Manfaatkan Waktu Luang, Cetak Omzet Puluhan Juta

Posted on

Manfaatkan Waktu Luang, Cetak Omzet Puluhan Juta

Menjalani keseharian sebagai ibu tempat tinggal tangga, tak menjadi belenggu untuk mampu memberikan penghasilan tambahan bagi keluarga. Zubaidah memanfaatkan waktunya menggunakan membangun usaha rumahan. Hasilnya, belasan juta rupiah setiap bulan beliau kantongi menurut bisnis pembuatan camilan berupa stick.

"Awal mula kepikiran bikin usaha ini karena resah nyari kesibukan apa biar gak membisu aja pada rumah, mana bapaknya anak-anak seminggu sekali pulang, lantaran bekerja & anak-anak telah dalam sibuk dengan kegiatannya masing-masing," cerita istri R Najamudin seperti dilansir Tribunnews.

Zubaidah menamakan kedua produk industrinya itu dengan nama Imel Stick Royco dan Imel Akar Kelapa. Tambahan istilah Imel sendiri diambil dari mana oleh anak.

Merintis usaha tadi, Zubaidah pun tidak wajib menggelontorkan modal yang cukup besar . Melalui uang simpanannya sebanyak Rp 100 ribu, usaha tadi dimulai & diawali dengan memproduksi 50 kemasan penganan menggunakan berat per kemasan 250 gram.

Tak berpikir lama untuk dapat masuk dan cepat dikenal oleh masyarakat Jambi, Zubaidah pun langsung mengurus izin Dinkes serta BPOM. Usahanya berhasil,  produknya langsung bertengger di sejumlah mini market, swalayan hingga mal yang ada di Jambi.

Tapi bukan berarti awalnya lancar. Ia sempat ditolak swalayan. Ia berbagi resep bahwa memasukkan produk ke swalayan cukup mudah. Syaratnya adalah  pada penampilan produk yang bersih dan bagus.

Usaha yang sudah berjalan lebih kurang tujuh tahun ini seiring waktu skalanya kian luas. Lebih dari 15 titik penjualan mulai menurut kecil market biasa, hingga pasar swalayan besar sebagai langganan Zubaidah.

Berbicara soal omzet, tak diragukan pula. Usaha yg jua membuat 200 kemasan per hari ini sanggup meraup omzet mencapai Rp 15 jutaan setiap bulan. Saat ini tiga karyawan membantu Zubaidah memproduksi stick renyahnya, padahal dulu beliau dibantu keponakannya.

Usaha yang berada pada Solok Sipin ini seringkali jua menerima order menurut beberapa kerabatnya yg berada di luar kota misalnya Merangin dan kabupaten lain di Jambi.

"Biasa yg mesan itu datang lewat telepon selesainya mereka mencicipi produk yg aku titipkan di mal & supermarket. Dan juga pada bungkus aku sertakan nomer handphone sebagai akibatnya relatif poly juga pesanan yang tiba," tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *