Dari Kebun Pepaya, Tono Raup Rp 10 Juta per Bulan

Posted on

Seorang pemuda lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) teknik mesin sukses berbagi pembibitan & budidaya buah pepaya Calina IPB-9 di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Dengan konsep kemitraan beserta rakyat, pemuda bernama Mohammad Tono (22) itu sukses meraup jutaan rupiah per bulan. Setidaknya beliau mampu meraih Rp 10 juta per bulan berdasarkan usaha penjualan bibit & perkebunan pepaya.

"Omzet rata-homogen antara Rp 10-11 juta perbulan, itu belum dikurangi gaji pegawai," istilah pemuda kelahiran Juli 1991, di kediamannya.

Tono menatakan usahanya pada bawah bendera CV Negeri Hijau yang didirikan belum genap 1 tahun. Pusat bisnis terbagi 2, yaitu pusat pembibitan pepaya pada Kelurahan Mondokan, sedang perkebunan pepaya miliknya berada di Desa Tuwiri.

"Lokasi pembibitan mini sih, tapi muat buat empat ribu bibit. Kalau kebun pepaya yang punya aku cuma 100 pohon," tutur pemudah lulusan SMK ini.

Ia sadar menggunakan keterbatasan tanah yang dia miliki. Ia berinisiatif mengusung konsep kemitraan, yaitu rakyat membeli bibit darinya, kemudian didampingi selama proses tanam, & hasil panennya dibeli oleh Tono.

"Tapi bila mereka mampu memasarkan sendiri ngak masalah, kita ngak mengikat harus dijual ke kita. Biasanya kita beli dari petani seharga 3.500 per Kg," sambungnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *