Pahami Bedanya Persyaratan Dokumen Pencairan JHT Bagi Karyawan yang Resign, PHK dan Habis Kontrak

Posted on

Di kesempatan kali ini, blog Jangan Nganggur akan membahas perbedaan berkas-berkas yang diajukan sebagai syarat pencairan uang JHT, antara peserta BPJS Taman Kanak-kanak/Jamsostek yg berhenti kerja karena mengundurkan diri (resign), dirumahkan (PHK), & yang masa kontrak kerjanya habis.

Dari ketiga disparitas penyebab seorang karyawan berhenti bekerja pada atas, kelengkapan dokumen atau berkas persyaratan klaim JHT jua berbeda-beda. Berkas persyaratan pengambilan JHT buat peserta yg pada-PHK, nir sama dengan peserta yang mengundurkan diri. Kemudian buat buruh yg kontrak kerjanya habis berkasnya pula berbeda lagi. Meski bedanya nir terlalu banyak, akan tetapi harap diperhatikan lantaran akan mensugesti diterima atau tidaknya pengajuan klaim uang Jaminan Hari Tua.

Selain syarat berupa kelengkapan berkas, jangan lupa pula menggunakan kondisi minimal ketika berhenti bekerjanya, yaitu paling nir sudah berhenti bekerja selama satu bulan. Jika belum ada sebulan, maka pengajuan klaim JHT dipastikan tidak akan diproses. Dan pula waktu akan mengajukan pencairan JHT, status peserta belum bekerja lagi alias sedang menganggur. Jika terbukti sudah bekerja lagi, klaim JHT pasti akan ditolak. Pasti!

Pahami Bedanya Persyaratan Dokumen Pencairan JHT Bagi Karyawan Yang Resign, PHK Dan Habis Kontrak

Intinya klaim JHT 100% hanya sanggup dilakukan saat status kepesertaan telah non aktif karena telah nir bekerja lagi, & perusahaan sudah menghentikan iuran BPJS Ketenagakerjaan.

Baca Juga: Cara Cek Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan/Jamsostek Lewat SMS Ternyata Gampang Banget!

Berikut inilah rincian berkas-berkasnya:

Berhenti Bekerja Karena Resign

Untuk karyawan yang berhenti kerja atas kamauan sendiri atau lebih dikenal menggunakan sebutan resign, ketika ingin mencairkan JHT, berkas-berkas yang wajib dibawa ke tempat kerja BPJS Ketenagakerjaan adalah:

1. Kartu peserta BPJS-TK orisinil bersama foto kopi.

2. Foto kopi & asli KTP.

Tiga. Foto kopi dan asli Kartu Keluarga.

4. Paklaring.

5. Foto kopi Surat keterangan pengunduran diri dari perusahaan yang telah dilaporkan kepada Dinas Ketenagakerjaan setempat dan ditembuskan kepada BPJS Ketenagakerjaan.

6. Foto kopi rekening tabungan atas nama eksklusif, nir boleh kitab tabungan atas nama orang lain meskipun itu keluarga sendiri.

Untuk persyaratan berkas nomor 5, yaitu foto kopi Surat keterangan pengunduran diri dari perusahaan yang telah dilaporkan kepada Dinas Ketenagakerjaan setempat dan ditembuskan kepada BPJS Ketenagakerjaan, sekarang sudah tidak perlu lagi. Mohon maaf karena ini artikel lama saat peraturan tersebut belum diubah.

Surat tersebut diurus oleh perusahaan. Karyawan tinggal menerimanya.

Berhenti Bekerja Karena PHK

Jika karyawan berhenti kerja lantaran kena PHK (Pemberhentian Hubungan Kerja) atau dipecat, kondisi-syarat dokumen pencairan JHT yang wajib disiapkan adalah sebagai berikut:

1. Kartu peserta BPJS-TK asli dan fotokopi.

2. Fotokopi KTP dan menyertakan aslinya.

Tiga. Fotokopi KK & yang orisinil.

4. Surat kabar pemberhentian bekerja berdasarkan perusahaan.

Lima. Fotokopi & asli Melampirkan akte perjanjian beserta yang di keluarkan sang Pengadilan Hubungan Industrial (PHI)

6. Fotokopi buku rekening tabungan atas nama pribadi.

Khusus untuk berkas nomor lima, yaitu fotokopi & orisinil Melampirkan akte perjanjian bersama yang di keluarkan oleh Pengadilan Hubungan Industrial (PHI), hanya diperuntukkan bagi peserta yang di-PHK setelah 1 September 2015 & seterusnya. Jika dipecatnya sebelum tanggal 1 September 2015, maka tidak perlu membawa berkas no 4.

Berhenti Bekerja Lantaran Berakhirnya Masa Kontrak

Untuk sahabat-sahabat buruh yg sudah tidak bekerja lagi lantaran telah habis kontrak, jika ingin mengurus pencarian uang JHT, berkas-berkas yg wajib dibawa antara lain:

1. Kartu peserta BPJS-Taman Kanak-kanak asli dan foto copy.

Dua. KTP asli beserta fotokopi.

Tiga. Kartu Keluarga orisinil dan fotokopi.

4. Paklaring.

5. Membawa surat PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu) yg pertama kali diterima.

6. Foto kopi rekening tabungan atas nama eksklusif.

Baca Juga:13 Penyebab Pencairan JHT BPJS Taman Kanak-kanak Ditolak dan Cara Mengatasinya

Demikianlah perbedaan berkas-berkas persyaratan pencairan uang JHT antara peserta yang berhenti kerja karena mengundurkan diri, diberhentikan dan habis masa kontrak.

Semoga warta ini bermanfaat bagi sobat-sobat pekerja peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan yg ingin mengurus pencairan uang JHT seluruhnya alias 100%. Terima kasih telah membaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *