Omzet Menggoda di Balik Sedapnya Bisnis Olahan Kepiting

Posted on

Omzet Menggoda Di Balik Sedapnya Bisnis Olahan Kepiting Budidaya kepiting sangat prospektif buat dikembangkan pada seluruh daerah Indonesia. Selama daerah tadi memiliki lahan tambak air payau

Terbayang wangi aroma daging kepiting rebus, gurihnya udang bakar, & oseng kangkung di Restoran Rasane di Perumahan Green Ville, Jakarta Barat.

Setelah duduk di pojok ruangan, menunggu sebentar, seseorang pelayan menyodorkan kitab sajian. Kemudian dia pergi dengan terburu-buru. Melihat kesibukan mereka, yg nir henti-hentinya keluar-masuk dapur menggunakan membawa bungkusan berdaun pisang yg sudah dibakar. Setelah ditanya, ternyata itu kepiting asap juhi. Tanpa melihat kitab hidangan, kepiting betina dengan telur pribadi dipesan.

Setelah menetapkan pilihan pertama itu, seraya menunggu pesanan. Ternyata di restoran makanan laut ini tersedia juga kepiting golek. Menarik perhatian mata & merangsang pengecap, tanpa ragu sajian yang satu ini masuk ke daftar pesanan. Lagi-lagi kepiting betina dengan telur. Belum puas menggunakan 2 sajian itu, sembari mengintai kitab sajian, tambah pesanan: udang galah jumbo ala king & kangkung terasi orisinil Lombok.

Tak lama semuanya sudah terwujud di meja. Seteguk teh getir hangat sebagai pembuka, sebelum memulai semuanya. Kepiting asap juhi jadi pembuka, bungkusan daun pisang beraroma wangi mengawali program santap kali ini.

Kepiting montok tertutup oleh bumbu-bumbu yang menghitam siap dinikmati. Setelah mengupas seluruh cangkang, daging kepiting nan sedap pun siap disantap. Manis daging terasa di pengecap. Kemudian daging tadi dicolekkan ke bumbu. Pedas lada dan cabe terasa pas. Ketika diamati lebih dalam, ternyata ada rasa serundeng, kelapa parut yg dibakar. Selama menikmati kepiting ini, baru disadari bahwa cangkangnya tidak begitu keras. Ternyata seluruh sajian kepiting di restoran ini wajib melalui proses steam buat melunakkan kulit tanpa menghilangkan rasa asli kepiting.

Satu piring kepiting berukuran lima ons sudah terlewati. Lidah dan perut masih terasa belum terpuaskan. Melirik ke kanan, masih ada kepiting golek. Kepiting ini diselimuti telur asin yg digiling terlebih dulu. Telur yang digoreng menempel pada cangkang. Menggoda sekali. Walau hanya menempelkan lidah dalam cangkang, rasa legit & asin sudah sangat secara umum dikuasai. Gurih ini dari menurut formasi antara telur asin & telur kepiting itu sendiri. Saat disantap, terasa seperti ada pasir di atas pengecap, karena itu dari menurut kuning telur asin.

Di meja tersisa hanya dua ekor udang ala king & kangkung terasi orisinil Lombok yg tinggal separuh. Saat menyantap udang galah, ada hasrat buat menyedot otak di dalamnya. "Sruuput!" Rasa getir menjadi rasa dasar dari daging otak udang ini. Tapi, saat dicampur dengan kuah kental dari madu, rasa pahit, manis madu, kecut, dan legit menjadi sebuah kenikmatan tersendiri.

Seorang pengunjung, Erick, 26 tahun, karyawan partikelir, menuturkan pengalaman serupa ketika menikmati kepiting di restoran ini. Selain menu yang memuaskan, berdasarkan beliau, suasana di tempat ini kalem. "Tapi, sayang lokasi pada sini susah, jalannya jua buruk," pungkasnya.

Lain menggunakan Tisha, 25 tahun, mahasiswi. "Kepitingnya enak, kangkungnya lembut, akan tetapi kok di buku menunya nir ada harganya, sayang aja."

Nikmatnya hidangan kepiting itu tidak lepas berdasarkan bisnis keras pemilik restoran ini, John B. Indrajaya. Pria 40 tahun itu memulai bisnis ini dalam akhir 2002 menggunakan kapital kurang lebih Rp 300 juta. Sejak kecil beliau telah akrab menggunakan makanan laut (seafood), khususnya kepiting. Tinggal di daerah Sambas, Kalimantan Barat, John mewarisi keahlian neneknya yg pandai memasak kuliner laut.

Menurut John, setiap hidangan di Rasane wajib melewati kecapannya. Sehingga menu di 3 restoran yang dikelolanya, yakni pada Green Ville, Puri Indah, & Taman Palm, ketiganya pada Jakarta Barat, mempunyai rasa yang sama.

Ia memilih kepiting berdasarkan Indonesia bagian timur, yaitu Papua, Kalimantan, dan Makassar. Alasannya, kepiting dari daerah itu mempunyai bentuk fisik yang besar dan daging yg lezat . Tiap hari Rasane menghabiskan kurang lebih 60 ekor kepiting.

Rumah makan ini menyediakan sajian kepiting 8 jenis, udang 10 jenis, ikan 8 jenis, kerang 5 jenis, dan sayuran 7 jenis.

Bagaimana menggunakan harga? Penentuan harga berdasarkan pada bobot. Untuk kepiting Rp 140 ribu per kilogram, ikan Rp 40 ribu per kg, dan udang Rp 19.500 per ons. Harga tersebut agaknya sepadan menggunakan rasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *