kerja BPJS Taman Kanak-kanak. Semuanya sanggup diproses menurut tempat tinggal . Dengan mekanisme registrasi antrian online terbaru misalnya ini, tentunya anda bebas menentukan kantor cabang pelayanan. Tidak wajib kacab BPJSTK pada daerah anda. Anda sanggup menentukan kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan di luar wilayah.

Perbedaan selanjutnya ialah cara mengakses form registrasi antrian online. Dulu buat mengaksesnya, hanya bisa menggunakan cara membuka website antrian.Bpjsketenagakerjaan.Go.Id. Kalau sekarang bisa diakses melalui aplikasi BPJSTKu (BPJSTK Mobile). Tapi sebenarnya meski dibuka lewat BPJSTKU Apk, pada akhirnya jua akan diarahkan ke page antrian.Bpjsketenagakerjaan.Go.Id. Jadi sebenarnya sama saja mau dibuka pribadi ke laman website antrian online, atau lewat mediator pelaksanaan BPJSTKu.

Letak disparitas berikutnya adalah isian di formulir pendaftarannya. Dulu, peserta yang mau registrasi antrian online nir diwajibkan mempunyai alamat email & pelaksanaan WhatsApp. Sementara sekarang, anda harus memiliki angka WhatsApp aktif & jua email aktif jika hendak mendaftar antrian online buat mengurus pencairan saldo JHT. Karena lewat kedua media tersebut, petugas BPJS Taman Kanak-kanak akan berinteraksi dengan anda untuk merampungkan semua proses klaim.

Selain itu, informasi buat kolom pilihan lepas dan jam jua sudah tidak sama. Di formulir antrian online yg lama , berita pilihannya adalah ‘lepas kedatangan’ & ‘jam kedatangan’. Sedangkan pada form yang baru sekarang ini, keterangannya berubah sebagai ‘Tanggal pengajuan klaim’ & ‘Jam pengajuan klaim’. Hal ini semakin mengambarkan bahwa buat mengurus pencairan dana JHT nir perlu lagi mendatangi kantor BPJAMSOSTEK.

Untuk verifikasi pengisian formulir jua sudah tidak selaras. Jika dulu wajib mengetikkan captcha yg ditunjukkan pada layar, sekarang lebih ringkas cukup menggunakan klik kotak ‘saya bukan robot’.

Formulir registrasi antrian online BPJAMSOSTEK model lama - Cara Terbaru Mendaftar Dan Mengisi Form Antrian Online BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) Tahun 2020

Di atas merupakan gambar laman formulir registrasi antrian online versi yang terdahulu. Tidak terdapat kolom wajib memasukkan nama email & no WA.

Formulir pendaftaran antrian online BPJS Ketenagakerjaan Terbaru - Cara Terbaru Mendaftar Dan Mengisi Form Antrian Online BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) Tahun 2020

Itu tadi tampilan laman form registrasi antrean online versi yang terkini. Ada kolom isian harus memasukkan alamat email dan nomor WhatsApp. Jadi buat anda peserta BPJS Ketenagakerjaan yang ingin mengambil uang JHT secara online tapi belum memiliki e-mail & WA, silahkan bikin email dan mengunduh pelaksanaan WhatsApp terlebih dahulu.

Dan berikut tata cara terbaru mengisi formulir pendaftaran antrian online buat klaim dana JHT BPJAMSOSTEK tahun 2020.

1. Buka website antrian online menggunakan alamat antrian.Bpjskatenagakerjaan.Go.Id lewat browser di komputer, laptop ataupun pada smartphone anda. Atau sanggup jua dengan log-in ke akun BPJSTKU anda, kemudian pilih menu ANTRIAN ONLINE

dua. Setelah formulir isian antrian online terbuka, silahkan isi menggunakan data-data kependudukan dan kepersertaan anda di BPJS Ketenagakerjaan. Dimulai menggunakan mengisi Nomor Induk Kependudukan (NIK). NIK bisa dicek di e-KTP ataupun Kartu Keluarga (KK). Bisa pula ditinjau pada kartu BPJS Ketenagakerjaan yg letaknya pada bawah no KPJ.

Baca Juga:Berapa Lama Uang JHT Cair ke Dalam Rekening Setelah Video Call WhatsApp Dari BPJS Ketenagakerjaan? Berikut Penjelasannya

3. Di kolom selanjutnya, isi menggunakan angka Kartu Peserta Jamsostek (KPJ) atau angka surat keterangan kartu BPJS Ketenagakerjaan anda. No KPJ berjumlah 11 digit, tidak selalu berupa nomor semua. Terutama buat kartu Jamsostek model usang, kadang di antara 11 digit tersebut masih ada satu alfabet atau aksara.

4. Selanjutnya isi nama lengkap anda. Nama yang dimasukkan wajib sesuai menggunakan nama anda yg tertera di KTP Elektronik, Kartu Keluarga dan juga Kartu BPJS Ketenagakerjaan. Jika ada perbedaan nama pada dokumen-dokumen tadi, pengajuan klaim anda JHT anda nir akan disetujui.

Lima. Berikutnya masukkan angka telepon, yg mana no handphone tersebut wajib sudah terdaftar pada WhatsApp dan masih aktif. Karena lewat nomor WA tadi, nantinya pegawai BPJAMSOSTEK akan menghubungi anda via video call buat sedikit diwawancarai dan pembuktian berkas persyaratan klaim saldo JHT.

6. Kemudian pilih daerah pelayanan yg anda inginkan. Prosedur klaim saldo JHT pada kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan ketika ini memakai prosedur Layanan Tanpa Kontak Fisik (LAPAK ASIK), sebagai akibatnya memungkinkan bagi peserta buat memilih wilayah pelayanan di luar wilayah provinsi domisili. Misalnya anda tinggal di provinsi Jawa Timur, anda sanggup menentukan wilayah pelayanan Bali, Aceh, Papua, Kalimantan & lain-lain.

7. Setelah memilih daerah pelayanan, silahkan pilih tempat kerja cabang pelayanan di daerah pelayanan tersebut. Dalam satu daerah pelayanan, terdapat banyak tempat kerja cabang BPJS Ketenagakerjaan. Silahkan anda pilih galat satu saja.

8. Setelah mendapat tempat kerja cabang pelayanan, selanjutnya pilih lepas pengajuan klaim. Perlu diketahui, maksimal pemilihan tanggal pengajuan klaim adalah 7 hari menurut hari registrasi. Tentunya pada luar hari sabtu, minggu dan hari-hari libur nasional yg terdapat pada rentang saat 7 hari tadi lantaran dalam hari-hari tadi tempat kerja BPJS TK tutup.

9. Setelah berhasil mendapatkan lepas pengajuan klaim dana JHT, selanjutnya pilih pula jam pengajuan klaimnya.

10. Centang menggunakan cara klik di kotak di samping goresan pena pemberitahuan ‘Saya bukan robot’ di kolom reCAPTHa.

11. Terakhir klik Simpan.

Selesai!

Jika sudah berhasil mendaftar antrian online sesuai misalnya langkah-langkah di atas, selanjutnya nanti anda akan menerima email konfirmasi berdasarkan BPJS Ketenagakerjaan. Berisi data diri anda, alamat email kantor cabang pencairan, informasi dokumen persyaratan klaim JHT yang harus dilengkapi dan barcode.

Ada lampiran formulir F5 atau form permohonan pembayaran uang JHT. Silahkan diunduh kemudian dicetak atau diprint, setelah diisi sesuai jenis kepersertaan dan alasan anda mencairkan uang JHT. Tutorial lengkap pentunjuk cara mengisi formulir pencairan dana tabungan JHT bisa anda Klik Disini .

Setelah formulir diisi dan ditandatangani, silahkan anda scan dengan ukuran file maksimal 1 MB. Selain formulir 5, berkas-berkas persyaratan klaim JHT yang lainnya juga harus anda scan  Berkas atau dokumen-dokumen tersebut meliputi:

  • KPJ (Kartu Peserta Jamsostek) atau kartu BPJS Ketenagakerjaan.
  • KK (Kartu Keluarga).
  • KTP elektronik atau e-KTP.
  • Buku rekening tabungan pribadi.
  • Paklaring/surat pengalaman kerja/surat referensi/surat rekomendasi jika anda berhenti bekerja karena mengundurkan diri (resign).
  • Surat keterangan Pemberhentian Kerja jika berhenti bekerja karena PHK.
  • Surat PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu) yang pertama kali diterima, atau bisa juga surat keterangan kontrak kerja selesai dari perusahaan, bagi yang berhenti bekerja karena habis kontrak.
  • Foto diri tampak dari depan. Kemungkinan ada kantor cabang yang meminta foto tampak depan sambil memegang berkas-berkas persyaratan klaim JHT.
  • Formulir 5 atau F5 yang telah diisi dan ditandatangani.
  • Barcode antrian online.
  • Kartu NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) apabila saldo JHT yang dimiliki di atas 50 juta.

Berkas-berkas di atas wajib discan menggunakan ukuran filenya di bawah 1 MB. Apabila anda kesulitan pada men-scan berkas-berkas tersebut, anda mampu memfotonya saja menggunakan kamera handphone. Yang krusial output fotonya kentara & besarnya nir lebih dari 1 MB.

Semua dokumen persyaratan klaim uang JHT yang sudah discan tersebut lalu dikirim ke kacab BPJSTK yang anda pilih pada ketika registrasi antrian online, yg alamat emailnya sudah diberitahukan lewat email konfirmasi menurut BPJS Ketenagakerjaan yang tadi.

Baca Juga:Pakai Tips Ini Agar Bisa Mendapatkan Nomor Antrian Online BPJS Ketenagakerjaan, Sudah Banyak Yang Berhasil

Seperti itulah cara terkini mengisi formulir atau daftar antrian online buat pengajuan pembayaran saldo uang Jaminan Hari Tua (JHT) menurut BPJS Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek lewat online. Cara pengisiannya sebenarnya sangat gampang, yg susah adalah menerima kuota nomor antrean on-line-nya. Kuota no antrian yang tersedia per harinya terbatas, sebagai akibatnya tidak sanggup menapung banyaknya peserta yang mendaftar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *