Mulai 28 Maret 2019, Pengajuan Klaim JHT BPJS TK Cukup Dengan Tap E-KTP, Tanpa Perlu Mengisi Formulir

Posted on

Ada cara gampang & terbaru mencairkan uang JHT Jamsostek/BPJS Ketenagakerjaan pada tahun 2019. Ya, mulai 28 Maret 2019 proses pencarian dana JHT akan semakin mudah & menyenangkan, karena peserta nir perlu lagi repot mengisi biodata pada formulir pengajuan klaim. Cukup dengan memakai KTP Elektronik saja!

Mulai 28 Maret 2019, Pengajuan Klaim JHT BPJS TK Cukup Dengan Tap E-KTP, Tanpa Perlu Mengisi Formulir

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan atau BPJS TK memang terus berinovasi mengembangkan fitur-fitur yang canggih & terkini buat memudahkan para pesertanya saat mengurus pencairan tabungan JHT. Setelah tahun 2018 kemudian meluncur sistem Antrian Online dan Kartu Digital BPJS Ketenagakerjaan, di tahun 2019 ini kembali melaunching fitur baru yaitu mencairkan saldo JHT cukup menggunakan tap KTP Elektronik dalam e-KTP reader yg disediakan pada tempat kerja cabang BPJS Ketenagakerjaan.

Layanan Antrian Online bertujuan untuk mempersingkat prosedur pencairan saldo JHT secara manual di kantor cabang BPJSTK. Dengan layanan registrasi no antrean on-line ini, peserta yang hendak mengambil dana JHT-nya tidak perlu lagi repot-repot datang pagi-pagi sekali ke kantor BPJS Ketenagakerjaan demi supaya kebagian no antrian. No antrian bisa dipesan secara online dari mana saja dengan menggunakan perangkat yang terhubung dengan internet.

Sementara dengan layanan Kartu Digital BPJS Ketenagakerjaan , peserta yang kehilangan KPJ (Kartu Peserta Jamsostek) atau kartu BPJS TK, tidak perlu lagi ribet membuat surat keterangan hilang dari kepolisian dengan mencantumkan nomor referensinya sebagai pengganti kartu yang hilang. Cukup dengan mencetak atau diprint sendiri kartu digital yang terdapat di aplikasi BPJSTKU ke dalam kertas HVS atau kertas foto, sudah bisa digunakan untuk mengurus klaim uang JHT (Jaminan Hari Tua).

Baca Juga: Kabar Gembira! Sekarang Mencairkan Dana JHT Juga Bisa Dilakukan Di Kantor POS Indonesia

Dan kini terdapat layanan baru lagi yaitu Tap KTP Elektronik. Dengan hadirnya layanan ini proses pengajuan pencairan dana JHT akan semakin cepat dan mudah. Karena peserta tidak perlu lagi ribet mengisi formulir pengajuan klaim JHT ketika pada kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan. Cukup menggunakan memakai KTP elektro yg ditap pada e-KTP reader, kamudian scan sidik jari, sesudah itu data-data kependudukan kita akan dibaca oleh sistem.

Apabila data-data di semua berkas persyaratan klaim JHT valid menggunakan data-data di KTP elektronik yg ditap tadi, maka pengajuan klaim dana JHT niscaya akan disetujui dan tinggal menunggu duit kita JHT cair ke dalam rekening dengan estimasi saat pencairan lima sampai 7 hari kerja (Sabtu, Minggu dan libur nasional nir terhitung). Tetapi tentang lamanya waktu pencairan mampu saja nir sama antara tempat kerja cabang yang dengan yang lainnya. Tinggal dinantikan saja sinkron menggunakan keterangan yang diberikan tempat kerja cabang BPJS Ketenagakerjaan tempat Anda mengurus klaim JHT.

Untuk ketika ini, layanan klaim uang JHT memakai KTP elektronika reader ini telah bisa dipakai di tempat kerja BPJS Taman Kanak-kanak pada DKI Jakarta, dan juga di 33 Kantor Cabang/KCP BPJS Ketenagakerjaan pada bunda kota provinsi semua Indonesia.

Namun perlu diketahui, sistem reader e-KTP ini hanyalah untuk semakin mempersingkat proses pencarian JHT dengan nir perlu lagi mengisi formulir klaim ketika di kantor BPJS Taman Kanak-kanak. Untuk termin-tahap yang lainnya masih permanen sama. Bagi yg hendak mengurus pencairan JHT pada tempat kerja cabang, permanen wajib pendaftaran Antrian Online. Bagi peserta yang mengajukan pencairan secara online melalui layanan E-klaim JHT, tetap harus mensubmit scan berkas-berkas persyaratannya. Layanan tap KTP Elektronik ini hanya dilakukan nanti setelah berada tempat kerja BPJS ketenagakerjaan waktu pembuktian berkas.

Baca Juga: Perbedaan Antrian Online dan Mencairkan JHT Secara Online (e-Klaim)

Dan walaupun sudah ada layanan tap E-KTP, waktu ke kantor tiba ke tempat kerja BPJS TK peserta permanen harus membawa berkas-berkas atau dokumen persyaratan klaim JHT. Selain membawa KTP Elektronik yang nantinya akan ditap pada KTP-el reader, berkas-berkas persyaratan lain yg wajib disertakan merupakan:

  1. KPJ (Kartu Peserta Jamsostek) atau kartu BPJS Ketenagakerjaan.
  2. KK (Kartu Keluarga).
  3. Paklaring/Surat Pengalaman Kerja bagi peserta yang berhenti bekerja karena resign atau mengundurkan diri.
  4. Surat pemberhentian kerja bagi peserta yang berhenti karena PHK.
  5. Surat PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu) yang pertama kali diterima bagi peserta yang berhenti bekerja karena habis kontrak.
  6. Buku rekening tabungan atas nama peserta.
  7. NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) jika dana JHT yang akan dicairkan saldonya di atas 50 juta.

Selain persyaratan dokumen pada atas, ingat juga dengan kondisi ketentuan buat mampu mencairkan uang JHT seluruhnya, yaitu:

  • Sudah berhenti bekerja minimal 1 bulan. Baik itu karena mengundurkan diri/resign, kontrak kerja yang telah selesai dan pemutusan hubungan kerja (PHK). Jika berhenti bekerja belum ada sebulan, dana JHT belum bisa diklaim.
  • Pada saat mengajukan pencairan peserta belum bekerja lagi alias sendang menganggur. Jika sebelumnya sudah berhenti bekerja di PT. A, tapi kemudian sudah bekerja lagi di PT. B, maka tabungan JHT yang dikumpulkan selama bekerja di PT. A belum bisa diklaim.
  • Kartu atau kepesertaan BPJSTK sudah benar-benar non aktif. Artinya perusahaan sudah menghentikan iuran dan juga melapor ke BPJS Ketenagakerjaan bahwa peserta sudah tidak bekerja. Jika kepesertaann BPJS Ketenagakerjaan masih terdeteksi aktif walau telah berhenti bekerja, dana JHT juga belum bisa dicairkan.

Baca Juga: Apa Itu Program Jaminan Pensiun (JP) BPJS Ketenagakerjaan Serta Manfaatnya Bagi Pekerja?

Demikianlah keterangan modern seputar pencairan tunjangan hari tua atau JHT BPJS Ketenagakerjaan/Jamsostek, yaitu tata cara merogoh uang JHT dengan tap e-KTP. Dan sekali lagi harap diingat, layanan KTP-el reader ini hanya buat mempersingkat proses klaim JHT tanpa perlu lagi repot-repot mengisi formulir klaim. Untuk tahap-tahap yg lainnya masih sama seperti sebelumnya. Tetapi apapun kita patut bersyukur dengan dihadirkannya layanan KTP elektronika reader ini, karena selain membuat waktu pencairan dana JHT jadi lebih cepat, layanan ini jua ramah lingkungan lantaran mampu mengurangi penggunaan kertas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *