Dulu Kuli Angkut, Kini Jadi Juragan Telur Bebek Beromzet Rp50 Juta/ Bulan

Posted on

Dulu Kuli Angkut, Kini Jadi Juragan Telur Bebek Beromzet Rp50 Juta/ Bulan

Nasib tidak akan berubah kecuali orang tersebut yg menggantinya. Ungkapan itu sepertinya diilhami sang Slamet Daroini masyarakat Dusun Subontoro Desa Kebon Duren Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar. Pria yang sebelumnya berprofesi sebagai kuli angkut tebu kini menuai sukses sesudah beralih sebagai pengusaha telur bebek.

Bahkan, telur bebek output produksi Slamet kini telah merambah ke luar pulau Jawa. Tentunya, menurut sinilah sedikit demi sedikit kehidupan ekonomi Slamet berubah. Berkat usahanya itu, laki-laki 53 tahun ini telah berangkat haji & memberangkat ke 2 orang tuanya ke tanah kudus.

“Alhamdulilah, saya sudah memberangkatkan orang tua saya ke Makkah dan Madinah. Kali ini mertua saya sudah saya daftarkan untuk berangkat haji,” tutur Slamet.

Slamet menceritakan, awal bisnisnya dibangun sejak tahun 1997 kemudian. Saat ini, memang ekonomi keluarganya sedang sulit. Terlebih, lagi pada saat itu syarat ekonomi Indonesia juga tidak stabil. Pilihan berternak Bebek inipun sebenarnya hanya sampingan saja. Saat itu, dia memulai menggunakan 178 ekor Bebek menggunakan dibangun sangkar sempurna pada belakang rumahnya.

Alasan memilih beternak Bebek, karena dari segi kandangnya mampu dikategorikan paling murah & nir terlalu sulit. Selain itu, karakter unggas jenis bebek ini tidak mudah terjangkit penyakit. Slamet membudidayakan bebek peking menjadi pejantan dan bebek lokal menjadi petelur.

Pada saat itu, lanjutnya, harga Bebek & telur masih murah. Rupanya, tahun 1998 lantaran dampak krisis, harga telur naik. Dari yang semula Rp250 per buah sebagai Rp600 per buah. Beruntung kenaikan harga tersebut diimbangi menggunakan peternakkanya semakin produktif. Bahkan, melihat peluang usaha yg terbuka lebar itu, Slamet pun mencoba peruntungan menjadi pengepul telur bebek dari beberapa peternak yg ada di kampung halamannya itu.

Selain itu, Slamet jua mulai berani mengambil pinjaman buat memperbesar kapasitas kandang bebek serta mendatangkan pakan. "Untuk pertama kali aku pinjam uang sebanyak Rp15 Juta buat porto sangkar & pakan," tuturnya.

Slamet pun harus berkerja keras buat menutup pinjaman tersebut. Ternyata, seiring ketika berjalan, pinjaman itupun tidak menjadi beban & malah membawa keuntungan. Pasalnya, usaha telur bebeknya ini mampu dibilang lancar. Kini, Slamet sudah memelihara 3000 ekor bebek.

Sementara buat memenuhi kebutuhan pakan bebek yg terdiri berdasarkan campuran Katul, Kebi, Kremis & Karak (Nasi Aking), Slamet menerima bantuan mesin aduk-aduk menurut pemerintah setempat. Mesin Mixer inipun sedianya digunakan buat memenuhi kebutuhan pakan bagi para peternak yg tergbung pada Kelompok ternak ‘Nova Bersaudara’.

"Pakan-pakan bebek ini poly didatangkan dari Kabupaten Pati, Brebes & Mojosari. Per hari buat biaya pakan sebesar Rp50 ribu," terangnya.

Jumlah Rp50 ribu per hari adalah konsumsi pakan untuk 100 ekor bebek. Total sehari untuk pakan buat 3000 ekor bebek sebanyak Rp1,lima Juta per hari. Komposisi pakan terdiri berdasarkan Katul, Kebi masing-masing 400 kilo gram, Kremis & Karak masing-masing 200 kilo gr. Untuk membantunya, Slamet mempekerjakan 12 orang karyawan dengan upah antara Rp700 ribu sampai Rp900 ribu per bulan.

Slamet mengatakan, pada sehari bebeknya bisa menghasilkan telur hingga 1800 butir. Dari jumlah tadi buat memenuhi pesanan, Slamet pula mengumpulan telur dari peternak lainnya. Dalam seminggu UD Nova Sejahtera sanggup mengirimkan telur ke Jakarta dan Banjarmasin sebanyak empat kali pengiriman.

"Satu minggu empat kali pengiririman sebanyak empat truk. Satu truk sanggup mengangkut 90.720 buah telur," rincinya.

Di Desa Kebon Duren ini masih ada 117 peternak. Sedangkan Slamet membeli telur dari peternak seharga Rp1.050 per buah. Berkat ketekunannya itu, usaha yg ditekuninya ini beromzet puluhan juta rupiah. "Alhamdulilah ketika ini UD Nova Sejahtera memiliki omzet Rp50 juta per bulan," ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *