Rumpoko, Sukses dengan Ulat Hong Kong

Posted on

Rumpoko, Sukses Dengan Ulat Hong Kong

Berikhtiar selama bertahun-tahun merawat dan menjual ulat hong kong, Hadi Rumpoko, masyarakat Kelurahan Satriyan, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, sekarang menjadi pengusaha yang berhasil.

Tetapi suami Nurul Hayati ini tidak akan pernah lupa, kesuksesan yg diraihnya merupakan buah dari kerja keras. Sebelum menyandang status haji serta memiliki aset bernilai ratusan juta rupiah, Rumpoko hanyalah pedagang kecil yg menjual dagangannya secara obrok (keliling).

Rumpoko mengungkapkan, kesuksesan yg beliau raih juga tak tanggal menurut bantuan Mandiri Business Banking yg selama ini memberi dukungan kapital bagi usahanya. Apalagi sebagai nasabah Kredit Usaha Rakyat (KUR), beliau selalu menerima sokongan pinjaman modal dari Mandiri Business Banking. Diakui Rumpoko, berkat bantuan kapital tersebut, bisnis peternakan ulat hong kong yg beliau geluti maju pesat.

Usaha ini bisa mendatangkan rezeki ratusan juta rupiah setiap bulannya. Mandiri Business Banking sangat membantu usaha saya, jelas Rumpoko tanpa mau menyebut omzetnya secara terang.

Mengilas kembali perjuangannya, terbayang kentara pada mata Rumpoko,setiap pagi dia & sang istri wajib membungkusi ikan asin, terasi, garam, & gula. Selanjutnya, seluruh bahan untuk mengolah itu ditempatkan di 2 keranjang bambu yg sebelumnya sudah terpasang di sepeda onthel miliknya.

Mata pencaharian itu beliau tekuni selama 23 tahun pada 1980-an. Itu sehabis usaha perkebunan tebu yg dia geluti bangkrut. Baginya hayati nir boleh menyerah dengan keadaan sesulit apa pun. Dia bahkan sempat sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI) pada Malaysia. Tetapi dia menentukan pulang ke Blitar lantaran nir sanggup berpisah lama menggunakan famili.

Dia kemudian memulai menjadi pedagang obrok. Keuletan serta semangat disiplin tinggi membuat usahanya berkembang. Rumpoko mampu membeli sepeda motor & dia pakai buat berjualan menggantikan sepedanya. Semangat pantang menyerah & berani mencoba mendorong Rumpoko melirik bisnis lain menggunakan asa bisa meraih keuntungan yang lebih besar . Masih bekerja sebagai pedagang obrok, Rumpoko mengalihkan sebagian modalnya buat memproduksi minuman limun.

Dia lalu membeli satu mobil pick up buat angkutan distribusi produk limunnya. Ini berlangsung pada 19841986, jelas Rumpoko. Distribusi limun itu menjangkau sebagian wilayah Kabupaten Nganjuk, Jombang, Mojokerto, Blitar, dan Kediri.

Rumpoko pun beralih bisnis dari pedagang obrok menjadi penjual limun. Dari rutinitasnya mengantarkan sendiri limun ke sejumlah konsumen, Rumpoko mengenal ulat hong kong menurut keliru seorang rakyat di Kabupaten Malang.

Rumpoko tertarik menggunakan bisnis yg menurut penglihatannya sederhana sekaligus menjanjikan keuntungan lebih dibandingkan menjual limun. Tahun 1987, bersama oleh saudara tertua bernama Puji Purwanto, Rumpoko mencoba membeli bibit ulat di Pasuruan.Kurangnya modal menciptakan Rumpoko terpaksa menjual perhiasan emas milik istrinya. Saat itu aku beli 70 kg bibit ulat menggunakan harga Rp40.000/kg.

Saya jual kalung istri saya menggunakan harga Rp700.000, terangnya. Minim kemampuan & lemah pada pengelolalan, ditambah harga bibit ulat hong kong sedang merosot, membuat bisnis yg baru dirintis selama enam bulan itu berantakan. Selain harga bibit jatuh menjadi Rp1.500/kg,poly bibit yg mangkat waktu proses pemeliharaan. Sebab semuanya dikerjakan sang Rumpoko secara autodidak. Kegagalan tak menciptakan Rumpoko patah arang. Setelah sempat terhenti, beliau pulang mencoba bisnis peternakan ulat hong kong.

Sebanyak 20 kg bibit beliau beli senilai Rp800.000. Sedikit demi sedikit keuntungan berhasil diraih Rumpoko. Keuntungan yang diperoleh hampir seluruhnya dipakai buat membuatkan ulat. Dengan optimistis beliau menggeser produksi limun hanya menjadi pekerjaan sampingan. Setiap bulan Rumpoko secara rutin melayani pesanan ulat hong kong sebesar 11 ton. Permintaan datang dari Jawa Barat, Kudus (Jateng), Pasuruan (Jatim), Surabaya, & Jakarta.

Informasinya ulat ini diekspor ke Amerika & Jepang buat makanan ular dan kura-kura. Kalau pada sini umumnya buat makan burung ocehan, jelasnya.

Dia membeli ulat menurut petani seharga Rp28.000/kg & dijual Rp30.000/kg. Rata-rata transaksi yg dia lakukan setiap minggu berkisar Rp25 juta30 juta.Untuk porto perawatan sekaligus pakan ulat hong kong sebelum dikirim ke penjual, Rumpoko menghabiskan biaya Rp5 juta per minggu.

Dari hasil bisnis yg terus berkembang, Rumpoko beserta istrinya, Nurul Hayati, bertolak ke Tanah Suci buat menunaikan ibadah haji dalam 2007. Dia jua membeli tanah yang di atasnya kini dibangun tempat tinggalnya. Saya juga membeli mobil & bisa menyekolahkan anak hingga universitas di Surabaya, ujarnya.

Seiring meningkatnya bisnis, musibah datang menghampiri. Hubungan arus pendek listrik pada loka pemeliharaan ulat menghanguskan hampir semua bangunan.

Untung, barah berhasil dipadamkan sebelum menjalar ke rumah induk yang berjarak hanya beberapa meter.Itu terjadi tahun 2009, pungkasnya. Meski relatif membuat shock, musibah itu tidak hingga mengganggu kelancaran usahanya. Apalagi sesudah balik mendapat pinjaman dana dari Mandiri Business Banking, Rumpoko makin optimistis mampu mengembangkan usahanya lebih besar . Jumlah karyawan yg sebelumnya hanya 5 orang kini sebagai 10 orang.

Untuk menjaga interaksi sosial pada lingkungan terdekatnya, Rumpoko jua memakai modal pinjaman menurut Mandiri Business Banking buat menolong rakyat miskin dengan cara memberi pinjaman dengan bunga lunak. Sebab, tidak seluruh masyarakat mengetahui cara-cara meminjam uang pada bank. Rumpoko mengungkapkan, terdapat sejumlah ketua keluarga yang sebelumnya menganggur sekarang menekuni pekerjaan sesudah memperoleh manfaat menurut separuh pinjaman kapital menurut Mandiri Business Banking.

Bagi Rumpoko, kucuran modal dari Mandiri Business Banking sangat membantu bisnis mikro mini menengah di lingkungan terdekatnya. Rata-rata buat usaha ternak kambing. Nominalnya bervariasi, ada yang Rp5 juta hingga Rp10 juta, ungkapnya. Saat ini beliau hanya mengawasi kinerja anak buah selain menjaga hubungan baik dengan kawan kerja.

Kendati demikian, tebersit pada pikirannya buat membuka bisnis lain yang mampu menghasilkan keuntungan lebih besar . Kalau ditanya harapan, waktu ini aku ingin membuka usaha dealer motor. Kalau memang terdapat cukup dana, termasuk pinjaman berdasarkan Mandiri Business Banking, saya akan mencobanya, tandas Rumpoko.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *