Tata Cara Klaim Uang JHT BPJS Ketenagakerjaan Untuk Karyawan PHK

Posted on

Tata cara dan syarat mencairkan dana JHT Jamsostek/BPJS TK untuk peserta yg terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau diberhentikan sang perusahaan/pemberi kerja/bos atau majikan.

Bagi teman-teman yg baru saja mengalami nasib kurang rupawan, yang terpaksa pekerjaannya harus ditinggalkan karena di-PHK sang perusahaan. Baik itu dipecat karena melakukan kesalahan, atau diberhentikan lantaran terdapat pengurangan karyawan, di artikel ini kami akan menunjukkan mekanisme & prosedur pencairan tabungan JHT bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan yg mengalami pemutusan interaksi kerja (PHK).

Bagi karyawan PHK, selain barangkali dapat uang pesangon menurut perusahaan, anda juga masih mempunyai uang tabungan Jaminan Hari Tua (JHT) yg dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, yang sekarang telah berubah nama sebagai Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja (BP Jamsostek). Uang tadi dikumpulkan berdasarkan iuran bulanan selama anda bekerja pada PT menggunakan besar iuran 5,7% berdasarkan gaji anda, menggunakan rincian tiga,7% ditanggung perusahaan, dan dua% dipotong dari upah anda.

Tata Cara Klaim Uang JHT BPJS Ketenagakerjaan Untuk Karyawan PHK

Baca Juga:13 Penyebab Pencairan JHT BPJS Taman Kanak-kanak Ditolak & Cara Mengatasinya

Seluruh dana JHT yg terkumpul, ditambah pengembangan atau bunganya sebanyak 7% per tahun, sanggup anda cairkan selesainya anda berhenti bekerja. Baik berhenti kerja lantaran resign atau mengundurkan diri, masa kontrak kerja sudah selesai, berhenti kerja karena tertimpa musibah contohnya mengalami cacat total permanen atau mangkat dunia, & juga akibat pemutusan interaksi kerja (PHK) atau pemecatan.

Untuk karyawan peserta BPJS Taman Kanak-kanak yang berhenti bekerja lantaran PHK, berikut tata cara serta kondisi dan kriteria mengambil uang JHT BP Jamsostek anda!

Syarat dan Kriteria

1. Sudah Melewati Masa Tunggu Selama Sebulan

Setelah diberhentikan kerja, buat bisa merogoh tabungan JHT, anda wajib menunggu dulu selama minimal satu bulan. Terhitung sejak lepas anda diberhentikan bekerja yang tertera di surat liputan pemberhentian kerja menurut perusahaan.

2. Belum Bekerja Lagi Di Perusahaan Lain

Saat hendak mengajukan klaim dana JHT, anda harus masih dalam syarat menganggur sehabis pada-PHK. Belum diterima bekerja lagi di perusahaan baru. Meskipun contohnya sebelumnya anda sudah diberhentikan pada PT X, jikalau saat ini sudah bekerja lagi di PT Y, maka saldo JHT pada PT X belum mampu dicairkan.

3. Kartu atau Kepesertaan pada BPJS Ketenagakerjaan Sudah Nonaktif

Syarat kriteria selanjutnya buat mencairkan uang JHT sesudah anda pada-PHK adalah kartu atau kepersertaan anda di BPJS Ketenagakerjaan sudah tidak aktif. Apabila masih terdeteksi aktif, dana JHT belum mampu cair, meskipun anda telah lulus melewati masa tunggu 30 hari dan masih nganggur belum bekerja lagi.

Cara mudah cek status kepersertaan atau kartu BPJS TK masih aktif atau sudah tidak aktif, panduannya bisa anda baca Di Sini .

Setelah memenuhi syarat & kriteria di atas, selanjutnya anda pula wajib melengkapi persyaratan dokumen atau berkas.

Dan berikut syarat dokumen untuk klaim dana JHT Bpjs Ketenagakerjaan bagi karyawan PHK:

  1. Kartu BPJS Ketenagakerjaan atau Kartu Peserta Jamsostek (KPJ).
  2. KTP Elektronik atau e-KTP.
  3. KK atau Kartu Keluarga.
  4. Buku rekening tabungan milik anda sendiri.
  5. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) bagi anda yang saldo JHT-nya di atas 50 juta rupiah.
  6. Surat Keterangan Pemberhentian Hubungan Kerja (PHK) dari perusahaan.
  7. Bagi anda yang di-PHK atau dipecat karena berkonflik dengan pihak perusahaan, membawa dokumen tambahan berupa fotokopi penetapan PHK dari Pengadilan Hubungan Industrial (PHI).

Jika syarat dan kriteria di atas sudah terpenuhi, seluruh berkas & dokumen persyaratannya telah lengkap, selanjutnya anda sanggup eksklusif mengajukan pembayaran uang tabungan Jaminan Hari Tua ke pihak BPJamsostek.

Anda mampu mengurus pencairan dana JHT melalui SPO bank-bank tertentu yang berafiliasi menggunakan BPJS Ketenagakerjaan. Uang JHT pula mampu diajukan pencairannya secara online memakai sistem LAPAK ASIK denga cara pendaftaran antrian online terlebih dahulu, kemudian mengirim scan dokumen persyaratan.

Selain itu juga bisa dicairkan secara offline menggunakan datang pribadi ke tempat kerja cabang Perintis (KCP) pada wilayah anda, dengan membawa seluruh berkas dan dokumen persyaratan pencairan saldo JHT, yg orisinil dan fotokopi satu lbr buat masing-masing berkas.

Silahkan baca prosedur selengkapnya berdasarkan masing-masing cara:

  1. Cara Mencairkan JHT BPJS Ketenagakerjaan Secara Online Dengan LAPAK ASIK
  2. Cara Mencairkan JHT Secara Langsung di Kantor Cabang Perintis(KCP) BPJS Ketenagakerjaan, Tanpa Antrian Online
  3. Cara Mencairkan Uang JHT di SPO Bank yang Bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan

Demikian tata cara dan persyaratan merogoh uang JHT BPJS Ketenagakerjaan/BP Jamsostek bagi peserta yang berhenti karena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Bagi karyawan PHK, adanya dana JHT ini sangat membantu sekali. Bisa buat memenuhi kebutuhan sehari-hari sebelum mendapatkan pekerjaan baru, atau mampu pula buat modal berwirausaha apabila tidak ingin cari pekerjaan lagi.

Apalagi pada tengah endemi virus Corona covid-19 ketika ini, di mana poly perusahaan yang mem-PHK para pekerjanya, cairnya uang JHT sangat diharapkan untuk membeli kebutuhan hidup selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sosial distancing, & pula physical distancing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *