Syarat Terbaru Pencairan JHT Bagi Peserta Yang Kartu BPJS TK-nya Hilang

Syarat Terbaru Pencairan JHT Bagi Peserta Yang Kartu BPJS TK-nya Hilang

Posted on

Syarat & cara mencairkan dana JHT Jamsostek buat peserta yg kartu anggota BPJS Ketenagakerjaan-nya hilang. Ya, topik inilah yang akan dibahas dalam postingan blog Jangan Nganggur kali ini. Pada judulnya sengaja kami tulis cara terbaru, lantaran ketika ini prosedur klaim JHT buat peserta yg kartu Jamsostek/BPJS TK hilang, tidak cukup hanya digantikan menggunakan surat kehilangan berdasarkan polisi. Ada satu berkas lagi yang harus dilampirkan.

Sebagaimana yg sudah pada artikel-artikel sebelumnya, bahwa secara generik persyaratan dokumen mencairkan uang Jaminan Hari Tua merupakan sebagai berikut:

  1. KPJ atau Kartu Peserta Jamsostek/BPJS Ketenagakerjaan asli beserta salinannya.
  2. Foto kopi dan asli KK (Kartu Keluarga).
  3. KTP elektronik asli beserta salinannya.
  4. Fotokopi Paklaring/surat pengalaman kerja/surat referensi/surat rekomendasi beserta salinannya.
  5. Foto kopi dan asli rekening tabungan atas nama pribadi.

Syarat Terbaru Pencairan JHT Bagi Peserta Yang Kartu BPJS TK-nya Hilang

Lalu terdapat tambahan berkas persyaratan bagi peserta dengan kondisi khusus seperti berikut adalah:

  • Kartu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) khusus bagi peserta yang saldo JHT-nya di atas 50 juta.
  • Khusus bagi peserta yang berhenti bekerja per 1 September 2015 karena PHK, wajib membawa berkas tambahan berupa akte perjanjian bersama yang di keluarkan oleh Pengadilan Hubungan Industrial (PHI).
  • Khusus untuk peserta yang berhenti kerja karena sudah habis masa kontraknya, wajib melampirkan surat PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu) yang pertama kali diterima.

Baca Juga: 6 Cara Cek Jumlah Saldo JHT, Nomor 4 Paling Gampang!

Kurang keliru satu dokumen saja menurut semua dokumen persyaratan yg sudah disebutkan di atas, maka pengajuan klaim JHT tidak akan disetujui. Peserta yang akan mengurus pencairan tabungan uang Jaminan Hari Tua-nya, harus memberitahuakn seluruh kelengkapan berkas persyaratan, atau berkas pengganti yg diperbolehkan apabila tidak bisa melampirkan berkas yg orisinil.

Misalnya berkas nomor satu di atas, yaitu kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan, dalam proses pengajuan klaim JHT kita wajib menyertakan kartu tadi, baik yg asli juga fotokopinya. Jika tidak mampu menyertakan, maka uang JHT kita nir akan bisa cair. Hal ini sanggup saja terjadi karena mungkin kartu BPJS TK milik kita rusak atau hilang.

Alasan kenapa kita harus memperlihatkan kartu BPJS TK waktu akan mengambil uang JHT, adalah untuk membuktikan bahwa kita benar-sahih peserta acara BPJS Ketenagakerjaan dan saldo JHT dalam kartu tersebut belum dicairkan. Kalau tidak bisa menunjukkan kartu, kita sanggup dikira orang yg cuma mengaku-ngaku sebagai anggota bpjs tk.

Lalu bagaimana cara mencairkan saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan/Jamsostek bila kartu kepesertaannya hilang?

Supaya dana tabungan JHT kita bisa cair dengan tanpa melampirkan KPJ (Kartu Peserta Jamsostek), kita harus membuat dokumen penggantinya. Ada 2 dokumen yang wajib kita buat buat menggantikan kartu peserta BPJS TK yang hilang tadi.

Pertama surat kehilangan berdasarkan polisi. Tapi jangan lupa mencantumkan angka surat keterangan atau angka peserta BPJS Taman Kanak-kanak di pada surat liputan hilang. Apabila tidak mencantumkan angka surat keterangan, surat tidak akan berlaku & tidak sanggup digunakan buat merogoh uang JHT.

Dulu, kalau kartu Jamsostek kita hilang, relatif menggunakan membuat surat kehilangan berdasarkan kepolisian tadi, kita telah mampu klaim uang JHT simpanan kita. Berbeda menggunakan kini , karena kita harus menciptakan dokumen satu lagi pada bekas perusahaan loka kita bekerja dulu.

Dokmen ke 2 itu merupakan surat informasi berdasarkan perusahaan yg memberitahuakn bahwa kita pernah bekerja pada perusahaan tadi menggunakan mencantumkan angka surat keterangan/peserta, yang dilengkapi menggunakan kop surat & stampel asli dari perusahaan. Surat ini tujuannya untuk menginformasikan bahwa perusahaan mengetahui bahwa kartu peserta bpjs tk milik kita memang hilang, bukan dikarenakan alasan lain sebagainya.

Tapi lalu yang jadi perkara, bagaimana jika perusahaan telah tutup tidak beroperasi lagi? Bagaimana cara meminta surat pernyataan pernah bekerja itu? Atau lokasi perusahaan yg relatif jauh menurut tempat tinggal kita yg sekarang? Sehingga buat ke sana membutuhkan biaya yang akbar.

Jika terkendala dalam dokumen kedua tadi, sahabat-teman silakan konsultasikan ke tempat kerja cabang BPJS Taman Kanak-kanak terdekat saat pengajuan klaim JHT. Di sana kita mampu meminta solusi bagaimana cara mengatasinya, atau justru akan diberi keringanan tergantung kebijakan di kantor cabang tadi.

Baca Juga: 13 Penyebab Kenapa Pencairan JHT Jamsostek/BPJS ketenagakerjaan Ditolak dan Cara Mengatasinya

Seperti itulah prosedur pencairan JHT jika kartu BPJS Ketenagakerjaan (Jamsostek) hilang, yaitu dengan menciptakan surat warta kehilangan berdasarkan kepolisian, dan surat pernyataan menurut perusahaan yang menyatakan pernah bekerja pada perusahaan tadi menggunakan mencantumkan nomor kepesertaan & menggunakan kops surat serta stempel asli.

UPDATE PERATURAN!

Kabar gembira nih bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan yang kartu kepesertaannya hilang atau rusak, karena sekarang atau tepatnya mulai akhir tahun 2018 kemarin, tidak perlu lagi membuat surat kehilangan dari kepolisian dengan mencantumkan nomor KPJ, perusahaan tempat bekerja, serta lokasi dan waktu kehilangan kartu tersebut sebagai syarat untuk mencairkan dana JHT. Sekarang peserta bisa mencetak sendiri kartu kepesertaan untuk pengganti kartu yang hilang melalui layanan Kartu digital BPJS Ketenagakerjaan di aplikasi BPJSTKU. Informasi selengkapnya dan bagaimana cara mencetak kartu digital BPJS TK tersebut silahkan baca Di Sini.

Terima kasih sudah membaca. Semoga berita ini bermanfaat bagi teman-sahabat seluruh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *