Kata-Kata Indah paling Menyentuh Hati Bikin Nangis Jutaan Pasangan Suami Istri

Posted on

Kata-Kata Indah Paling Menyentuh Hati Bikin Nangis Jutaan Pasangan Suami Istri

Kata kata indah paling menyentuh hati yg bisa bikin nangis jutaan pasangan suami istri yang saya tuliskan di sini saya susun berdasarkan peristiwa dan pengalaman nyata yang saya alami sendiri dalam kehidapan berumah tangga.

Banyak orang yang lagi di landa rasa rindu dan galau akhirnya mencari kata-kata romantis yang merupakan ungkapan rasa cinta dan sayang kepada wanita atau pria pujaan hatinya.

Karena terbukti,lewat kata-kata cinta romantis yang indah di dengar,seseorang dapat menaklukan hati pasangannya yang dia sangat sayangi dan rindukan.

Karena kata kata yg bermakna apapun di percaya mengandung kekuatan halus yang “Super Ajaib”,yang dapat mempengaruhi hati dan pikiran bawah sadar seseorang yang membaca atau mendengarnya.

Apabila anda seorang pria atau wanita yang masih berstatus lajang,saya sarankan anda untuk mencoba memanfaakan kekuatan kata-kata gombal di saat merayu sang pacar atau calon pacar.Dengan syarat,kata-kata gombal yang anda ucapkan  harus mengandung makna yang indah  bila di dengar.

Oke,mari kita langsung simak bersama kata kata indah yg paling menyentuh hati dan perasaan yang bisa membuat anda menjadi sedih dan menangis di saat anda membacanya di waktu santai menyendiri.

Agar anda bisa menangis juga ketika membaca kata-kata menyentuh hati yang ada di dalam tulisan ini,di sarankan bagi anda untuk membacanya di dalam hati dan mendengarnya lewat pendengaran bathin atau panca indra hati.

Inilah Kata-kata Indah paling menyentuh hati yang bikin nangis jutaan pasangan suami istri

“Assalamu Alaikum”

“Dari Hatiku yg tulus..Aku ucapkan TERIMAKASI dan permohonan Maaf untukmu istriku..”

“Kata-kata TERIMAKASIH yg aku tuliskan disini mungkin belum cukup untuk membalas semua kebaikan dan perhatianmu kepadaku yg belum sempat aku balas….”

“Dan Kata-kata “MAAF” yang aku sampaikan di sini mungkin belum cukup untuk membuat hatmui menjadi tergugah untuk memaafkan kesalahan-kesalahanku kepada kamu”

“Mohon maaf….jika semua kata yang  aku sampaikan disini akan dapat membuat waktu dan kesibukanmu terganggu dalam membacanya….Tetapi,tulisan ini perlu kubuat agar aku bisa menyampaikan banyak hal untukmu..karena hanya lewat tulisan ini pula aku dapat menuangkan secara lebih lengkap semua ungkapan perasaanku serta isi hatiku kepadamu…bukan lewat telepon,sms dan messenger..atau email.

“Aku harap..agar kamu mau meluangkan waktu untuk membaca dan menyimak dengan baik semua yg aku sampaikan  di sini…. caranya baca dalam hati agar kamu bisa memahami semuanya.”

Oke,saya langsung to the point sj disini..

“Selama 11 tahun lebih kita berumah tangga,dan menjalani hidup bersama..Dalam 11 tahun itu pula kamu telah berusaha membantu dan berkerja mengurus rumah tangga kita..”

“Kamu telah menunaikan kewajibanmu sebagai seorang istri dan ibu rumah tangga yg baik,….kamu memasak dan mengurus  pekerjaan di dapur,kamu mencuci pakaian,menyiapkan sarapan di meja makan,membuatkan air kopi manis untuku setiap pagi dan terkadang kamu membuatkan air kopi manis di waktu sore dan malam untukku…”

“Bahkan kamu juga sering ikut membantuku di saat aku bekerja dan berusaha merintis usaha dagang pakaian dari modal kecil”

“Dan berkat dirimu yg selalu setia mendapingiku,aku  jadi lebih bersemangat bekerja siang dan malam menulis artikel untuk mendapatkan uang atau penghasilan dari bisnis online”

“Demi masa depan rumah tangga kita,dan demi kasih sayangku utk kamu dan anak kita,,saya rela mengorbankan waktuku,tenagaku serta kekuatan pikiranku  untuk terus berusaha bekerja siang dan malam di depan laptop…belajar berbisnis online,belajar bisnis trading forex,membuat blog dan menulis artikel,bahkan saya berencana mau membuka chanel bisnis di youtube utk meningkatkan kesejahtraan hidup dalam rumah tangga kita nanti….”

“Aku tahu Kamu sering cape,lelah,dan mungkin merasa kesal di saat menjalankan tugasmu sebagai ibu rumah tangga…tetapi kamu tetap memperlihatkan senyum dan kebahagiaan kepadaku…agar aku tetap bersemangat untuk terus berusaha bekerja demi mendapatkan uang buat meningkatkan kesejahtraan rumah tangga kita….”

“Istriku sayang…Selama 11 tahun lebih kita berumah tangga dan hidup bersama,Mungkin lebih banyak penderitaan dan kesedihan yg kamu rasakan di banding kebahagiaan dan kesenangan….dan mungkin lebih banyak air mata kesedihan mewarnai rumah tangga kita di banding senyum dan kebahagiaan yg kamu rasakan..”

“Saya menyadari,mungkin lebih banyak janji untuk membahagiakanmu yg akan aku berikan kepadamu di banding kenyataan bahagia dan kesenangan yang kamu rasakan selama 11 tahun lebih kita berumah tangga dan hidup bersama…maafkan  saya..karena saya belum sempat membuat hidupmu merasa senang dan bahagia sepenuhnya..”

“Ya..aku tahu juga bahwa kenyataan hidup belum terlalu manis dan enak kamu rasakan selama kita berumah tangga dan hidup bersama…Dan rasanya air matamu sudah kering untuk menggambarkan lembaran kisah hidup bersamaku..yg sering di warnai dengan kesusahan dan penderitaan…”

“Saya tahu,bahwa kamu selama ini belum sepenuhnya merasa senang dan bahagia dalam menjalani hidup bersamaku..”

“Saat ini aku hanya bisa mengucapkan TERIMA KASIH dan MAAFKAN AKU YA…SAYANG..”

“Oh..Iya,..aku juga memohon maaf dari kamu,karena banyak hal yg selama ini aku sembunyikan kepada kamu sebagai istriku.. ..”

“Yaitu,di saat kamu sering memanggilku untuk makan,,..Sebenarnya di saat itu juga aku sedang menahan rasa sakit magh karena terlalu sering menahan rasa lapar disaat sibuk berdagang..dan disaat saya sedang menulis artikel untuk mendapatkan uang”

“Masih aku ingat juga,kamu sering menjemput aku pulang malam di saat hujan turun lebat dari berjualan keliling ngampas barang utk mencari nafkah buat kamu dan anak kita,di saat itu juga aku menyembunyikan penderitaanku menahan rasa dingin di guyur air hujan dalam perjalanan pulang ke rumah..karena sudah menjadi kewajibanku utk mencari nafkah buat kamu dan anak kita…perasaanku waktu itu sangat senang dan bahagia melihat kamu tersenyum manis menjemputku..”

“Aku juga menyembunyikan hal lain kepadamu,yaitu di setiap kali aku melihat kamu sedih dan murung,di saat itu pula aku memalingkan wajahku untuk menyembunyikan kesedihan dan air mataku karena aku merasa sedih dan kasihan melihat keadaanmu…”

“Bahkan aku menutup mulutku rapat-rapat agar kamu tidak mengetahui tangisanku di saat menahan rasa kesedihan karena melihat kamu sedih dan murung…hal itu sengaja kulakukan karena aku tidak ingin terlihat lemah dan cengeng seperti anak kecil di hadapanmu…”

“Aku ingat juga,pada saat aku sering memarahi kamu,..Tetapi setelah aku memarahi kamu,di saat itu juga hatiku langsung menangis karena merasa kasihan dan sedih melihat kamu…dan kamu tidak tahu kalau aku pada waktu itu berusaha utk menahan air mataku sebagai tanda kasih sayangku kepadamu…..Istriku..maafkan aku..karena telah salah dan keliru dalam mendidik kamu…”

“Mungkin ketika kamu memperlihatkan rasa sedih dan air mata menetes di pipimu,kamu merasa diri sebagai wanita  yg lemah…kamu merasa diri sebagai wanita yg tak berdaya…dan kamu merasa seperti tidak lagi aku hargai ..tetapi kamu tidak tahu kapan saatnya hatiku menjerit dan menangis karena belum mampu dan belum sempat memberikan kesenangan dan kebahagiaan sejati yg pernah aku  janjikan kepadamu…”

“Ya,aku hanya bisa menjerit dan menangis dalam hati hanya ketika di dalam sujud dan doaku…karena hanya Tuhanlah sebaik-baik tempatku utk mengaduh dan berkeluh kesah…”

“Di setiap sujud terakhir dan sehabis sholat aku selalu berdoa agar Tuhan berkenan melimpahkan rizeki dan nikmat dari-Nya kepadaku dan buat kamu dengan anak kita…”

“Aku pun juga pernah berdoa….Yaa Allah,yaa Tuhanku…limpahkan rezeki dan keberkahan nikmat dalam hidupku,agar aku tidak terlambat dalam memenuhi janjiku utk memberikan kesenangan dan kebahagiaan sejati kepada istri dan anaku…itulah yg selalu aku minta di dalam sujud dan doaku..”

Alhamdulillah…ternyata Allah berkenan mendengar dan mengabulkan doa-doa dan permintaanku dimana Dia memberikan dan membukakan Jalan Rezeki yang baru kepada kita, yaitu bisnis online yang terus menerus menghasilkan uang yang masuk ke rekeningku yg di kirim langsung oleh perusahaan internet milik google….”

“Dan mungkin juga,keberhasilanku mendapatkan rezeki lewat bisnis online yg sekarang ini adalah bagian dari jawaban doa-doa yg kamu minta kepada Allah di dalam sujud terakhir atau disaat kamu berdoa setiap selesai shalat……”

“Oleh karena itu,melalui tulisanku ini saya sampaikan ucapkan TERIMAKASIH atas doamu yg tulus..yg telah membuat usahaku untuk menghasilkan dari internet bisa terwujud menjadi kenyataan sampai sekarang..”

“TERIMAH KASIH SAYANG…kamu sudah mau menemani perjalanan hidup bersamaku selama 11 tahun lebih..”

“Selama 11 tahun lebih..kamu telah rela menjalani hidup bersamaku dalam keadaan senang maupun menderita,dan dalam keadaan sedih maupun bergembira…selama itu pula kamu terlihat begitu ikhlas melakukan kewajibanmu sebagai seorang istri yg baik yg penuh dengan rasa kasih sayang dan penuh perhatian kepadaku sebagai suamimu…”

“TERIMAH KASIH buat kamu…istriku yg telah rela ikut mendampingi dan membantu pekerjaanku sebagai seorang wirausaha dalam mengurus dan menjalankan usaha perniagaan”

“Bahkan kamu juga telah mendampingiku dalam bekerja membuat dan mengembangkan bisnis baru untuk menghasilkan uang lewat internet….kesuksesanku mendapatkan penghasilan dari google sekarang ini adalah merupakan bagian dari kesuksesanmu juga,karena berkat kamulah sehingga saya selalu bersemangat bekerja mengurus blog dan menulis artikel….yg terkadang pekerjaanku itu saya lakukan sepanjang hari sampai subuh..demi membuktikan janjiku utk memberikan kamu kesenangan dan kebahagiaan sejati sepenuhnya…”

“Masih aku ingat juga ketika kamu ikut bekerja lembur sampai subuh ketika kita membuka usaha Toko Begadang 1×24 jam …..Sy melihat kamu sangat bahagia dan semangat melayani banyak pembeli dan pelanggan…..”

“Dan saat itu saya memperhatikan kamu selalu memperlihatkan senyum kebahagiaan sebagai tanda ikhlas dari hatimu dalam membantu menjalankan usaha kita bersama….”

“Pada waktu itu,kamu tidak tahu kalau di Hatiku merasa sangat bahagia melihat senyum kebahagiaanmu..karena kamu telah ikut bekerja membantu mendampingiku menjalankan usaha dagang…Tetapi,hatiku juga sedih dan kasihan kepada kamu,karena kamu telah repot ikut bekerja menjalankan usaha yg seharusnya itu bukan menjadi tugas dan kewajibanmu sebagai istriku.. Bagiku sebenarnya kamu telah bekerja terlalu berlebihan sebagai ibu rumah tangga yang baik…dalam mendampingi suami…”

“Sungguh..jika aku mengukur semua nilai kebaikanmu serta kasih sayangmu kepadaku sepanjang waktu 11 tahun lebih kita berumah tangga,maka aku tak mungkin mampu utk mengukur nilainya….dan mungkin juga aku tak akan mampu membalasnya…. “

“Hal lain yg aku sembunyikan yaitu….aku sering mencium keningmu di saat kamu sedang tertidur nyenyak,dan aku juga membelai-belai rambutmu sebagai tanda kasih sayangku kepadamu…”

“Kemudian,di saat itu pula aku merasa sedih dan menangis meneteskan air mata ketika memperhatikanmu yg sedang tidur…pada saat itu hatiku berkata,”Istriku sayang,…..kamu sangat baik kepadaku …aku sedih melihat keadaanmu…karena kamu belum sempat merasakan kesenangan yg kita impikan bersama,dan kamu belum sempat menikmati kebahagiaan sejati yg pernah aku janjikan kepadamu,….sabar,sabar…ya sayangku”..

“Itulah beberapa hal yg aku sembunyikan kepadamu…dan baru kali ini aku ungkap untuk kamu ketahui…Maafkan aku ya…”

“Istriku sayang…sesungguhnya kamu tidak pernah bersalah..jutru sayalah yg salah membina dan salah menjalani rumah tangga.. karena menurutku..kamu sudah berusaha melakukan yg terbaik selama kita hidup berumah tangga..”

“Meskipun kamu juga sering khilaf dan berbuat kesalahan yg membuatku menjadi marah dan kecewa …tetapi di hatiku tidak pernah merasa dendam kepadamu…. karena bagiku,kamu sebenarnya adalah istri yg baik dan sabar,serta selalu mencurahkan rasa kasih sayang dan perhatian kepada aku..”

“Melalui tulisan ini,aku mohon kepadamu,..tolong buang rasa dendam dan kebenciaanmu terhadap diriku karena ucapan-ucapanku yg sering menyinggung perasaanmu…karena aku adalah suamimu yg tidak pernah menyimpan rasa dendam kepadamu…jika kamu terus merasa dendam dan benci kepadaku,..hal itu sama saja kamu akan terus menyiksa diriku,karena bathinku terus menangis dan sedih ketika mengingat kesalahan-kesalahanku yg sering kali marah kepadamu….Menurutku..lebih baik kamu langsung membunuhku daripada aku hidup tersiksa berlama-lama dalam kesedihan dan penderitaan bathin karena meratapi kesalahan-kesalahanku kepadamu….”

“Untukmu Istriku…Aku ucapkan TERIMAH KASIH apabila di hatimu masih ada rasa cinta dan kasih sayang kepadaku..Dan saya ucapkan lagi TERIMAH KASIH atas segala kebaikanmu yg tulus kepadaku..”

“Istriku ..teramat banyak kenangan manis dan indah di antara kita yg sulit aku lupakan…”

“Kenangan paling manis dan indah yang sangat membuatku terkesan yaitu pada waktu aku dan kamu beserta anak kita pergei ke mesjid bersama utk melakukan shalat Tarawih di malam bulan suci Ramadhan yg penuh rahamat,berkah dan ampunan.. juga kenangan di waktu kita pergi ke mesjid bersama untuk menunaikan  shalat shubuh di bulan suci Ramadhan…Ya..aku ingat juga kita bertiga dengan anak kita pergi ke mesjid bersama di pagi hari raya Idul Fitri..utk melakukan shalat id’ berjamaah..Alangkah senang dan bahagianya hatiku pada waktu itu…”

“Oh iya…Masih aku ingat juga kenangan termanis dan terindah di saat kita berdua shalat magrib dan isyah berjamaah di rumah..pada waktu selesai shalat magrib dan isyah bersama di rumah,..di saat itu kita saling bersalaman sambil mencium tangan,saling mencium kening dan pipi..kemudian aku membaringkan kepalaku di pangkuanmu sebelum kamu mengaji dan berzikir…alangkah indah,bahagia dan teduh hatiku pada waktu itu….Aku jadi sedih dan menangis terus ketika mengingat semua itu apabila tidak akan pernah lagi terulang dan terjadi didalam kehidupanku”

“Jujur,dan sejujurnya aku ungkap perasaanku kepadamu..bahwa aku tidak mungkin mampu melupakan kenangan-kenangan termanis dan terindah seperti itu..itulah kenangan paling terkesan bagi saya..yg selalu membuat hatiku menangis menjerit apabila kita berpisah utk selamanya…”

Istriku…jangan sampai rumah tangga kita berakhir hanya karena sebab dan masalah yg tidak bisa di perbaiki,karena pada hakikatnya semua masalah sebenarnya bisa di perbaiki,asalkan kita berniat kuat utk memperbaikinya..dan Allah berjanji akan membantu orang-orang yg berniat kuat untuk memperbaiki masalah…”

“Istriku..Sy sangat mengharapkan cinta dan kesetiaanmu kepadaku,..agar kita bisa hidup bersama lagi utk menjalani lembaran hidup baru demi terwujudnya rumah tangga kita yg sukses,bahagia,sakinah,mawadah warahmah…”

Insyah Allah..kamu akan melihat bukti-bukti hasil kerja kerasku dalam berusaha untuk menunaikan janjiku memberikan kesenangan dan kebahagiaan sejati kepada kamu dan anak kita nanti”

“Saya harap juga,agar kamu jangan salah sangkah menilai sikap-sikapku yg sering memarahi kamu dengan kata-kata yg menyakitkan perasaanmu…karena sesungguhnya kata-kata itu terucap sendiri secara spontan tanpa aku sengaja dan tanpa aku sadari di saat diriku dalam keadaan di pengaruhi oleh emosi…dan aku tak pernah berniat untuk berpisah dengan kamu selamanya….bukankah aku pernah berjanji akan tetap selalu setia mencintai kamu sampai mati?”

Percayalah….hanya kamu saja wanita penyemangat hidupku,dan hanya untukmu cinta sejatiku saya ikrarkan..karena kamu adalah istriku satu-satunya yg pertama dan mungkin yg terakhir ……tanpa kamu,aku mungkin tak akan pernah merasa bahagia lagi dalam menjalani hidup,dan tanpa kamu dan Nia di dekatku…hidup ini rasanya tidak indah lagi bagiku..dan hanya Allah saja menjadi tempatku utk berkeluh kesah dan mengaduh tentang nasibku…”

“Istriku..TERIMAH KASIH atas perhatianmu membaca tulisanku ini..Tulisan ini SPESIAL buat kamu yg selalu berbuat baik dan memperhatikanku selama ini…Dan..MAAFKAN AKU.. karena tanpa sengaja sering mengeluarkan kata-kata yg menyinggung perasaanmu sebagai wanita yg layak untuk di hormati dan dihargai oleh suami..”

Istriku sayang…tolong berikan aku kesempatan untuk menebus semua kesalahanku kepadamu..”

“Sekarang aku sudah sadar dan bertobat kepada Allah atas semua kesalahan dan kekhilafanku dalam menjalani rumah tangga,.dan aku telah menyadari,kalau ternyata seorang istri sangat membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari suaminya..”.

“Sekali lagi …maafkan aku..jika selama ini kamu anggap aku belum mampu menjadi suami yg baik untukmu..”

“Semoga dengan adanya masalah yang terjadi di antara kita sekarang,ada hikmahnya bagi kebaikan kita bersama,…kini aku telah sadar dan bertobat untuk memperbaiki diri,dan berjanji untuk menjadi suami yg baik untuk kesuksesan dan kebahgiaan kita bersama…Ini adalah janji suci dan murni dari hatiku yg tulus..dan sy telah siap utk tunjukan buktinya kepadamu…”.

“Dan  MAAFKAN SAYA karena selama ini,saya belum sempat memberikan kesenangan dan kebahagiaan sejati dan sepenuhnya kepadamu dan anak kita.”

“Sekali lagi saya ucapkan TERIMA KASIH “….

Dan MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN.”..

Semoga kamu mau mengerti semua perasaanku dan mau memaklumi semua sikap-sikapku yg sering marah dan tak mampu mengontrol kata-kata yg tidak menyenangkan hatimu semasa kita berumah tangga..karena saya hanyalah seorang manusia biasa yg tidak pernah luput dari kesalahan dan kekhilafaan…dan hanya Allah saja tempat terakhir bagiku untuk memohon ampunan atas semua kesalahanku dalam menjalani hidup bersamamu…Dan semoga Allah senantiasi mencurahkan hidayah atau petunjuk-Nya untuk kita semua…Aamiin,,yaa rabbal Alamiin..”

“Dari suamimu yang belum sempat memberikan kebahagiaan sejati untukmu”.

Itulah ungkapan kata kata indah paling menyentuh hati bikin nangis jutaan pasangan suami istri.Semoga bermanfaat.

Baca juga:

  • 100+ Kata-kata bijak tentang cinta dan kehidupan yang penuh makna menginspirasi

  • 100+ Kata-kata mutiara islami yang menggetarkan hati dan jiwa bikin nangis

  • Kumpulan Kata-kata bijak mutiara hidup sukses terindah dari para tokoh dunia terkenal

  • 100+ Kata-kata motivasi bisnis sukses terbaru pembangkar semangat kewirausahaan setiap hari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *