Saatnya Mencoba Budidaya Ayam Mutiara

Posted on

Saatnya Mencoba Budidaya Ayam Mutiara

Meski tergolong baru, ayam mutiara sekarang mulai diincar karena estetika warna bulunya. Apalagi menggunakan harga jual yg nisbi tinggi ayam yang syahdan berasal dari daratan Afrika ini sangat sempurna buat dibudidayakan.

Cobalah menyempatkan diri mengunjungi pasar unggas & tanyakan apakah di situ ada pedagang yg menjual ayam mutiara. Apabila beruntung, fauna yang dimaksudkan niscaya akan diketemukan. Belakangan, jenis ayam ini mulai poly dibicarakan khususnya para penggemar unggas. Dengan bulu yang latif tetapi masih langka di pasaran layak mengundang rasa bertanya-tanya. Sayangnya, hingga kini ternyata keterangan tentang ayam mutiara masih terbatas.

Yang paling menarik dari ayam ini sebenarnya adalah rona bulunya yang dipenuhi dengan bintik-bintik putih seperti mutiara. Inilah sebabnya sebagai akibatnya dinamakan ayam mutiara. Ciri fisik lain yaitu pial disamping kiri & kanan kepalanya dan ditambah pial di atas ketua yang tampak misalnya helm.

Awalnya, syahdan ayam mutiara dari dari daratan Afrika. Hewan-fauna ini hayati secara bergerombol & banyak menghuni savana dan semak belukar sebagai tempat asli orisinil mereka. Satu gerombolan pada alam liar jumlahnya bahkan mampu mencapai ribuan. Oleh karena itu sesungguhnya hewan tadi tidak senang menyendiri. Fakta lain, lantaran sejatinya termasuk pada golongan burung, dia mampu terbang walaupun lebih senang tinggal di tanah.

Apabila pada Indonesia ayam mutiara baru mulai dikenal, tetapi kebalikannya di luar negeri telah lama dipelihara menjadi penghias laman. Dalam perkembangannya jua terjadi cross breding antara ayam mutiara orisinil menggunakan ayam lain. Sehingga waktu ini ayam mutiara memiliki ragam warna yang sangat bervariasi, di antaranya terdapat jenis yang dinamakan pearl guinea (warna asli ayam mutiara yg didominasi warna abu-abu gelap dengan bintik putih merata di sekujur tubuh), white guinea, royal purple guinea, violet guinea, brown guinea, lavender guinea, dan lain-lain.

Salah satu pembudidaya ayam mutiara adalah Juwaidi. Pria yang tinggal di Lhokseumawe, Nangroe Aceh Darussalam itu mengenal ras ayam mutiara  mulai tahun 2003. Pemilik Adina Agro Aceh, usaha peternakan ayam buras petelur dan ayam hutan Sumatera itu kebetulan memperoleh sepasang indukan dari salah seorang temannya dari Sumatra Utara. Selanjutnya, tahun 2007 ia memulai usaha penangkaran secara semi intensif. Saat ini ia sudah memiliki sekitar 20 ekor indukan ayam mutiara. “Karena bulunya indah dan masih langka didapatkan, jadi cocok jadikan bisnis,” ia beralasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *